
# Are dewasa 21+
Mohon bijak dalam membaca...
Terimakasih.
*************
Sesampainya di taman kota keduanya hanya berjalan-jalan saja. Di sepanjang sudut taman penuh sesak orang, maklum hari minggu. Shasha melihat sekeliling siapa tahu ada kursi kosong.
Hari beranjak malam semakin padat saja taman kota di penuhi orang-orang yang hanya sekedar jalan-jalan, bercengkerama dengan keluarga atau kepentingan lainnya. Banyak pedagang yang berjualan di sana. Setelah lelah berkeliling taman kota Shasha memegang perutnya, aduh.
"Mas..."
"Ya" menoleh ke arah Shasha.
"Lapar..." seru Shasha.
"Ke sana yok mas" kata Shasha sambil menunjuk kedai bubur ayam. Keduanya lalu berjalan menuju kedai bubur ayam.
Ramai sekali sampai harus antri, akhirnya dapat juga pesanannya. Dua mangkok bubur ayam dan dua gelas teh hangat.
Karena tak dapat tempat duduk keduanya rela duduk di tikar pandan sambil menanti pesanannya datang. Shasha dan Adi menikmati bubur ayam yang masih hangat.
Selesai menyantap pesanan yang mereka pesan, Adi membayarnya dan keduanya beranjak meninggalkan kedai itu.
Baru beberapa langkah mereka berjalan terdengar suara tangis anak yang kebingungan mencari seseorang.
Adi mendekati anak kecil itu dan menggendongnya. Lalu bertanya padanya.
__ADS_1
"Anak manis ..," anak itu memandang Adi." Kenapa nangis..." sambil menghapus air bening yang menetes di kedua pipi anak kecil itu.
"Ibu...." jawab anak kecil itu masih tetap menangis.
Seseorang ibu muda kebingungan sedang mencari anaknya.
" Santi..." ibu muda itu memanggil anaknya. Dan suaminya mengikutinya dari belakang.
Adi melihat sepasang suami istri hampir putus asa mencari anaknya. Anak kecil itu menunjuk ke arah sepasang suami istri yang berlarian sambil menyebut nama anaknya.
Adi berjalan mendekati mereka. Setelah dekat ibu itu meraih anaknya dari gendongan Adi mendekapnya dengan penuh kasih sayang. Tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada Adi dan berlalu dari hadapan Adi.
Adi menganggukkan kepala dan tersenyum memandang sepasang suami istri itu berlalu dari hadapannya. Sampai bayangan mereka menghilang di kerumunan orang.
Ada kehangatan yang menelusup di relung hatinya. Sebuah keinginan yang lama terpendam.
Panggilan Shasha membuyarkan lamunannya, lalu ia merengkuh pundak Shasha mencium keningnya. Dan keduanya berjalan meninggalkan taman kota.
Tinggal mereka berdua, Adi masuk kamar merebahkan tubuhnya di ranjang tidur. Sementara Shasha ke kamar mandi menikmati ritual mandinya. Keluar dari kamar mandi lalu memakai piyama tidurnya.
Shasha melihat suaminya tak segera mandi menghampiri menyuruhnya mandi. Ia menggoyang-goyangkan tubuh suaminya agar bangun.
" Mandi bau ih" kata Shasha.
Bukannya bangun malah menarik tangan Shasha. Tubuh Shasha melayang jatuh di atas tubuh Adi suaminya.
Cup.
Adi mendaratkan sebuah ciuman di bibir tipis Shasha. Membuat Shasha terbang ke awan. Shasha mendesah pelan dan tersadar lalu menjauhkan tangan suaminya dari tubuhnya. Meloloskan diri dari suaminya.
__ADS_1
" Mandi dulu" seru Shasha.
Mendorong tubuh Adi turun dari ranjang. Dengan terpaksa Adi menuruti istrinya.
Berjalan ke kamar mandi sampai di depan pintu kamar mandi Adi menoleh ke arah Shasha.
" Mandi bareng" seru Adi.
" Ih enggak mau, dah sana mandi" kata Shasha.
Adi masuk ke kamar mandi menyalakan shower membasahi tubuhnya dengan air.
Setelah membersihkan tubuhnya Adi keluar dari kamar mandi berbalut handuk melingkar di pinggang. Menghampiri Shasha yang hendak ke luar kamar.
Menarik tubuh mungil itu dan merebahkan di atas ranjang. Shasha menatap suaminya yang kini berada di atas tubuhnya. Adi menatap istrinya dengan jarak keduanya teramat dekat.
Memberikan sentuhan lembut pada istrinya. Mengabsen setiap inci tubuh istrinya yang menimbulkan desahan kecil.
Membangkitkan gairah yang tadi sempat tertunda.
Terjadilah apa yang semestinya terjadi. Pergumulan panas yang membawa keduanya sampai ke puncak nirwana. Dan untuk ke sekian kalinya mereka telah melakukannya. Mencapai pelepasan bersama.
Akhirnya tubuh kekar itu pun ambruk di sebelah tubuh Shasha. Malam yang melelahkan bagi keduanya pun berakhir.
Adi menatap istrinya yang berpeluh dan mencium keningnya. Menarik tubuh polos itu dan mendekapnya ke dadanya.
Setelah itu menarik selimut dan menutupkan ke tubuh istrinya. Perlahan Adi mulai memejamkan matanya dan berharap ada makhluk kecil menghuni perut istrinya.
****************
__ADS_1
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih.