Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 22 Hai Kinanti


__ADS_3

Pagi ini Daniel telah rapi dengan pakaian kerjanya. Ia tinggalkan kontrakannya dengan sepupunya yang masih tertidur terbuai mimpi. Lalu melajukan motornya menuju tempat kerjanya dengan kecepatan sedang. Jalanan belum begitu ramai Daniel masih terus melajukan motornya hingga tiba di depan perusahaan Nusa Group. Motor memasuki pintu gerbang perusaahan tempat Daniel bekerja. Membelokkan motornya di tempat parkir motor. Setelah memarkirkan motornya Daniel berjalan masuk ke gedung 10 lantai itu.


Ketika hendak masuk lift ia bertemu sahabatnya Adi lalu keduanya masuk ke dalam lift bersama. Tak ada obrolan seperti mereka lakukan setiap hari mereka bertemu.Tiba di lantai 6 lift pun berhenti pintu lift terbuka lalu keduanya berjalan ke ruangan masing-masing.


Masih tetap diam saat Adi menyapa pun Daniel masih mengunci mulutnya rapat. Hingga tiba di ruangan pun Daniel tetap tak bicara. Pagi ini Daniel sepertinya malas berbicara dengan sahabatnya itu.


Ruangan mereka bersebelahan hanya sekat yang memisahkan ruang kerja mereka. Tak ada suara sepagi ini dari sejak masuk ke lift hingga duduk di ruangan Daniel hanya diam membuat Adi terheran dibuatnya. Biasanya sahabatnya itu sudah mengoceh seperti burung kutilang di pagi hari.


Adi menoleh ke arah sahabatnya yang sedang menatap layar laptop di depannya. Tampak serius dengan pekerjaannya Adi pun tak bertanya ia kemudian mulai beralih ke pekerjaannya yang hari ini sepertinya menyita waktunya.


Flashback on


Saat Daniel berjalan menuju lift dia melihat Adi di tempat parkir sedang ngobrol dengan seseorang. Seorang wanita cantik bermata lentik senyum tersungging di bibirnya. Rambut hitam panjang yang dibiarkan tergerai memakai atasan blazer dan rok selutut warna biru sepatu heels rendah tampak anggun.


Keduanya berjalan beriringan dan berpisah di depan lift. Wanita itu pergi ke bagian resepsionis sementara Adi masuk bersama Daniel ke ruangan mereka di lantai 6.


Flashback off.


Hari mulai siang 10 menit lagi waktunya istirahat siang. Daniel merenggangkan tangannya menaruhnya di belakang kepalanya memejamkan matanya sebentar.


Seseorang menghampiri tempat Adi dan tersenyum padanya.


" Hai Adi, hai Daniel..." sapa wanita itu ramah.


" Hai Kinanti..." balas Adi pada wanita itu.


" Mau makan siang " kata Adi lagi. Wanita yang di panggil Kinanti itu pun mengangguk.


" Ada apa dengan dia..." ucap Kinanti mengarahkan pandangannya ke Daniel.

__ADS_1


Adi mengangkat bahunya sambil melihat ke arah sahabatnya itu. Daniel memandang jengah pada Adi dan Kinanti. Daniel bersandar pada sandaran kursi yang ia duduki. Lalu memejamkan matanya.


" Ikut ke kantin nggak " tanya Adi pada sahabatnya.


" Nggak " sahut Daniel pendek.


" Ya udah, ayok " ajak Adi pada Kinanti.


Adi dan Kinanti melangkah bersama menuju lift ke lantai dua. Setelah keduanya pergi Daniel membuka matanya. Daniel menggelengkan kepalanya entar kalau ada masalah pada sahabatnya itu dia juga yang repot. Dasar Adi.


Daniel melangkah menuju lift yang akan membawanya ke lantai dua. Daniel memilih bergabung dengan rekannya yang lain. Selesai makan siang mereka kembali ke ruangan sampai jam pulang kantor.


Adi terlebih dulu keluar dari ruangan kemudian diikuti Daniel keduanya menuju lift. Keduanya memasuki lift menuju lantai dasar yang membawa mereka ke tempat parkir. Adi menuju mobilnya sementara Daniel mengambil motor kesayangannya. Masih setia di tempat parkir melihat sahabatnya dari kejauhan memberhentikan mobilnya lalu menyilakan Kinanti masuk. Dan mobil Adi pun melaju meninggalkan gedung tempatnya bekerja.


Daniel menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya tak jera juga akan ulahnya.


Hah! Kinanti ngapain juga dia di sini lagi gerutu Daniel dalam hati. Apa lagi yang wanita itu lakukan tak bosan juga mengganggu orang. Ah sudahlah biarkan saja kenapa aku yang pusing seru Daniel lagi. Akhirnya Daniel melajukan motornya menuju kontrakannya.


" Ternyata kau masih ingat tempat aku tinggal " kata Kinanti memecah kesunyian. Adi tersenyum tipis menoleh ke arah Kinanti lalu beralih ke depan.


" Gimana kabarmu sekarang " kata Adi masih tetap menatap ke depan.


" Baik dan kau..." tanya Kinanti.


" Aku sudah menikah " sahut Adi pendek.


" Dengan Maria...." tanya Kinanti lagi.


" Bukan..."

__ADS_1


" Lalu..."


" Shasha."


" O..." itu yang keluar dari bibir tipis Kinanti. Keduanya diam berkelana dengan pikiran masing-masing.


Tak terasa telah sampai di kontrakan Kinanti. Mobil di parkir di pinggir jalan gang masuk kontrakan Kinanti. Adi keluar dari mobil berputar sebentar membuka pintu buat Kinanti. Lalu Kinanti keluar dari mobil sambil mengucapkan terimakasih. Sebelum melangkah ke kontrakannya Kinanti menatap Adi.


" Mau mampir " tawar Kinanti.


" Apa boleh? " tanya Adi melihat ke arah Kinanti.


" Tentu saja boleh " sahut Kinanti tersenyum penuh arti.


Adi pun tersenyum lalu melangkahkan kaki mengikuti Kinanti menuju rumah kontrakannya. Sesampainya di depan kontrakannya seorang anak kecil berlari ke arah Kinanti diikuti wanita dibelakangnya.


" Mama..." kata anak kecil itu menghambur ke pelukan Kinanti. Kinanti pun membalas pelukan anak kecil itu. Menggendongnya dan mencium pipi gembul anak itu.


" Anak mama tidak nakal kan " tanya Kinanti pada anak kecil itu. Anak itu menggeleng pelan. Wanita yang bersama anak laki-laki itu setelah dekat lalu berpamitan pada Kinanti. Kinanti pun menganggukkan kepalanya. Setelah berterima kasih pada wanita yang mengasuh anaknya lalu Kinanti masuk ke rumah menyilakan Adi masuk.


Adi sempat tertegun sebentar ketika ada anak kecil yang menghampiri Kinanti dan memanggilnya ' mama '. Adi terdiam di tempatnya sambil menatap Kinanti yang menggendong anak kecil itu. Saat Kinanti masuk ke dalam rumah anak kecil itu turun dari gendongan Kinanti dan berlari kecil keluar menghampiri Adi. Anak kecil itu berdiri di depan Adi.


" Papa ayo masuk " ajak anak laki-laki itu menarik tangan Adi. Adi terkejut dengan panggilan anak kecil itu. Adi membungkukkan badan mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi anak itu. Ada kehangatan yang ia rasakan saat satu kata ' papa ' keluar dari bibir mungil dari seorang anak kecil itu. Adi tersenyum mencubit pelan pipi gembul anak itu.


" Maaf Mike suka begitu " kata Kinanti berbalik ke arah anak kecil itu. Kinanti berusaha menarik Mike dari tangan Adi tapi anak itu meminta gendong pada Adi.


Adi lalu menggendong Mike masuk ke dalam rumah dan menghabiskan sepanjang sore dengan Mike. Dan Mike sangat gembira sekali bermain dengan Adi. Sesekali terdengar tawa keduanya Kinanti yang melihat putra tunggalnya tertawa merasa bersyukur karena Mike seperti mendapatkan pengganti sosok ayah yang sangat ia rindukan.


Tak terasa hari beranjak sore Adi pamit untuk pulang. Ketika Adi hendak pamit pulang Mike kelihatan bersedih. Raut muka yang ceria dari Mike berubah sedih dan menarik tangan Adi untuk tak pergi meninggalkannya membuat Adi tak tega.

__ADS_1


Kemudian Adi membujuk Mike agar tidak bersedih karena lain waktu akan main lagi membuat wajah anak kecil itu berseri kembali. Adi tersenyum sambil mengelus pucuk rambut Mike.


Setelah berpamitan Adi menuju ke mobilnya dan melajukan mobil pulang ke rumah.Mobil melaju dengan kecepatan sedang di dalam mobil Adi pun tersenyum atas kejadian tadi di rumah Kinanti.


__ADS_2