
Sudah seminggu lamanya Shasha mendiamkan Adi suaminya. Selama seminggu itu Shasha tak melupakan kewajibannya untuk mengurus rumah dan suaminya. Shasha setiap hari memasak buat suaminya, menyiapkan pakaian kerja buat suaminya. Dan bila malam hari tidur di tempat tidur yang sama. Bedanya Shasha menjaga jarak terhadap suaminya.
Setiap harinya tak bosannya Adi memohon maaf pada Shasha. Tapi sejauh ini Shasha seolah tak mempedulikan suaminya. Ia terus diam... dan diam...
Seperti malam ini setelah makan malam Shasha masuk ke kamar dan berusaha untuk tidur meski belum mengantuk. Selesai makan malam Adi pun menyusul istrinya ke kamar. Dilihatnya Shasha tidur memunggungi dirinya. Lalu Adi naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya.
Dan seperti biasanya Adi membujuk istrinya meminta maaf pada Shasha. Shasha hanya diam saja masih memunggungi suaminya.
Tangan kekar Adi melingkar di pinggang Shasha. Mengeratkan pelukannya menyandarkan kepalanya di bahu istrinya.
Shasha terbuai menikmati aroma tubuh suaminya yang selama seminggu ini ia menahannya. Menahan kerinduannya akan sentuhan hangat suaminya.
Tanpa ada penolakan dari istrinya membuat Adi merasa senang.
Adi mulai memejamkan matanya lalu tidur sambil memeluk istrinya.
Shasha membiarkan Adi memeluknya. Menikmati tempat ternyaman nya yang selama seminggu ini ia acuhkan. Lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
Shasha menggeliatkan badannya perlahan membuka matanya. Melihat jam dinding di kamarnya menunjuk angka 5 pagi. Shasha melihat tangan suaminya masih melingkar di pinggangnya.
Shasha melonggarkan pelukan suaminya membalikkan tubuhnya menghadap suaminya. Shasha mendongakkan kepalanya menatap wajah teduh suaminya. Dipandanginya wajah tampan suaminya. Melihat dengan jelas nyata mahkluk ciptaan Tuhan di sebelahnya. Lalu mengelus pipi suaminya dengan punggung tangannya. Membuat si empunya terusik tidurnya perlahan membuka matanya.
Dengan cepat Shasha menghentikan gerakan tangannya. Namun keburu tangan Adi meraihnya mengecup punggung tangan istrinya. Lalu mengusap lembut pucuk rambut istrinya dan sebuah kecupan mendarat di kening istrinya.
" Maafkan aku" kata Adi sambil menatap istrinya. Shasha menatap suaminya dan tersenyum.
" Aku memaafkan mu" kata Shasha. Adi merasa senang akhirnya istrinya mau bicara lagi dan telah memaafkan nya.
" Tidak marah lagi " kata Adi masih menatap istrinya. Shasha mengangguk.
Pada akhirnya mereka menuntaskan kerinduan yang selama seminggu ini tertahan. Keduanya melakukan kegiatan pagi yang melelahkan sekaligus juga menyenangkan. Ciuman hangat diberikan Adi pada istrinya setelah mengakhiri kegiatan panas mereka di pagi hari ini.
Adi sudah rapi dengan pakaian kerjanya dan bersiap akan berangkat bekerja. Sementara Shasha masih di tempat tidur.
Adi membiarkan istrinya yang kelelahan karena ulahnya tadi pagi.
__ADS_1
Adi menghampiri istrinya dan duduk di pinggir ranjang. Mengusap pipi istrinya memberi kecupan sekilas ke bibir tipis istrinya.
" Mas mau berangkat" kata Shasha hendak bangun tapi tangan Adi mencegahnya.
" Iya. Sudah tidur saja kau pasti capai" kata Adi mencium kening Shasha.
" Tapi mas belum sarapan" kata Shasha.
" Nanti sarapan di kantor, sudah ya" kata Adi lembut. Mengusap pucuk rambut Shasha lalu bangkit berdiri. Berjalan keluar kamar dan berangkat kerja.
Shasha menatap Adi sampai bayangannya menghilang di balik pintu. Shasha menyelimuti tubuhnya kembali rasanya pegal seluruh tubuhnya tapi ia bahagia. Shasha tersenyum membayangkan kegiatan pagi tadi bersama suaminya yang menguras tenaganya.
Semoga setelah ini ada kebahagiaan yang menghampiri kehidupan pernikahannya.
*********************
Hari-hari merambat begitu cepat tak terasa sudah tiga bulan lamanya hubungan Adi dan Shasha telah membaik. Senyum terukir indah di bibir Shasha. Ia merasa bahagia sekali karena suaminya telah berubah. Adi lebih sering di rumah setelah pulang dari bekerja. Menghabiskan waktu bersama Shasha istrinya.
__ADS_1
Merelakan dan melepaskan orang yang amat dicintai sangatlah tidak mudah. Apalagi harus melupakannya sungguh sangat menyiksa sekali. Meski itu sulit tapi Adi mencoba berdamai dengan hatinya. Dan mulai membuka diri untuk Shasha istrinya. Walau ia menyadari belum mencintai istrinya.