Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 53 Kepulangan Papa Dan Mama


__ADS_3

Mobil warna hitam itu meluncur ke kawasan perumahan elite sore menjelang malam hari. Dan berhenti di depan bangunan tingkat dua dengan pagar yang tingginya melebihi tinggi seorang dewasa. Seseorang dari halaman rumah itu berlari ke pintu gerbang dan membuka pintu gerbang agar mobil itu bisa masuk.


Seorang lelaki paruh baya keluar dari mobil itu. Dia masih terlihat gagah dan tampan di usianya yang tidak muda lagi. Di susul seorang wanita cantik yang seumuran dengan lelaki tadi. Masih terlihat kecantikannya di usianya yang menjelang senja itu. Keduanya tampak bergandengan tangan mesra memasuki rumah yang telah lama ditinggalkannya.


" Selamat datang tuan dan nyonya, gimana kabar tuan dan nyonya " kata bi Ani.


" Baik bi, di mana putri dan menantuku " tanya wanita paruh baya itu.


" Mama ini kita kan baru datang lebih baik istirahat dulu " kata lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu.


" Mama sudah nggak sabar pengin ketemu mereka berdua, pa " kata si wanita itu.


" Mereka sedang istirahat di kamar " kata bi Ani memberitahu.


" Tuh kan, mending kita istirahat badan papa sudah pegal semua " seru lelaki itu lagi.


Ya, mereka adalah papa dan mama Shasha baru pulang dari luar kota. Lelaki paruh baya itu adalah Samuel Pratama dan istrinya Santi. Lalu papa Sam mengajak istrinya naik ke lantai dua karena letak kamar mereka ada di sana. Untuk istirahat karena perjalanan mereka yang jauh dan sangat melelahkan. Bi Ani mengikuti di belakang sambil membawa koper tuan dan nyonya rumah ini. Papa Sam dan istrinya istirahat di kamarnya sambil menunggu makan malam tiba.


Sementara itu di lantai satu Adi telah membersihkan diri dan sedang membangunkan istrinya. Adi naik ke ranjang menghampiri istrinya.


" Sayang, ayo bangun " kata Adi mengelus pipi istrinya lembut.


Shasha menggeliat sebentar lalu tidur lagi. Adi mengecup bibir istrinya sekilas terus kedua pipi istrinya, tangannya menyusup dibalik baju istrinya. Mendapat sentuhan lembut suaminya membuat Shasha mulai membuka matanya.


" Mas " kata Shasha.


" Apa, mau lagi ha " kata Adi tersenyum jahil.


" Ish, capai tau " bangkit bersandar di sandaran ranjang.


" Mandi gih sana udah mau makan malam lho " kata Adi mengusap lembut rambut Shasha.

__ADS_1


" Masih ngantuk " kata Shasha.


Adi meraih tubuh Shasha dan mendekapnya ke dadanya mengecup kening istrinya. Shasha melingkarkan tangannya di pinggang suaminya. Rasanya malas untuk bangun dan ingin bermanja lebih lama di samping suaminya. Beberapa saat kemudian terdengar ketukan dari luar.


Tok tok tok.


Keduanya saling berpandangan mata tidak mungkin bi Ani yang mengetuk pintu. Karena bi Ani sudah tahu kebiasaan mereka berdua, akan keluar kamar ketika makan malam tiba. Apa mungkin papa dan mama sudah pulang. Shasha melepaskan pelukannya dan hendak bangkit dari ranjang.


" Hallo sayang, apa mama boleh masuk " teriak bu Santi dari luar.


" Iya ma " sahut Shasha hendak berdiri tapi dicegah oleh Adi.


Lalu Adi melangkah menuju pintu dan membukanya. Di sana berdiri bu Santi setelah pintu di buka bu Santi setengah berlari menghampiri putrinya.


" Sayang gimana kabar kamu dan baby mu " tanya bu Santi merangkul putrinya. Melihat ke arah perut Shasha.


" Aku dan baby sehat gimana kabar mama dan papa " kata Shasha.


Adi mendekati kedua wanita itu dan menyalami mertuanya. Lalu meninggalkan kedua wanita di hadapannya untuk melepas rindu. Adi menuju ruang keluarga di sana sudah ada


papa Sam yang sedang nonton tv. Adi mendekati mertuanya dan menyalami lelaki paruh baya itu.


" Gimana kabar papa " kata Adi.


" Baik " sahut papa Sam.


Tiba-tiba saja papa Sam merangkul menantunya membuat Adi terkejut dan canggung. Adi ragu membalas rangkulan papa Sam.


" Terimakasih sudah mencintai dan menjaga putri papa " kata papa Sam berkaca-kaca.


Adi tersenyum dan mengangguk pelan menanggapi ucapan mertuanya. Tidak mampu berkata apa-apa karena ia belum melakukan banyak hal untuk kebahagiaan Shasha istrinya. Malah ia terlampau banyak menyakiti hati istrinya itu.

__ADS_1


Keduanya lalu duduk mengobrol ringan sampai dua wanita cantik beda usia itu datang menghampiri mereka.


Dan di sinilah mereka sekarang di meja makan menikmati makan malam bersama setelah sekian lama tidak bertemu.


" Papa beli rumah baru ya " tanya Shasha setelah selesai makan malam.


" Itu kan keinginan mama kamu " kata papa Sam.


" Tapi papa suka kan sama pilihan mama " kata bu Santi tak mau kalah. Papa Sam mengangguk untuk menyenangkan istrinya.


" Kenapa mama tidak tinggal di sini saja biar papa yang mengurusi bisnisnya " kata Shasha.


" Betul itu biar mama di sini menjagamu, papa tidak keberatan kok " kata papa Sam melirik istrinya.


Bu Santi melotot ke arah suaminya sementara papa Sam menelan ludahnya dan mengusap tengkuknya. Huh, apa ada yang salah, seru papa dalam hati.


" Enak buat papa susah buat mama kalau gitu " bu Santi tak terima.


" Lah, papa kan kerja ma " kata papa Sam lagi.


" Pokoknya mama tidak setuju, kemana saja papa pergi mama mesti ikut. Bila perlu kita beli rumah di mana ada bisnis papa di sana " seru bu Santi menatap tajam ke arah suaminya.


Wuih, orang kaya rumahnya tak terhitung di mana-mana. Kalau cuma satu dua saja bisnisnya sih nggak papa tapi ini di setiap kota bisnis papa Sam berada. Berapa jumlah rumah mereka dan berapa uang yang mereka keluarkan untuk membeli rumah beserta isinya. Yah, hitung sendiri saja.


" Iya iya " akhirnya papa Sam menyerah. Bu Santi tersenyum penuh kemenangan.


" Nah, gitu dong mama kan sayang sama papa " kata bu Santi merangkul tangan suaminya. Papa Sam tersenyum kecut.


Shasha tersenyum melihat perdebatan kedua orangtuanya. Hal seperti itu sudah biasa baginya karena setelah pertengkaran kecil itu mereka tampak semakin mesra dan saling menyayangi satu sama lain.


Beda dengan Adi yang jarang sekali bertemu dengan mertuanya. Tampak terkejut dan diam saja mendengarkan perdebatan kedua mertuanya itu. Setelah saling berdebat keduanya saling melempar senyum dan mama mertuanya merangkul mesra tangan papa Sam. Membuat iri saja bagi yang melihatnya, termasuk Adi tentunya.

__ADS_1


__ADS_2