Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
BONUS Maafkan Aku, Istriku ... Adi Dan Shasha ( 15 )


__ADS_3

Beberapa hari ini Adi berada di rumah orangtuanya karena lusa ia akan di wisuda. Adi memberitahu pada orangtuanya untuk hadir di hari bersejarah baginya. Tak lupa Adi menemui kekasihnya untuk ikut menyaksikan wisuda nya nanti.


" Datang ya " bujuk Adi pada Maria.


" Gimana ya aku merasa tidak pantas berada didekat mu " jawab Maria.


" Kamu pantas kok didekat ku, kamu pintar masak dan cari uang. Aku bangga padamu jadi mau ya ya " pinta Adi.


Maria tidak tega menolak nya lalu mengangguk Adi tersenyum lebar karena kekasihnya mau datang ke acara wisudanya nanti. Rencana nya setelah wisuda nanti Adi akan memberitahu orangtuanya bahwa ia sudah punya kekasih. Dan segera melamar Maria untuk jadi istrinya.


Setelah acara wisuda selesai dan mengenalkan Maria pada orangtuanya. Selanjutnya keluarga Adi datang ke rumah Maria untuk melamar kekasihnya itu. Acara lamaran digelar sederhana di rumah Maria dan dihadiri hanya keluarga inti saja. Ya karena ayah Lukas baru sembuh dari sakitnya.


Kini Adi dan Maria sudah resmi pertunangan. Tapi Adi sedikit kecewa karena kekasihnya mengulur waktu pernikahannya.


" Kenapa sih mesti ditunda " Adi sedikit kesal.


Maria menepuk punggung tangan kekasihnya.


" Yo, kamu kan baru diwisuda dan belum memiliki pekerjaan. Gimana nanti kalau sudah menikah mau makan apa kita " jawab Maria.


" Ya makan nasi lah " seru Adi.


" Terus emang nasi bisa turun dari langit gitu " Maria menatap kekasihnya.


" Ya nggak gitu juga Ri, em gimana ya aku bisa kok memberikan apa yang kamu inginkan " Adi menyakinkan kekasihnya.


" Aku percaya kamu bisa memberikan semua kebutuhan ku tapi aku ingin itu dari hasil keringat mu sendiri " tatap Maria lembut.


Adi tersenyum bangga pada kekasihnya.


" Baiklah mulai besuk aku cari kerja untuk masa depan kita " Maria melebarkan senyumnya.


Adi menepati janjinya pada Maria, ia sekarang sudah bekerja dan mengumpulkan pundi-pundi uangnya untuk hidup bersama Maria. Adi menolak bekerja di perusahaan ayah Lukas. Ia memilih merintis dari bawah dan bekerja di perusahaan teman kuliah nya.

__ADS_1


Setelah terkumpul cukup uangnya untuk menikah dengan kekasihnya. Adi berniat menemui kekasihnya di rumah bibi nya.


" Shaloom bibi, selamat malam " sapa Adi.


" Heh kamu Adi " wanita seumuran ibunya Adi menatap kesal pada Adi.


" Iya bibi. Apa Maria ada bi " tanya Adi.


" Kenapa malah tanya sama saya kemana kamu bawa Maria ha " tanya wanita itu kesal.


" Maksud bibi apa " Adi menatap bingung pada wanita sebaya ibunya itu.


Sebab Adi beberapa hari ini sibuk dengan urusan pekerjaan jadi belum sempat bertemu dengan Maria.


" Di mana kamu sembunyikan Maria. Maria sudah beberapa hari ini tidak pulang ke rumah. Dan dia tidak memberi bibi uang bulanan terpaksa bibi pinjam pada tetangga " beritahu bibi Rachel.


Jadi Maria tidak ada ke mana dia, gumam Adi. Dan kata bibi sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.


" Apa benar nak Adi " bibi Rachel tampak berbinar.


" Iya bi hari ini saya menemui bibi berniat serius pada Maria " membuat bibi Rachel tersenyum cerah.


Impiannya agar Maria mendapat calon suami orang kaya akan segera terlaksana. Dan hutang-hutangnya akan segera lunas.


" Tolong bibi ya nak cari keponakan bibi " pinta bibi Rachel.


Adi menghela nafasnya beberapa detik kemudian mengangguk pelan. Adi masih bertanya dalam hati kemana perginya kekasihnya itu. Cukup lama Adi berbincang dengan bibi Rachel. Akhirnya karena hari sudah malam Adi pamit pulang. Tak lupa Adi memberi sedikit uang untuk bibi Rachel membuat wanita sebaya ibunya itu tersenyum cerah.


" Terimakasih ya nak Adi " jawab bibi Rachel.


" Sama-sama bi, kalau begitu saya pamit dulu " Adi berdiri menyalami bibi Rachel.


Keluar dari rumah bibi Rachel, Adi melajukan motornya ke jalan raya. Adi mengendarai motornya menuju kontrakan Daniel. Ingin bertanya pada sahabatnya itu tentang keberadaan Maria. Adi juga menghubungi teman-teman SMA nya.

__ADS_1


Beberapa hari ini Adi sibuk mencari informasi tentang kekasihnya di sela kegiatan nya bekerja. Tapi sepertinya kekasihnya itu tak kunjung ditemukan. Adi memijat dahinya sudah hampir dua minggu ini tidak ada kabar tentang Maria.


Adi pulang ke rumah dengan perasaan galau. Adi langsung masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di ranjang. Tidak berapa lama terdengar suara serak ibunya memanggil. Seperti nya ibunya habis menangis.


" Ada apa bu " Adi mengeryit heran.


" Cepat bantu ayah ke mobil " perintah ibu.


" Ada apa dengan ayah, bu " Adi gegas ke kamar orangtuanya.


" Penyakit ayah kambuh lagi nak " ibu terlihat tampak tenang.


Ibu memanggil pak Slamet untuk menyiapkan mobil. Adi membopong tubuh ayah Lukas ke mobil. Bu Rina duduk di sebelah ayah Lukas sedang Adi di sebelah sopir. Pak Slamet melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Sampai rumah sakit ayah Lukas dibawa ke ruang UGD. Setelah mendapat pertolongan pertama ayah Lukas dibawa ke ruang rawat. Untuk kesekian kalinya ayah Lukas masuk rumah sakit. Ibu Rina menahan kesedihannya untuk tidak terlihat lemah di depan Adi. Tetapi kali ini wanita paruh baya itu sangat sedih karena melihat kesakitan yang dialami oleh suaminya. Tanpa terasa ibu Rina menangis sambil memegang tangan ayah Lukas.


" Yang kuat ya yah, ayah harus sehat " bu Rina mengusap air matanya.


Adi mengusap lembut punggung ibunya.


" Ayah orang yang kuat ayah pasti sembuh. Ibu yang tenang ya kita berdoa agar ayah cepat sembuh " hibur Adi.


Adi menenangkan ibunya meski dia sendiri juga sedih melihat ayahnya yang sakit. Yah cepat sembuh ya yah agar ayah bisa menghadiri pernikahan Adi, gumam Adi pelan.


*******


Up lagi.


Author ucapkan selamat hari raya Idul fitri mohon maaf lahir batin.


Dan jangan lupa dukung karya author ini dengan memberi like, komen dan vote yang banyak ya.


Terimakasih...♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2