
Pagi harinya Adi terbangun lebih dulu dan mengakhiri mimpi indahnya. Karena kegiatannya semalam bersama istrinya membuat pagi hari ini ia begitu segar dan ceria. Adi menumpu kepalanya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya membelai lembut wajah cantik istrinya.
Menelusuri wajah istrinya yang masih terlelap tidur. Ternyata istrinya itu cantik dan imut saat sedang tidur. Lama Adi mengamati wajah cantik istrinya. Sayang kenapa kamu sangat cantik dan menggemaskan sekali ingin rasanya mengulang kegiatan yang tadi malam. Rasanya malas untuk bangun dan kembali bekerja, gumam Adi lalu mengecup bibir tipis istrinya.
Adi menyematkan helaian rambut ke belakang telinga istrinya. Membuat istrinya terusik dan mengerjap matanya. Shasha menguap sebentar lalu menyelaraskan pandangannya ke sekeliling ruangan kamar. Shasha melirik ke samping mendapati suaminya tengah memandang dirinya sambil tersenyum.
" Pagi sayang " sapa lembut Adi.
" Kenapa senyum-senyum " tanya Shasha melihat sekilas suaminya lalu kembali memejamkan matanya.
" Jawab dulu dong sayang " Adi merangkul pinggang istrinya.
" Pagi juga mas " Shasha mencubit pelan pipi suaminya.
Shasha tertawa kecil.
" Apa ada yang lucu " Shasha menggeleng.
Menggemaskan dan cup Adi mengecup sekilas bibir istrinya.
" Ish, sebel deh " manyun Shasha.
" Tapi suka kan " Adi mengeratkan pelukannya.
" Sudah ah mas belum mandi " Shasha berusaha bangun tapi ditahan Adi.
" Sebentar sayang " Adi tambah mengeratkan rangkulan tangannya.
Shasha melihat jam di dinding kamar nya sudah menunjuk angka enam lebih sepuluh menit.
" Sudah sana mandi " Shasha mendorong pelan tubuh suaminya.
" Kita mandi bareng yok " bujuk Adi.
" Nggak ah mas " tolak Shasha.
" Kenapa " Adi mengendus ke bawah telinga Shasha dan mengecup singkat leher istrinya.
Shasha menggeliat geli.
" Nanti lama em " jawab Shasha menahan geli.
__ADS_1
" Sebentar saja sayang ya " bujuk Adi lagi.
Kembali Adi mengecup bawah telinga istrinya membuat ibu satu anak itu mendesah pelan.
" Em, iya ih kenapa mas menyebalkan pagi ini " Adi terkekeh.
Membuat Shasha menatap jengah.
Huh! untung cinta, gumam Shasha. Alamat badan remuk semua ini Shasha memilih berlalu ke kamar mandi setelah rangkulan suaminya mengendor.
" Sayang tunggu " Adi bangkit menyusul istrinya masuk ke kamar mandi.
Keduanya sudah keluar dari kamar mandi setelah hampir satu jam lamanya. Adi telah rapi dengan baju kerjanya keluar kamar beriringan dengan Shasha menuju meja makan. Di meja makan ibu Rina sudah selesai sarapan. Dengan santainya Adi menarik kursi untuk istri dan dirinya.
Di sebelah nya Chris telah selesai sarapan dan menunggu bos tempat nya bekerja sekaligus sepupunya itu. Bosnya tadi malam minta Chris pagi ini untuk menunggunya karena mau berangkat bareng, katanya.
Chris hanya bisa pasrah ketika jam hampir menunjuk angka tujuh tapi bos sekaligus sepupunya itu belum keluar dari kamar. Membuatnya mendecak sebal saat sepasang suami-istri itu baru keluar ketika waktu menunjuk angka tujuh lewat lima menit. Satu kata yang hendak Chris lontarkan pada sepupunya itu menyebalkan namun hanya bisa ia katakan di dalam hati saja.
Chris melirik sepupunya yang terlihat begitu senang dan bersemangat pagi ini. Dan melihat penampilan Adi dengan rambut basahnya bisa dipastikan apa yang baru saja pasangan itu lakukan di dalam kamar sana.
Sementara ibu Rina menatap anak dan menantunya bergantian. Lalu tersenyum simpul melihat sepasang suami-istri itu duduk di depannya dengan rambutnya yang basah. Sebelum Adi menyapa ibunya dan Chris, bu Rina lebih dulu bertanya pada anaknya.
Adi menatap wajah wanita paruh baya bergelar ibu itu.
" Hampir dini hari bu " ucap Adi tenang.
Wanita paruh baya itu mengangguk. Shasha merasa tak enak hati lalu melihat sekilas mertuanya.
" Apa Zane rewel bu " tanya Shasha.
" Tidak nak Zane sepertinya senang tidur bersama ibu. Mendingan Zane tidur sama ibu dan kalian bisa secepatnya memberi nya adik " bu Rina masih tersenyum.
" Uhuk ... uhuk ... " Adi tersedak ludahnya sendiri.
Shasha menyodorkan segelas minuman kepada suaminya lalu Adi meneguknya.
" Eh, ibu ngomong apaan sih " elak Adi.
" Beneran berikan Zane adik biar ada temannya " ucap bu Rina senang bila harapan nya menjadi kenyataan.
Adi menggaruk tengkuknya sambil tersenyum penuh arti meski pada kenyataannya memang itu yang ia inginkan. Ternyata ibunya juga mendukung nya. Sementara wanita di sampingnya tersenyum kikuk.
__ADS_1
Shasha kemudian mengalihkan perhatiannya dengan mengambilkan sarapan untuk suaminya dan dirinya sendiri. Selesai sarapan Adi pamit pada ibunya lalu melangkah beriringan dengan istrinya.
Sedang Chris lebih dulu ke depan dan menunggu sepasang suami-istri itu di mobil. Sampai pintu depan Adi mencium kening istrinya dan mencium bibir istrinya sekilas.
Adi berjalan masuk ke mobil dengan Chris yang duduk di balik kemudi. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju perusahaan Nugroho.
Kedua lelaki tampan itu berjalan beriringan menuju ruangan mereka. Semua karyawan sudah masuk hanya karyawan di bagian resepsionis saja yang dapat melihat bos mereka. Karyawan itu berbisik dengan temannya saat melihat bos dan asistennya datang terlambat. Tak biasanya kedua atasan tempat mereka bekerja datang terlambat bersamaan. Biasanya hanya salah satu di antara keduanya terlambat ke kantor.
Adi tetap berjalan menuju ruangan nya diikuti Chris dan mengabaikan beberapa karyawan yang berbisik mengenai dirinya. Sampai di depan meja sekretaris Adi disambut sapaan ramah sekretaris nya.
" Selamat pagi pak presdir " sapa ramah sekretaris itu.
Adi berhenti di depan meja sekretaris.
" Pagi juga Mei yang cantik dan imut " puji Adi sambil melirik sepupunya.
Adi tersenyum tipis dan masih betah berdiri ditempat nya.
" Pak presdir bisa saja " sekretaris Mei tampak tersipu malu.
" Baiklah lanjutkan pekerjaan mu " Adi berjalan masuk ke ruangannya.
Sementara di sebelah meja sekretaris Chris berdiri sambil memandang tak suka pada sepupunya itu.
Hm, kenapa dia begitu menyebalkan pagi ini. Tadi di rumah sekarang begitu ramah pada sekretaris nya. Chris masuk ke ruangannya dengan perasaan yang campur aduk.
Sementara di ruangan presdir.
Adi duduk sambil menyalakan laptopnya dan melihat wajah sepupunya yang terlihat kesal saat dia menyapa sekretaris barunya itu.
Adi tertawa melihat tingkah sepupunya itu. Kena kau ...
************
Up lagi ...
Apalagi ini ... mau tahu kelanjutannya tenang saja yang jelas nggak ada lagi pelakor.
Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih ... ♥️♥️♥️
__ADS_1