
Shasha merasa heran mendapati suaminya menangis. Setelah menyadari suaminya menciumi dirinya Shasha menghentikan nya.
" Mas " suara lemah itu menyadarkan Adi.
" Sayang tidak apa-apa, mas takut sekali " Adi menggenggam erat tangan istrinya.
" Tidak mas, ini sudah biasa terjadi di awal kehamilan " sahut Shasha.
" Jadi separah inikah saat hamil Zane ' tanya Adi.
Shasha mengangguk.
" Dulu sempat pingsan dan Nathan mengantar sampai ke rumah .. " Adi memotong cerita istrinya.
" Tidak perlu dilanjutkan mas sudah tahu ceritanya " Adi merasa malu saat ini bila mengenang masa itu.
Masa di mana ia mengingkari hatinya bahwa sebenarnya ia telah jatuh hati pada wanita yang dijodohkan oleh ibunya. Waktu itu menuduh Nathanael yang akan merebut istrinya.
" Maafkan mas ya sayang sekarang mas akan lebih memperhatikan mu dan anak kita ini " Adi mengusap lembut perut Shasha yang masih rata.
" Juga Zane " ingat Shasha.
" Ya termasuk Zane karena berkat Zane lah yang membuat mas tidak bisa jauh darimu sayang " Adi mengecup punggung tangan Shasha lalu beralih ke kening istrinya.
Setelah beberapa saat larut dalam kegembiraan Adi teringat istrinya belum makan dari tadi. Adi menggaruk kepalanya tampak bingung karena makanan yang masuk ke perut istrinya pasti akan keluar lagi. Adi memutuskan untuk bertanya pada istrinya.
" Sayang mau makan apa " Adi bertanya lagi.
" Apa mas mau melakukan sesuatu " Adi mengangguk pasti.
" Iya sayang minta apa mas pasti membelikan untuk mu " jawab Adi.
Karena dalam pikiran Adi, ia ingin menebus kesalahannya di masa lalu. Sekarang apa pun akan ia lakukan agar istrinya tidak mengalami kesakitan seperti dulu saat hamil Zane.
Shasha menatap suaminya.
" Aku mau bubur ayam " kata Shasha.
" Baik mas akan belikan " Adi bersiap bangkit.
__ADS_1
" Tidak mau " tolak Shasha.
Adi mengeryit heran mendengar istrinya tidak mau dibelikan bubur ayam.
" Sayang kenapa tidak mau " seru Adi.
" Aku ingin mas yang buat bubur ayam nya " pinta Shasha.
Hah! Adi ingin menolak tapi sudah berjanji di dalam hatinya akan memenuhi keinginan istrinya. Kalau menolak takut istrinya tersinggung tapi bila mengiyakan ia tidak dapat membuat bubur ayam yang menjadi keinginan istrinya. Gimana ini, gumam Adi bingung.
" Sayang " suara Adi memelas.
Shasha merasa suaminya menolak membuatkan bubur ayam lalu kesal.
" Ya sudah kalau tidak mau " Shasha merajuk lalu berbalik memunggungi suaminya.
Adi mengusap tengkuknya lalu perlahan membalikkan tubuh istrinya.
" Baiklah mas akan membuat bubur ayam untukmu " seketika raut wajah Shasha berbinar cerah.
Adi heran ternyata sesederhana inikah membuat istrinya senang. Ah, sungguh Adi merasa bahagia sekali eh tapi gimana cara membuat bubur ayam nya ya. Adi berpikir hendak minta bantuan ibunya untuk membuat bubur ayam lalu diberikan pada istrinya.
" Sayang tiduran saja nanti setelah bubur ayam nya matang mas bawa ke sini " bujuk Adi.
" Tidak mau aku ingin melihat mas masak bubur ayam nya " sahut Shasha.
Adi menggaruk kepalanya ia bermaksud minta bantuan ibunya malah istrinya ingin melihat nya memasak. Terpaksa Adi menuruti istrinya lalu keduanya keluar kamar menuju ruang makan.
Terpaksa Adi menyetujui keinginan istrinya. Adi menuntun istrinya menuju meja makan dan duduk di sana. Sementara ia sendiri ke dapur untuk membuat pesanan istrinya. Kebetulan ada mbak Tari jadi Adi meminta bantuan pada mbak Tari.
Adi memasak dipandu oleh mbak Tari. Setelah berkutat beberapa saat bubur ayam yang menjadi pesanan istrinya selesai sudah. Adi membawa mangkuk yang berisi bubur ayam ke meja makan. Shasha yang melihat suaminya membawa semangkuk bubur ayam sangat senang. Lalu menghirup aroma dari bubur ayam yang kelihatan lezat itu.
" Sayang ini bubur ayam nya sudah jadi mau disuapi atau makan sendiri " Adi menyodorkan semangkuk bubur ayam ke hadapan istrinya.
Shasha tersenyum sambil menatap suaminya.
" Mas saja yang makan " sahut Shasha tanpa dosa.
Adi membulatkan matanya.
__ADS_1
" Sayang " Adi menelan ludahnya.
" Aku sudah kenyang dengan menghirup bau dari bubur ayam ini " sahut Shasha.
Adi tercengang.
Setelah bersusah payah memenuhi keinginan istrinya membuat bubur ayam. Dan bubur ayam yang ia buat telah matang mesti ia makan sendiri. Oh Tuhan ingin rasanya Adi bergulung-gulung di pasir pantai dan menenggelamkan tubuhnya di air laut.
Adi melihat mangkuk di hadapannya lalu beralih ke istrinya.
" Sayang " Adi bukannya menolak keinginan istrinya tapi ia tidak menyukai bubur ayam.
Dan ini kali pertama ia makan karena permintaan istrinya. Eh bukan ini permintaan calon anak dalam perut istrinya.
" Kenapa apa mas tidak mau " Shasha mulai menampilkan wajah garang nya.
" Em bukan i iya mas akan makan " sahut Adi cepat.
Shasha tersenyum. Sementara Adi terpaksa menyendok bubur ayam itu dan memasukkan ke mulutnya lalu menelannya cepat. Hingga bubur ayam dalam mangkuk itu habis. Lalu Adi mengambil air mineral yang ada di depannya dan meneguknya. Setelah itu Adi mengangkat mangkuk yang telah kosong.
" Sudah sayang " Adi berusaha tersenyum.
" Terimakasih mas " ucap Shasha tulus.
Adi meraih tangan istrinya lalu menggenggamnya.
" Tidak apa-apa sayang " Adi ikut tersenyum.
Sayang mas akan memenuhi keinginan buah hati kita. Meski mas harus melakukan sesuatu yang tidak mas sukai. Yah seperti tadi mas tidak menyukai bubur ayam tapi demi calon anak kita mas rela melakukan nya, gumam Adi.
***************
Up lagi ....
Semoga suka dengan ceritanya maaf kalau up nya lama.🙏🙏...
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih ...♥️♥️♥️
__ADS_1