
Esuk harinya setelah sarapan pagi Adi memberi perintah pada Chris untuk menggantikan Adi untuk bertemu klien. Chris hanya mengangguk pasrah dalam hati ia berpikir hari ini akan bertambah sibuk. Selain merangkap menjadi sekretaris Adi, dia juga mengerjakan pekerjaan Adi untuk bertemu klien siang ini.
Huh, kapan aku bisa bersantai di akhir pekan kalau pekerjaan ku nggak ada habisnya, keluh Chris. Yah nasib jadi bawahan, Chris menggerutu sambil masuk ke mobilnya. Chris lalu menjalankan mobilnya keluar dari rumah sepupunya.
Sementara Adi sedang bersantai bersama istri dan baby Zaneta di ruang keluarga. Menjelang siang Adi, Shasha dan baby Zaneta bersiap hendak pergi. Ibu Rina memilih di rumah merawat tanaman nya yang ada di taman belakang.
Sepasang suami-istri dan batita mungil itu telah berada di mobil. Adi melajukan mobilnya keluar dari komplek perumahan elite ke jalan raya. Ini kali pertama Adi dan Shasha mengajak baby Zaneta keluar rumah. Dan lihatlah batita mungil itu tertawa senang melihat benda bergerak disekelilingnya. Mata kecilnya bergerak menikmati pemandangan sekitarnya yang baru pertama dilihatnya. Kedua tangannya berayun-ayun juga kakinya melompat - lompat seakan hendak mengejar benda bergerak yang tertangkap oleh kedua matanya.
" Lihatlah mas sepertinya Zane suka diajak keluar jalan-jalan " seru Shasha.
" Iya sayang nanti mas akan meluangkan waktu untuk pergi keluar rumah bersama kalian " Adi menoleh sekilas dan tersenyum melihat putri kesayangannya.
Shasha ikut tersenyum. Mobil Adi berbelok ke sebuah mall pusat kota. Setelah mobil terparkir Adi, Shasha dan batita mungil itu keluar dari mobil. Ketiganya masuk ke mall dengan Adi yang menggendong baby Zaneta di sebelah kiri dan di sebelah kanan Shasha yang merangkul lengan Adi. Tak lupa Shasha membawa bekal makan untuk baby Zaneta.
Sepasang suami-istri itu tampak senang melihat baby Zaneta yang tertawa sambil bergumam khas bayi berusia sebelas bulan. Mereka bertiga berjalan menuju arena bermain anak.
Setelah puas di arena bermain anak mereka bertiga melangkah memutari mall. Adi dan Shasha menuju ke outlet baju anak. Shasha memilih beberapa baju untuk baby Zaneta lalu membawanya ke kasir dan Adi yang kemudian membayar.
Saat ini mereka berdiri di depan outlet baju wanita.
" Sayang kita ke situ pilih beberapa baju untuk mu " ucap Adi.
" Nggak lah mas kita ke tempat lain saja " sahut Shasha.
Shasha berpikir baju-bajunya masih bagus dan tidak ketinggalan zaman. Meski di rumah baju Shasha mengikuti trend masa kini. Jadi tidak perlu membuang uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.
" Beneran nih mas lagi pengin beliin baju buat kamu lho sayang " bujuk Adi.
Shasha menggeleng.
" Lain kali saja mas kasihan Zane terlalu lama diajak muter-muter nanti kecapaian " Shasha melihat baby Zaneta.
Batita mungil itu tidak terganggu dengan obrolan orang tuanya. Sepasang mata kecilnya itu asyik melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.
" Baiklah kita kemana lagi sekarang " Adi mengalah.
" Gimana kalau kita cari makan saja " Adi mengangguk setuju.
Mereka melangkah menuju restoran dalam mall. Saat hendak mencari restoran terdekat dari tempat mereka berdiri ponsel Adi berdering. Adi mengambil ponsel dari saku celananya dan melihat siapa yang menelpon. Adi membaca nama yang tertera di layar ponselnya. Chris kenapa dia menelpon, gumam Adi.
" Sayang bawa Zane dulu mas mau angkat telpon " pinta Adi.
Shasha meraih baby Zaneta lalu menggendong batita mungil itu.
__ADS_1
" Dari siapa " tanya Shasha.
" Chris " Shasha mengangguk.
Adi menjauh dari Shasha dan mencari tempat yang tidak terlalu bising untuk menerima telpon dari Chris. Shasha menunggu suaminya sambil menggendong baby Zaneta. Pandangan Shasha mengikuti suaminya yang berjalan dan berhenti tak jauh dari tempatnya berdiri.
Saat sedang mengamati suaminya tangan batita mungil itu memukul-mukul punggung seseorang. Dan mulutnya bergumam sesuatu.
" Pa... pa...pa...pa..mm ... ya...ya.. ya..." celoteh baby Zaneta.
Tangan kecilnya lagi lagi memukul punggung seseorang. Shasha yang menyadari tingkah baby Zaneta kaget lalu menarik tangan batita mungil itu.
" Bukan sayang papa di sana lagi terima telpon " Shasha memberi pengertian pada batita mungil itu.
Entah mengerti atau tidak batita mungil itu tetap mengikuti gerak tangan satunya yang tidak dipegang oleh Shasha. Batita mungil itu memukul punggung orang itu dengan tangannya yang lain.
Membuat seseorang itu terusik dan membalikkan badannya karena ada sesuatu yang menyentuh punggungnya.
Saat orang itu berbalik bersamaan Shasha yang hendak meminta maaf.
" Maafkan anak ... " Shasha tak melanjutkan ucapannya saat melihat orang yang berdiri di depannya itu.
Orang itu juga terkejut tapi sedetik kemudian menyunggingkan sebuah senyuman.
" Nathan " Shasha tersenyum.
Ya, lelaki itu Nathanael sedang memilih kemeja untuk dirinya sendiri.
" Sedang apa kamu di sini mana suamimu " Nathanael mengitari pandangannya.
" Tuh di sana " tunjuk Shasha pada sosok suaminya.
" O " Nathanael melihat ke arah yang ditunjuk Shasha.
" Kamu sendirian saja " Shasha melihat lelaki di depannya dengan sedikit mendongak ke atas.
Karena tinggi Shasha sebatas dada lelaki di depannya yang bertinggi 170cm.
" Seperti yang kamu lihat " Nathanael tersenyum hangat.
Nathanael melirik batita dalam gendongan Shasha. Oh, bayi mungil yang dulu sempat ia lihat dan gendong itu kini sudah tumbuh sebesar ini, gumam Nathanael. Cantik dan menggemaskan.
" Ini bayi mungil itu " kata Nathanael.
__ADS_1
Shasha mengangguk.
" Boleh menggendongnya " tanya Nathanael.
" Tentu saja " Shasha memberikan baby Zaneta pada Nathanael.
Baby Zaneta yang dalam gendongan Nathanael tertawa riang.
" Hai sayang ini om Nathan " ucap Shasha sambil memberikan mainan pada baby Zaneta.
" Hello cantik " Nathanael mengusap lembut pipi gembul baby Zaneta.
Batita mungil itu menanggapi Nathanael dengan tawa khas bayi. Dan tangan kecilnya memukul pelan wajah tampan Nathanael. Sementara kepalanya bersandar ke dada bidang Nathanael.
Shasha dan Nathanael tertawa bersama melihat tingkah batita mungil itu. Keduanya kemudian ngobrol ringan diselingi candaan dan tawa dari baby Zaneta.
Tak jauh dari tempat itu Adi telah menutup panggilan telponnya dari Chris. Saat Adi hendak berjalan mendekati Shasha langkahnya terhenti pada sosok di sebelah istrinya.
Hm, kenapa ada dia di sini, gumam Adi. Beberapa kali Adi sempat bertemu dengan orang itu. Dan kini orang itu ada di sini bersama istri dan anaknya. Adi lupa di sini tempat umum berbagai macam orang akan berkunjung ke mall ini. Tak terkecuali sosok yang dulu sempat membuat Adi cemburu.
Hah, dia lagi dia lagi .. Pikirannya terusik dengan keakraban istri dan sosok di sebelah istrinya.
Adi melangkah mendekat ke arah istrinya. Setelah sampai di depan Shasha, Adi memanggil istrinya.
" Sayang " panggil Adi tapi tatapan nya tak lepas dari sosok yang sedang menggendong baby Zaneta.
Shasha menoleh dan sedikit terkejut melihat suaminya sudah berada di samping nya.
" Mas sudah selesai " Adi mengangguk lalu menatap Nathanael.
Shasha yang mengerti maksud dari tatapan suaminya lalu menjelaskan kalau dia tidak sengaja bertemu dengan Nathanael. Adi mengangguk paham sedangkan Nathanael yang tidak nyaman dengan kehadiran Adi pamit undur diri. Lalu memberikan baby Zaneta pada Shasha.
Setelah berpamitan pada Shasha dan Adi, Nathanael melanjutkan langkahnya mencari baju di tempat lain.
************
Semoga suka dengan ceritanya.
Masih ada nggak ya yang penasaran dengan kelanjutan cerita ini.
Pantengin terus di sini dan jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya...
Terimakasih...♥️♥️♥️
__ADS_1