Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 137 Cemburu Sama Anak Kecil


__ADS_3

Andrew berjalan masuk ke rumah dia memilih masuk ke kamar nya di lantai atas. Membiarkan temannya bersama adiknya di ruang keluarga dia tidak mau mengganggu sepasang kekasih itu.


Lelaki tampan di sebelah Eli tetap terlihat tampan meski nampak jelas raut lelah di wajahnya. Ia masih bisa tersenyum hangat pada kekasihnya hal itu membuat gadis di sampingnya itu dipenuhi rasa bahagia.


Nathanael masih berbincang dan menanggapi setiap hal yang dibicarakan oleh gadis yang kini menjadi kekasihnya itu. Kadang lelaki tampan itu tertawa geli melihat tingkah lucu Eli. Membuat hati Nathanael terhibur dan menghilangkan lelah yang melanda dirinya. Lelaki tampan itu melihat jam di pergelangan tangannya lalu beralih menatap kekasihnya.


" Sudah malam El, kakak mesti pulang " ucap lelaki tampan itu.


" Kenapa kakak tidak menginap di sini " sahut Eli cepat.


" Kakak masih banyak pekerjaan El " lelaki tampan itu beralasan.


" Apa malam hari kakak juga bekerja " tanya Eli.


Lelaki tampan itu hanya tersenyum sambil mengacak pucuk rambut kekasihnya. Sementara gadis itu memanyunkan bibirnya.


" Sudah malam tidurlah " suruh Nathanael pada kekasihnya.


" Tidak mau aku ingin mengantar kakak sampai ke mobil " lelaki tampan itu mengalah dan membiarkan kekasihnya mengantar hanya sampai di depan teras rumah saja.


Keduanya berjalan beriringan dengan tangan Eli yang bergelayut manja di lengan kekasihnya. Hingga gadis itu menghentikan langkahnya di teras rumah. Lelaki tampan itu berjalan menuju mobilnya lalu masuk dan duduk di balik kemudi. Lelaki itu menjalankan mobilnya hingga menghilang di kegelapan malam. Selanjutnya Eli masuk ke dalam rumah naik ke lantai atas masuk ke kamar nya dan tidur.


Esuk harinya terjadi keramaian di rumah keluarga papa Sam. Rumah yang selalu sepi setiap harinya karena ditinggal oleh pemilik rumah. Rumah yang terbilang mewah itu hanya ada dua penghuni rumah di setiap harinya yaitu pak Udin dan bi Ani saja. Kini sangat ramai karena pemilik sebenarnya sudah datang yakni papa Sam dan mama Santi.


Ditambah lagi sekarang ada Shasha dan suaminya serta si cantik Zane. Juga Andrew dan istrinya serta Delon. Dan gadis manis yang kini menanti kepastian dari kekasihnya, Eli. Semua penghuni rumah berkumpul di ruang keluarga yang luas itu.


Shasha memilih duduk di sofa bersama kedua orangtuanya. Sedang Adi menjaga si cantik Zane yang tidak bisa diam sedari bangun pagi tadi. Demikian juga Andrew yang memangku Delon meski batita kecil ini belum bisa berjalan. Tapi melihat kakak nya Zane yang berlari ke sana sini membuat si tampan Delon tertawa riang sambil menggerakkan kedua kakinya. Istri Andrew sedang di dapur membuat sufor untuk Delon.


Tak berapa lama Eli menuruni anak tangga dan bergabung dengan saudaranya yang lain. Gadis manis itu duduk di sebelah mama Santi. Andrew sekilas melihat adiknya lalu beralih ke kamar tamu di sebelah kamar yang di tempati Shasha tertutup rapat.


Semalam apa Xander pulang, gumam Andrew. Rasa penasarannya membuat Andrew bertanya pada adiknya.


' Dik, apa Xander tadi malam tidak menginap " tanya Andrew.


Karena semalam Andrew melihat temannya tampak kusut dan terlihat lelah .


" Tidak kak em mungkin sebentar lagi datang " jawab Eli.


" Jangan memaksa dia datang kasihan El, kekasihmu itu banyak sekali yang diurus " sahut Andrew.


" Ih, kakak siapa yang maksa dia sendiri yang mau datang " seru Eli tak mau kalah.


" Tapi kamu ngarep kan dia datang " ledek Andrew.

__ADS_1


Ck, menyebalkan umpat Eli dalam hati tapi kalau kekasihnya benar datang dia juga senang sih. Gadis manis itu melamun sambil membayangkan wajah kekasihnya.


" Nggak usah melamun noh yang ditunggu sudah nongol " Andrew berkata keras membuyarkan lamunan Eli.


" Mana kak " sahut Eli.


" Kena kau " Andrew terkekeh geli melihat tingkah adiknya.


" Ah kak Andrew menyebalkan " sungut Eli.


Sementara di depan pintu gerbang pak Udin membukakan pintu untuk kekasih Eli. Pagi ini lelaki tampan itu memakai mobil yang biasa ia gunakan sehari-hari. Mobil warna putih itu berhenti di halaman rumah papa Sam. Dan seorang lelaki tampan yang tak lain Nathanael keluar dari mobil.


" Ganti mobil lagi den " tanya pak Udin.


" Pak Udin bisa saja ini mobil lama " sahutnya.


" Tapi kelihatan baru den " kata pak Udin berkomentar.


Iya pak mobil ini selalu dirawat sehingga seperti baru dan banyak menyimpan kenangan, gumam Nathanael. Hanya dia yang tahu mobil yang dikendarai saat ini dan kenangan apa yang masih membekas sampai saat ini. Tapi itu sudah lewat dan sudah tenggelam bersama kenangan yang harus ia buang jauh.


Lelaki tampan itu menghela nafasnya lalu mengangguk ramah pada pak Udin. Lalu melangkah masuk ke rumah saat bersamaan...


" Zane jangan lari jauh papa sudah capai " Adi mengejar si cantik Zane yang mengajak papanya bermain kejar-kejaran.


Batita kecil itu memeluk kaki Nathanael dan mendongak ke atas.


" Om capa " si cantik Zane bertanya dengan gaya yang lucu.


Batita cantik itu bertolak pinggang membuat Nathanael gemas. Dan mengangkat tubuh kecil batita cantik itu lalu menoel pipi gembul nya.


" Hai cantik namanya siapa " Nathanael tersenyum melihat tingkah si cantik Zane.


Batita cantik itu seolah terpana dengan wajah tampan Nathanael. Lalu batita cantik itu tertawa sambil mengusap pipi Nathanael.


" namaku Cane, om " Zane mengulurkan tangan mungil nya.


" Cane em Cane ya " Zane mengangguk sambil tersenyum senang.


Sementara lelaki tampan itu mengeryit heran tidak mengerti yang diucapkan oleh batita dalam pangkuannya. Adi yang melihat dari jauh Zane di gendong oleh Nathanael lalu segera mendekat.


" Zane ayo sama papa " Adi berdiri berhadapan dengan Nathanael.


Batita cantik itu menoleh ketika mendengar suara papa Adi.

__ADS_1


" Papa... " Zane menyandarkan kepalanya di dada bidang Nathanael.


" Ayo Zane " Adi sedikit canggung berdiri di depan Nathanael.


Nathanael baru mengerti kata yang diucapkan oleh batita dalam pangkuannya. Ternyata namanya Zane, gumam Nathanael.


" Biar saja tidak apa-apa " Nathanael berkata ramah sambil tersenyum.


Adi mengangguk dan membiarkan Nathanael menggendong Zane. Keduanya kemudian menuju ruang keluarga di mana semua sudah berkumpul termasuk Eli. Andrew tak henti meledek adiknya membuat Eli semakin memanyunkan bibirnya. Huh, sebal Eli menggerutu.


" Shaloom paman dan bibi " Nathanael berucap salam dan menyapa papa Sam dan mama Santi.


Seketika Eli menoleh mendapati kekasih nya sudah berdiri di depan nya. Raut wajahnya berubah ceria melihat kekasihnya datang. Andrew menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya.


" Shaloom nak Xander mari silahkan duduk " sahut papa Sam.


Lelaki tampan itu mengangguk dan duduk di sofa berhadapan dengan papa Sam. Tak lama kemudian menyusul Adi dan duduk di sebelah Nathanael. Andrew melirik sekilas temannya dan suami sepupunya itu.


" Loh, kok Zane bisa bersama nak Xander " kali ini mama Santi yang buka suara.


" Tadi Zane lari ke depan, ma " beritahu Adi.


Mama Santi mengangguk.


" Zane ayo turun ikut mama yok " bujuk Shasha.


Batita cantik itu menggeleng dan mengalungkan tangan kecilnya ke leher Nathanael.


" Hai cantik entar aunty kamu cemburu lho " ledek Andrew sambil melirik Eli.


" Masa cemburu sama anak kecil sih El " papa Sam ikut nimbrung.


" Ih, papa sama saja kayak kak Andrew menyebalkan " seru Eli manyun.


Semua yang duduk di sana tertawa termasuk batita kecil yang sedang menjadi pusat perhatian pagi ini. Siapa lagi kalau bukan Zane yang menggemaskan. Nathanael melirik kekasihnya lalu membujuk si cantik zane. Setelah membujuk Zane akhirnya batita cantik itu mau ikut dengan papa Adi.


**********


Up lagi ...


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.


Yang suka sama Nathanael mampir di karyaku yang satu ini berjudul Perjalanan Cinta Nathanael.

__ADS_1


Terimakasih ...❤️❤️❤️


__ADS_2