Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 107 Terjebak Macet


__ADS_3

Hari berganti hari tak terasa sudah enam bulan lamanya Adi menjadi presdir menggantikan paman Dom. Di masa kepemimpinan paman Dom yang dingin dan tegas membuat perusahaan Nugroho bangkit dari keterpurukan. Dan sekarang Adi sebagai presdir baru yang meneruskan dan memajukan perusahaan Nugroho.


Seorang lelaki tampan berkulit sawo matang keluar dari mobil. Di sebelahnya berdiri seorang lelaki yang lebih muda dan tak kalah tampan. Keduanya berjalan beriringan memasuki lift. Semua karyawan menyapa dan menunduk saat dua lelaki tampan itu melewati mereka.


" Selamat pagi pak presdir " sapa beberapa karyawan saat pemimpin perusahaan itu melewati mereka.


" Pagi " sapa ramah lelaki itu yang tak lain presdir baru mereka.


Ya lelaki tampan berkulit sawo matang itu Adi tersenyum ramah pada para karyawan nya. Sementara di sebelah Adi, Chris hanya diam dan mengikuti langkah sepupunya.


Pintu lift pun terbuka dan membawa keduanya ke lantai empat yang merupakan ruangan presdir dan asisten nya. Sampai di lantai empat Adi melangkah ke ruangannya melewati meja sekretaris Diana.


Adi duduk di kursi presdir sementara Chris masuk ke ruangan asisten karena dia menjadi asisten Adi. Chris ditugaskan ayahnya yakni paman Dom untuk mendampingi Adi. Beberapa saat kemudian masuklah sekretaris Diana yang hendak membacakan jadwal Adi hari ini.


" Selamat pagi pak presdir " sapa Diana.


" Pagi Di, apa jadwal saya hari ini " Adi meletakkan berkas yang baru diperiksa.


" Ada pertemuan dengan perusahaan Exa grup di hotel x jam sepuluh nanti " jawab Diana.


Adi tampak berpikir sebenarnya dia malas bertemu pimpinan dari Exa grup itu.


" Biar Chris yang menemui " jawab Adi.


" Tapi pak Chris ada pertemuan di tempat lain di jam yang sama. Dan pertemuan kali ini pihak Exa ingin bertemu langsung dengan bapak " sahut Diana.


Adi menghela nafas pelan.


" Baiklah " jawab Adi malas.


Diana mengangguk pelan kemudian berlalu dari hadapan Adi. Sejenak Diana melirik Adi sambil tersenyum tipis.


Menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya akhirnya sampai juga Adi dan Diana di hotel x. Keduanya disambut langsung presdir dari Exa grup, Ken.


Setelah pertemuan kurang lebih setengah jam kemudian tercapai kesepakatan kerjasama diantara perusahaan Nugroho dan perusahaan Exa. Kini saatnya bersantai mereka tidak lagi berbicara secara formal. Sambil menunggu makan siang Ken berbisik pada sekretaris nya. Lalu sekretaris Ken pergi beberapa saat datang lagi bersama dua wanita cantik dan seksi. Dua wanita cantik itu duduk di kiri dan kanan Ken.


" Ini yang tidak aku sukai dari Ken " bisik Adi pada Diana.


" Kalian sama saja " bisik Diana.

__ADS_1


" Aku lebih baik dari Ken " Adi menyombongkan diri.


" Oh ya gimana kalau kita buktikan " Diana tersenyum tipis menunjuk ke arah dirinya dan Adi.


" Gila kau Di " melirik Diana.


Sekretaris Diana terkikik pelan.


" Mari kita bersenang-senang sebentar kau bisa pilih yang mana " tawar Ken.


" Tidak terimakasih, Ken. Oh ya aku baru ingat masih ada pertemuan yang harus aku hadiri, permisi " sahut Adi bangkit dari duduknya.


" Hei kenapa kau selalu menolak tawaranku " Adi tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Ken.


Ken menanggapi dengan tertawa melihat kepergian Adi dan sekretaris Diana. Ken melanjutkan acara bersenang-senang nya sementara Adi dan Diana sudah berada di mobil.


Mobil Adi melaju di jalanan menuju ke perusahaan Nugroho. Mobil melaju dengan kecepatan sedang lima belas menit kemudian mobil melaju lambat karena ada antrian panjang mobil di depannya Adi menghentikan mobilnya.


" Ada apa Di " tanya Diana.


" Nggak tahu " Adi menurunkan kaca mobil dan bertanya pada orang yang lewat.


Hujan deras mulai membasahi kawasan itu Adi berdiam diri sambil menunggu hujan reda dan macet. Adi menyadarkan tubuhnya sementara di sebelah nya Diana tampak santai memandangi hujan lewat kaca mobil. Tak ada yang bicara hening dan sepi, mereka larut dalam pikiran masing-masing.


" Boleh kutanya sesuatu " suara Diana memecah kesunyian.


Adi menoleh.


" Gimana kau bisa ketemu dengan istrimu " tanya Diana.


Ya Diana bertanya pada Adi karena tidak tahu tentang Shasha. Yang Diana tahu dulu setelah Kinanti, Adi dekat dengan beberapa wanita teman kuliahnya termasuk dirinya. Dan saat Adi menikah Diana sedang pulang ke kampung halamannya.


" Kami dijodohkan " sahut Adi.


" Apa " Adi menutup telinga nya.


Diana kaget menatap lelaki di sebelahnya.


" Pelan kan suara mu " Adi menatap malas.

__ADS_1


" Gimana ceritanya " tanya Diana.


" Kami teman sewaktu kecil ... " lalu Adi menceritakan awal mula bertemu dengan Shasha hingga menikahi wanita yang menjadi ibu dari baby Zaneta.


" Rumit juga kisah percintaan mu " sahut Diana.


" Istriku itu lemah lembut dan pemaaf " kata Adi kemudian.


" Jadi kau memanfaatkan kebaikannya " tanya Diana.


" Bukan begitu seberapa pun kesalahanku dia pasti memaafkan ku " Adi bersandar sambil menatap hujan yang belum juga reda.


" Kalau aku yang jadi istrimu sudah ku pecat kau jadi suami " sahut Diana.


" Untungnya bukan kau yang jadi istriku " Adi tersenyum mengejek.


" Sialan kau " umpat Diana.


Adi terkekeh.


" Ngomong-ngomong kalau aku jadi yang kedua gimana " Diana mendekat sambil menyentuh lengan Adi.


" Ngomong apa sih kamu " Adi mendorong pelan tangan Diana.


" Kenapa aku tak kalah cantik dengan istrimu " sahut Diana.


" Jangan mulai lagi Di " Adi melihat ke depan.


Mobil di depannya mulai bergerak pelan Adi menyalakan mesin mobilnya. Hujan masih turun meski tidak sederas tadi. Polisi mengatur lalu lintas mengurai kemacetan akibat kecelakaan.


" Aku cantik dan menarik apa kau tidak tertarik padaku " rayu Diana.


" Pakai sabuk pengaman mu " Adi tidak menanggapi.


Adi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang karena lalu lintas sudah kembali lancar. Adi melirik wanita di samping nya. Diana memang cantik dan menarik Adi tidak memungkirinya karena dia lelaki normal. Tapi dia masih bisa berpikir waras ada istri dan anaknya yang menantinya di rumah sepulang bekerja. Dan ada tanggungjawab yang besar mengingat amanat ayahnya. Itu yang Adi pegang saat ini dia tidak ingin membuat ibunya kecewa.


************


Semoga masih setia menanti kisah selanjutnya di Maafkan Aku, Istriku ....

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2