
Seperti biasanya rutinitas pagi Shasha setelah bangun membersihkan diri. Lalu membangunkan suaminya. Menyiapkan sarapan pagi buat Adi suaminya. Mengantar sampai depan pintu rumah suaminya yang akan berangkat kerja. Setelah itu bersantai di rumah.
Tapi tidak untuk hari ini pertama kalinya ia mulai bekerja atas ijin suaminya. Setelah suaminya berangkat kerja Shasha menyiapkan dirinya dengan kebiasaan baru yakni bekerja. Shasha mulai bersiap membersihkan badan lalu memakai baju atasan kaos warna krem celana jeans. Mematut diri di depan cermin memakai make up tipis tak lupa memulas bibirnya dengan lipstik. Tak lupa memakai sepatu sneaker berputar sebentar di depan cermin. Puas dengan penampilan dirinya lalu diambilnya tas dan kunci motor. Setelah mengunci pintu lalu Shasha berjalan mendekat ke motor matic yang terparkir di depan rumahnya.
Sedetik kemudian motor matic itu melaju di jalan membawa si pengendara ke tempat yang di tuju. Setengah jam kemudian sampailah di kedai milik Dini sahabatnya. Tepat jam 09.30 Shasha telah sampai di tempat sahabatnya. Yakni kedai kopi milik Dini, sahabatnya. Motor telah terparkir cantik di halaman depan kedai itu.
Shasha berdiri sebentar memandang ke atas di sana terpampang jelas papan nama besar bertulis Kedai Kopi Dini. Shasha tersenyum bangga atas keberhasilan sahabatnya merintis cabang usahanya di kota ini. Sahabatnya itu benar-benar serius menapaki dunia bisnis milik orangtuanya.
__ADS_1
Lalu Shasha masuk ke dalam ingin bertemu sahabatnya. Shasha bertanya pada pegawai Dini yang sedang bersih-bersih, Anita namanya. Setelah di beritahu mbak Anita, Shasha berjalan ke ruangan Dini. Yang di cari sedang duduk santai di ruangannya.
" Hai bos apa kabar" seru Shasha setelah sampai di ruangan Dini. Dini berdiri dari duduknya dan menyambut sahabatnya yang lama baru kelihatan.
Mereka bertemu beberapa waktu yang lalu hanya melalui telpon. Dan baru kali ini mereka bertemu. Lama mereka berangkulan dan keduanya saling melepaskan pelukannya.
Shasha pun mengiyakan sahabatnya duduk berbincang sebentar sebelum kafe buka sekitar setengah jam lagi.
__ADS_1
Hari beranjak siang pegawai di kafe Dini sudah mulai berdatangan. Dan kafe pun baru saja buka tepat jam sepuluh pagi.
Pengunjung sudah datang ke kafe. Ada yang datang sekedar duduk sambil menikmati pesanan mereka. Ada yang datang karena sudah menjadi langganan tetap di kafe itu. Atau sekedar ngobrol menemani temannya. Ada juga yang datang karena penasaran ada kafe baru dekat dengan tempat kerja mereka.
Letaknya yang tak jauh dari gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Juga para pegawai kafe yang cantik-cantik serta pelayanan mereka yang ramah membuat kafe milik Dini diminati banyak orang.
Tak terasa sudah seminggu Shasha bekerja di kafe milik sahabatnya itu. Shasha merasa senang dengan aktifitas barunya. Karena Adi suaminya mengijinkannya bekerja membuat ia merasa tenang dan nyaman dalam bekerja.
__ADS_1
Senyum terukir dibibir mungilnya menghilangkan lelah menerpanya sehabis bekerja. Shasha bekerja sampai sabtu siang saja karena selebihnya ia di rumah menemani suaminya. Shasha tak enak hati melihat suaminya weekend di rumah sendirian. Untungnya bosnya adalah sahabatnya sendiri jadi ia terbebas bekerja di hari itu. Ia juga merasa tak enak dengan pegawai lainnya tapi karena Shasha sahabat dari bos mereka jadi semua pegawai Dini memakluminya. Senangnya dekat dengan bos sudah cantik, ramah, baik hati lagi.