Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 113 Makan Malam # 2


__ADS_3

Chris membelokkan mobilnya ke restoran xx , Adi turun lebih dulu. Chris membuka pintu mobil dan bergegas turun. Adi dan Chris masuk ke restoran dan menuju meja yang sudah dipesan oleh presdir Dean. Adi dan Chris berhenti melangkah ketika melihat sosok cantik di depannya. Keduanya tampak kagum pada kecantikan wanita yang memakai dress panjang warna merah dan rambut tergerai indah. Tersenyum pada dua lelaki yang baru datang. Dialah Sarah adik dari Dean presdir Ardian grup.


Dan di sebelahnya seorang lelaki tampan dengan tinggi 175 cm berkulit putih bersih. Memakai kemeja warna navy dan celana panjang bahan. Dia Dean presdir Ardian grup menyambut kedatangan kedua tamunya.


" Terimakasih atas kedatangan presdir Adi di acara makan malam yang kami adakan " Dean mengulurkan tangannya.


Adi menjabat tangan Dean begitu pun Chris. Lalu Dean mengenalkan adiknya pada kedua lelaki di hadapannya.


" Ini adikku Sarah yang tadi siang mewakili saya. Maaf saya tidak bisa datang pada pertemuan tadi siang karena ada urusan yang tidak bisa ditunda " ucap Dean.


" Tidak masalah " jawab Adi tersenyum hangat.


Sarah menyalami Adi dan Chris. Sarah tak hentinya menatap Adi sedangkan lelaki berkulit sawo matang itu melampirkan senyum untuk menghormati adik dari presdir Dean.


Meski ada sedikit ketertarikan dengan adik presdir Dean, Chris hanya menampakkan wajah datarnya.


Lalu presdir Dean menyilakan tamunya duduk dan menikmati hidangan yang telah disediakan.


" Anggap saja makan malam ini permintaan maaf dari saya " ucap Dean tersenyum ramah.


Kemudian mereka berempat menikmati makan malam diselingi perbincangan ringan. Selesai bersantap Dean dan Adi melanjutkan perbincangan mereka. Ternyata rumor yang beredar bahwa Dean adalah seorang yang arogan adalah salah. Dibalik sikap arogannya Dean adalah orang yang ramah.


Chris hanya mendengarkan kakak sepupunya dan presdir Dean. Sesekali ia akan menjawab kalau itu menyangkut pekerjaan selain itu Chris hanya menyimak saja.


Dan Sarah sangat senang sekali dengan pertemuan malam ini. Dia bisa memandang lebih dekat lelaki yang disukai nya. Tanpa malu atau pun sungkan Sarah ikut berbincang dengan kakaknya dan Adi. Sarah menyenggol lengan kakaknya, Dean menoleh lalu menggeleng pelan.


Saat ketiganya sedang asyik ngobrol seseorang melangkah masuk ke restoran. Orang itu menyapa presdir Dean.


" Kak Dean " sapa orang itu.


Dean menoleh ke asal suara lalu tersenyum tipis.


" Hai Xander lama tidak bertemu gimana kabarmu " balas Dean.


Ya, orang yang baru datang itu Xander pemilik restoran xx. Ini cabang keempat restoran xx dan saat ini lelaki bermata sipit itu sedang berkunjung ke restoran nya.


" Kabarku baik , eh maaf kalau mengganggu " Nathanael hendak pergi.


" Sama sekali tidak mari ku kenalkan dengan rekan kerja ku " Dean mengenalkan Adi dan Chris pada Nathanael.


" Pak Adi " Nathanael tampak terkejut melihat siapa rekan kerja Dean.

__ADS_1


" Nathan " sapa Adi tak kalah terkejut.


Uh, kenapa dimana- mana ada lelaki ini, gumam Adi. Karena beberapa waktu lalu Adi sempat bertemu dengan lelaki itu. Dan hari ini bertemu dengan dia lagi. Di benak Adi diliputi berbagai pertanyaan tentang lelaki itu. Apalagi presdir Dean sepertinya sangat dekat dengan lelaki itu.


Lalu Adi dan Nathanael saling berjabat tangan.


" Kalian sudah saling kenal " tanya Dean.


" Ya " jawab Adi dan Nathanael bersamaan.


" Kakak " Dean menoleh.


Suara manja adiknya mengalihkan perhatian Dean.


" Oh ya Xander kau masih ingat dia " Nathanael menatap wanita di sebelah nya.


Nathanael tampak berkerut seolah mengingat wanita cantik itu. Sedetik kemudian dia menggeleng.


" Aku sungguh tidak ingat apa dia kekasihmu " Dean tertawa.


" Cobalah kau ingat sekali lagi " seru Dean.


Nathanael menelisik wanita di sampingnya sambil mengingat sesuatu dan ... tanda itu Nathanael baru mengingat nya. Tanda hitam di bawah telinga kanan wanita itu mengingatkan Nathanael pada ...


" Ya dia Sarah adikku " ucap Dean.


" Sarah yang dulu berkaca mata dan rambut di kucir satu " wanita itu mengangguk dan tersenyum.


" Bisa secantik ini " puji Nathanael.


" Aish kau ini bisa saja " Sarah mendelik sebal.


Nathanael tertawa tertahan. Dean yang melihat tersenyum tipis hampir tak terlihat. Ya, Dean dan Sarah mengenal Nathanael karena mereka bertetangga sebelum kecelakaan kedua orang tua Dean. Setelah kedua orang tua Dean mengalami kecelakaan kedua kakak beradik itu pindah ke panti asuhan karena mereka tidak memiliki saudara.


Pada akhirnya Dean dan Sarah bisa melanjutkan pendidikannya lalu meneruskan usaha ayahnya yang terbengkalai.


Dean, Sarah dan Nathanael saling bertukar kabar hingga seseorang memanggil Nathanael. Nathanael pamit undur diri pada keempat orang itu.


Setelah kepergian Nathanael, Adi dan Chris pun undur diri. Adi mengucapkan terimakasih atas undangan makan malam. Begitu pun Dean berterima kasih pada Adi dan Chris yang bersedia hadir memenuhi undangan makan malam nya.


Setelah kepergian Adi dan Chris, Dean dan Sarah masih duduk bersantai sambil menikmati suasana malam hari yang cerah. Tapi tak secerah suasana hati Sarah saat ini. Sarah menatap kakaknya dengan rasa kecewa yang dalam.

__ADS_1


Dean tahu apa yang dirasakan adiknya saat ini. Lebih baik adiknya kecewa dengan keputusan nya daripada menuruti kemauan adiknya yang tidak masuk akal.


Maafkan kakak, gumam Dean.


" Hai kenapa dengan wajahmu " Dean menyandarkan tubuhnya.


" Ck, aku kecewa pada kakak " protes Sarah.


" Sarah, dengarkan kakak apa yang akan kau lakukan itu bisa berdampak buruk pada perusahaan kakak " Dean mengamati adiknya.


" Kenapa bisa begitu " Sarah menatap heran kakaknya.


" Kau tahu siapa istri Adi " Sarah menggeleng.


" Istri Adi adalah anak pemilik Pratama grup " jelas Dean.


" Maksud kakak presdir Samuel Pratama itu .. " Sarah menutup mulutnya tak percaya.


" Ya meski perusahaan kakak perusahaan besar tapi tidak sebesar perusahaan milik mertua Adi. Dan kakak saat ini sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan Pratama grup. Kau mengerti sekarang " Sarah mengangguk pelan.


Musnah sudah harapan nya untuk merebut Adi dari istrinya. Sarah tertunduk lesu bertahun-tahun lamanya ia menyukai lelaki itu. Hingga ia rela mengubah penampilannya demi lelaki yang ia sukai. Pada akhirnya harapan tak sesuai kenyataan.


Dean merengkuh bahu adiknya yang mulai bergetar.


" Sudahlah adikku kau lihat masih banyak lelaki yang mengagumi mu. Kau bisa menyukai salah satu dari mereka. Kau lihat Xander dia tampan memiliki usaha restoran dan kafe di berbagai tempat. Atau Chris dia lelaki yang baik juga " ucap Dean.


" Siapapun yang kau pilih asalkan dia bukan lelaki beristri kakak akan dukung " lanjut Dean.


Setelah menenangkan dirinya Sarah menatap kakaknya.


" Kakak aku mau liburan " ucap Sarah.


" Liburan kemana ? " tanya Dean.


" Bali " Dean mengangguk.


Dean melihat jam menunjuk pukul setengah sepuluh malam. Belum terlalu malam tapi Dean memilih mengajak adiknya pulang. Dan mempersiapkan diri untuk liburan besuk. Semoga setelah liburan adiknya menemukan lelaki yang disukai.


*************


Semoga suka dengan ceritaku ini.

__ADS_1


Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.


Terimakasih.


__ADS_2