
Adi melajukan mobilnya menuju jalan raya yang lengang oleh kendaraan. Membuatnya cepat sampai di rumah. Pak Udin yang masih terjaga karena menunggu majikannya datang. Melihat mobil majikannya berhenti di depan pintu gerbang pak Udin langsung beranjak dari tempat duduknya. Dan membukakan pintu gerbang untuk majikannya itu. Setelah nya menutup pintu gerbang kembali. Adi memasukkan mobilnya ke garasi lalu bergegas masuk ke rumah.
Suasana sepi karena penghuninya sudah terlelap tidur. Ruang tamu tampak gelap hanya lampu ruang keluarga yang masih menyala. Mungkin lupa dimatikan lalu Adi mencari saklar lampu dan mematikannya. Barulah Adi masuk ke kamar dilihatnya istrinya sudah tidur. Adi melangkah masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Lalu keluar dari kamar mandi memakai piyama tidurnya dan melangkah naik ke atas ranjang. Merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya. Mengecup kening istrinya lalu mengelus perut buncit istrinya itu. Kemudian melingkarkan lengannya ke pinggang istrinya dan tidur.
Pagi hari Adi telah rapi dan bersiap hendak pergi bekerja. Adi dan Shasha berada di meja makan menikmati sarapan pagi. Seperti biasa Adi menyuapi istrinya baru menyuapkan makanan ke mulutnya. Sampai makanan itu habis tanpa sisa.
Adi menatap istrinya sejenak ia tampak berpikir. Shasha merasa suaminya sedang memperhatikannya lalu menoleh ke arah Adi.
" Ada apa mas " tanya Shasha.
Adi tidak menjawab lalu tersenyum sambil menyelipkan anakan rambut ke telinga istrinya. Mungkin nanti saja sepulang kerja akan mengatakan pada istrinya.
" Mas berangkat dulu " sahut Adi.
Adi membantu istrinya berdiri dan keduanya berjalan sampai teras rumah. Adi mencium kening istrinya dan mengusap lembut perut buncit istrinya.
" Baik-baik di dalam ya sayang, jangan nakal " kata Adi pada anak dalam perut istrinya.
Lalu Adi melangkah masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar rumah. Mobil melaju keluar dari komplek perumahan elite menuju jalan raya. Beberapa saat kemudian sampailah Adi di depan gedung yang menjulang tinggi. Setelah memarkirkan mobilnya Adi melangkah menuju lift yang akan membawanya ke ruang kerjanya di lantai 6 gedung itu.
Saat masuk lift bersamaan dengan karyawan lain di situ juga ada Kinanti. Adi tampak cuek saja tapi tidak dengan Kinanti. Wanita bermata lentik itu memandang Adi tanpa berkedip. Ingin rasanya mengajak Adi ngobrol atau sekedar menyapanya saja. Sampai akhirnya pintu lift pun terbuka Adi hendak melangkah keluar.
" Adi " sapa Kinanti.
__ADS_1
" Maaf " kata Adi lalu keluar dari lift menuju ke ruangannya.
Kenapa sekarang kau berubah Adi. Aku tidak akan tinggal diam aku tidak mau kau mengacuhkan aku seperti ini, batin kinanti.
Sementara itu Adi sudah berada di ruangannya. Duduk sambil mengusap dahinya lalu beralih ke pergelangan tangannya. Dilihatnya jam di tangannya lalu berdiri melangkah menuju ruangan bosnya.
Adi berjalan menuju meja mbak Nita sekretaris bosnya itu. Lalu bertanya pada mbak Nita
" Mbak Nita apa pak presdir sudah datang " tanya Adi.
" Sudah pak Adi " sahut mbak Nita.
Mbak Nita menyebut Adi dengan sebutan pak karena usianya lebih tua dari dirinya. Lalu Adi mengetuk ruangan presdir.
Tok tok tok.
Adi masuk ke ruangan presdir sekaligus teman semasa kuliahnya dulu.
" Maaf pak apa saya mengganggu waktu bapak " tanya Adi.
" Ah, kau Di nggak usah formal gitu kali. Silakan duduk dulu " sahut presdir.
Adi duduk di sofa ruangan bosnya. Ricko bos dan juga teman semasa kuliahnya dulu itu mendekat ke arah Adi. Ricko menjadi presdir menggantikan ayahnya yang ingin pensiun menikmati masa tuanya. Ricko duduk di sofa tunggal dan berbincang dengan Adi.
__ADS_1
" Aku mau mengajukan cuti " kata Adi.
" Berapa hari " tanya Ricko.
" Dua hari " kata Adi.
Ricko menganggukkan kepalanya lalu menatap teman semasa kuliahnya itu.
" Gimana dengan tawaran ku " tanya Ricko.
Adi tampak berpikir mungkin ini kesempatan bagi dirinya untuk belajar sebelum nantinya ia menggantikan pamannya.
" Baiklah " sahut Adi akhirnya.
Setelah berpamitan pada bosnya Adi keluar dari ruangan presdir. Adi melangkah ke ruangan HRD sambil membawa surat cuti yang telah ia siapkan sebelumnya. Lalu kembali ke ruangannya dan mulai mengerjakan tugasnya. Adi ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya sebelum dia cuti. Adi melewatkan jam makan siangnya dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
Dan akhirnya selesai sudah pekerjaannya hari ini. Adi merentangkan tangannya melihat jam di tangannya sudah menunjukkan jam pulang kantor. Adi mematikan komputernya lalu bangkit berdiri dan menyapa Dimas rekan kerjanya. Setelah itu melangkah menuju lift yang akan membawanya menuju tempat parkir mobil.
*******************
Segitu dulu ya up nya pengen tahu kelanjutannya ikuti kisahnya di Maafkan Aku, Istriku...
Mampir juga di karyaku yang lain yaitu Perjalanan Cinta Nathanael.
__ADS_1
Semoga sabar dengan karyaku yang satu ini karena up nya lambat.
Terimakasih.