
Sepulang dari olahraga pagi Shasha dan Adi masuk ke dalam rumah. Adi masuk ke kamar dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Shasha langsung ke dapur membuat sarapan pagi. Walau tadi sudah makan bubur ayam tapi hanya sekedar mengganjal perut yang lapar.
Shasha mulai mengeluarkan bahan-bahan yang tersedia di kulkas dan mulai meraciknya. Ia mencoba menu masakan baru yang ia dapat dari YouTube. Sesekali melihat ke layar hp nya mengikuti instruksi dengan serius. Semoga hasilnya memuaskan kata Shasha tersenyum puas setelah menyelesaikan masakannya.
Selesai memasak lalu menatanya di meja makan. Kemudian Shasha beranjak dari dapur dan hendak membersihkan diri.
Masuk ke kamar bermaksud memanggil suaminya tapi tak di dapatnya. Ia mencarinya ke kamar mandi ternyata kosong. Shasha pun keluar kamar menuju ruang tengah dan ruang tamu juga tak ada. Mungkin di belakang rumah, dan Shasha berjalan ke halaman belakang rumahnya.
Sebelum itu Adi yang masuk kamar lalu membersihkan diri di kamar mandi. Selesai ritual mandi Adi keluar kamar, dilihatnya Shasha sedang asyik memasak. Ia ingin mendekat tiba-tiba dering telpon membuatnya pergi ke halaman belakang.
Adi sedang berbicara dengan seseorang di sambungan telponnya. Hingga tak menyadari ada Shasha yang mencarinya sejak tadi berjalan mendekatinya.
" Mas kamu di sini" seru Shasha mendekat ke arah suaminya. Sedetik kemudian Adi memutuskan panggilan telponnya.
" Eh iya ada apa?" tanya Adi menoleh ke arah Shasha istrinya. Adi menyuruh istrinya duduk di sebelahnya. Lalu Shasha mendekat dan duduk di samping Adi suaminya.
" Masakannya sudah matang mau makan sekarang" seru Shasha.
" Boleh" sahut Adi kemudian beranjak dari tempat duduknya. Merangkul bahu istrinya dan berjalan masuk rumah.
__ADS_1
Keduanya berada di area meja makan. Adi menarik kursi lalu mendudukinya. Di sebelahnya Shasha mengambil piring sendok berikut nasi dan lauknya. Lalu diberikan suaminya.
" Masak apa sepertinya enak" Adi melihat piring yang disodorkan ke arahnya.
" Garang asem" kata Shasha sambil menarik kursi lalu mendudukinya. Shasha mengamati suaminya yang makan masakan yang baru ia buat. " Enak gak mas."
" Em enak" komentar Adi kemudian.
" Beneran mas."
" Coba deh" sambil menyuapkannya ke Shasha.
" Apaan sih mas" Shasha tersipu malu.
Dengan malu-malu Shasha mengikuti arahan suaminya. Shasha membuka mulutnya dan membiarkan Adi menyuapinya. Mengunyahnya pelan menikmati masakan yang baru pertama kali ia buat. Ternyata enak juga, lalu Shasha mengambil piring sendok juga nasi dan garang asem menyantapnya hingga habis. Adi juga selesai menyantap masakan yang dibuat istrinya.
Selesai makan keduanya beranjak ke ruang tengah. Tak ada kegiatan di hari libur hanya bersantai sambil nonton tv dan kegiatan rumahtangga lainnya.
Semenjak Bu Rina mertuanya pergi ke tempat saudaranya, Shasha lah yang mengerjakan tugas rumahtangga dibantu bu Yem yang membantunya.
__ADS_1
Hari mulai malam selesai makan malam Adi dan Shasha bersantai di kamar. Karena di kamar juga ada tv tapi jarang ditonton. Shasha masuk ke kamar mandi menggosok gigi membasuh mukanya lalu ke luar dari kamar mandi. Lalu berjalan ke ranjang merebahkan tubuhnya hendak tidur.
Sementara Adi duduk di ranjang menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang kemudian menyalakan tv. Melirik ke arah istrinya yang ikut nonton tv. Meraih tubuh istrinya melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya. Menikmati aroma tubuh istrinya.
" Apaan sih mas" bergeser tubuhnya menjauhi suaminya.
" Aku pengin begini' kata Adi tak melepaskan pelukannya. Merengkuh tubuh Shasha merapat ke tubuhnya.
Shasha merasa nyaman dalam pelukan suaminya. Disandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya. Menghirup aroma parfum maskulin suaminya, menikmatinya ada kehangatan tercipta di sana. Ingin tetap berlama-lama dalam kehangatan tubuh suaminya.
Perlahan mata mulai terpejam sesekali Shasha menguap dan hendak tidur. Sedetik kemudian suara Adi suaminya membuatnya membuka matanya.
" Kau boleh bekerja" lirih suara Adi ke telinga Shasha. Tapi Shasha masih bisa mendengarnya. Ia kaget sekaligus gembira akhirnya Adi mengijinkannya bekerja.
" Terimakasih mas" sahut Shasha sambil mencium pipi suaminya.
" Cuma di sini" sambil menunjuk ke arah pipi.
" Muach muach muach" kecup Shasha di pipi, dahi dan bibir suaminya.
__ADS_1
Ketika hendak melepaskan ciumannya Adi menahannya dengan tangannya ditaruh di tengkuk istrinya. Sehingga menimbulkan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman biasa. Dan malam itu keduanya mencapai puncak nirwana bersama. Terjadi penyatuan di antara keduanya.
Peluh membanjiri di tubuh keduanya. Entah berapa kali penyatuan keduanya yang jelas malam itu menciptakan harapan semoga benihnya tertanam di rahim istrinya. Semoga saja....