Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 68 Tak Sengaja...


__ADS_3

Setelah dari kontrakan Kinanti, Dimas melajukan mobilnya ke jalan raya. Meski Kinanti menawari makan malam dengan halus Dimas menolaknya. Dan sekarang Dimas sedang mencari makanan untuk mengganjal perutnya yang lagi berdemo. Dimas membelokkan mobilnya menuju cafe lalu memarkirkan mobilnya.


Lalu Dimas melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe. Seseorang dari dalam cafe sedang asyik dengan ponselnya. Orang itu berjalan tidak melihat ke depan. Akhirnya...


Bruk.


Orang itu menabrak Dimas yang ada di pintu masuk. Orang itu kaget lalu mendongak ke atas.


" Maaf..." kata orang itu merasa bersalah.


Saat orang itu tahu siapa yang ia tabrak orang itu terkejut dan juga Dimas.


" Dini. "


" Kak Dim. "


Sahut keduanya berbarengan. Ya, orang yang hendak keluar dari cafe itu adalah Dini. Ia terkejut sekaligus senang bertemu dengan kak Dim panggilan akrabnya pada Dimas.


" Lagi asyik apa sampai jalan saja nggak lihat ke depan. Untung yang ditabrak aku coba kalau orang lain ..." kata Dimas terhenti.


" Iya maaf kak tadi tidak sengaja...Jadi sebagai gantinya gimana kalau aku traktir makan " sahut Dini memotong ucapan Dimas.


" Okey " kata Dimas.

__ADS_1


Keduanya mencari tempat duduk setelah itu Dini memanggil pegawainya untuk mendekat. Lalu memesan makanan untuk Dimas dan dirinya. Dini memberi kode pada pegawainya, dan pegawai itu mengerti maksud dari bosnya. Setelah menulis pesanan pegawai itu masuk ke dalam.


Beberapa saat kemudian pegawai itu datang membawa pesanan bosnya. Setelah mengantar makanan pegawai itu masuk ke dalam.


" Silakan kak semoga suka dengan menu makanannya " kata Dini.


Dimas mencicipi masakan yang tersaji di piring. Setelah itu melahap makanan itu hingga tandas tanpa sisa. Selesai makan Dimas mengambil minuman lalu meneguknya. Dini hanya menatapnya sambil tersenyum.


" Gimana kak makanannya ? " tanya Dini.


" Enak dan...apalagi kalau gratis begini wah..." kata Dimas.


" Sering-seringlah kau menabrak ku jadi aku dapat makanan gratis " Dini hanya tersenyum menanggapi ucapan Dimas.


" Iya aku baru saja pindah dan bekerja di sini " kata Dimas.


" Sekarang kakak tinggal dimana? " tanya Dini.


" Deket perumahan elite " kata Dimas.


" Oh ya kak maaf aku harus pergi karena masih ada urusan " sahut Dini ketika sebuah pesan masuk ke ponselnya.


" Baiklah kalau begitu aku antar " kata Dimas. Dini mengangguk.

__ADS_1


Dini bangkit berdiri mencari pegawainya setelah ngobrol sebentar Dini melangkah menuju mobil Dimas. Dimas mengamati Dini sambil bersandar pada mobilnya. Setelah membukakan pintu pada Dini, Dimas memutari mobilnya dan duduk di bangku kemudi. Dimas melajukan mobilnya ke jalan raya yang tak begitu padat. Dini meminta berhenti di seberang tepat di depan cafenya. Lalu Dimas menepikan mobilnya. Kemudian Dini keluar dari mobil setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih atas tumpangannya.


Dini menyeberang jalan lalu berjalan menuju ke cafenya. Dimas masih ada di mobil menatap Dini penuh tanda tanya. Di cafe yang tadi Dini kelihatan akrab dengan pelayan cafe itu. Dan sekarang dia ada di cafe itu. Dimas keluar dari mobil dan melihat ke arah cafe yang dimasuki Dini. Lalu Dimas menepuk jidatnya itu kan Kafe Dini. Dimas membaca logo di atas bangunan itu sama seperti yang ada di cafe tadi ia singgahi.


Oh, betapa bodohnya aku ternyata ia pemilik cafe itu. Kenapa aku tidak tanya ya, seru Dimas merutuki kebodohannya.


Dimas masuk ke mobil lalu melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Di sepanjang perjalanan Dimas tersenyum saat mengenang kejadian di cafe tadi. Saat dia bertabrakan dengan Dini. Gadis itu ternyata makin cantik saja. Dulu pertama kali bertemu dengan Dini karena Dini sahabatan dengan Shasha. Tapi saat itu hati dan pikiran Dimas hanya ada Shasha. Sekarang saat bertemu dengan Dini, Dimas seolah disuguhkan pada kenangan masa lalunya tentang Shasha. Meski ia telah merelakan pujaan hatinya itu dimiliki oleh orang lain. Tapi rasa itu masih ada. Dimas menghela nafas perlahan saat pikirannya berkelana pada sosok yang mengisi seluruh relung hatinya itu. Apakah aku bisa melupakanmu Sha. Rasanya berat sekali menerima kenyataan pahit ini.


Tak terasa mobil Dimas telah sampai di rumahnya. Setelah memasukkan mobilnya ke garasi Dimas membuka pintu dengan kunci cadangan. Nenek dan adiknya pasti sudah tidur karena hari sudah larut malam. Dimas bergegas masuk ke kamarnya. Setelah membersihkan diri Dimas lalu merebahkan tubuhnya ke kasur. Tak lama kemudian ia terlelap terbuai mimpi.


****************


Okey segitu dulu ya... yang masih penasaran ikuti saja kelanjutan ceritanya di Maafkan Aku, Istriku....


Oh ya reader's aku mau promo novel baru nih....Masih up 2 bab sih semoga tetap semangat berkarya. Judulnya Perjalanan Cinta Nathanael.


Menceritakan tentang Nathanael yang belum bisa melupakan Shasha, persoalan keluarga, dan pada akhirnya Nathanael bertemu dengan seorang gadis yang mirip dengan Shasha. Mau tahu kelanjutan ceritanya....



Ikuti kisahnya di Perjalanan Cinta Nathanael.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2