Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 44 Rumah Sakit Lagi


__ADS_3

Ternyata Shasha menghubungi sahabatnya Dini lewat art di rumahnya. Belum sempat Dini menjawab sambungan telpon sudah dimatikan. Dini menjadi panik mendengar Shasha sakit lagi. Bergegas ia keluar dari ruangannya melangkah keluar dari kafenya lalu masuk ke dalam mobil. Melajukan mobilnya menuju rumah sahabatnya.


Sementara itu ketika Nathanael keluar dari rumah orang tua Shasha dan mengendarai mobilnya. Ia melihat Adi suami Shasha lewat kaca spion mobilnya. Adi keluar dari mobilnya yang terparkir di dekat rumah orang tua shasha. Sesaat kemudian memasuki rumah itu.


Nathanael melajukan mobilnya sampai di pertigaan gang keluar komplek perumahan. Namun ia kembali memutar setir kemudi berbelok menuju rumah orang tua shasha lagi. Nathanael yang khawatir terjadi sesuatu pada Shasha memilih berputar balik dan menepikan mobilnya di sebelah gang masuk rumah Shasha. Nathanael memberhentikan mobilnya di belakang mobil yang juga sedang parkir.


Hampir satu jam menunggu akhirnya Nathanael melihat mobil Adi keluar dari gang perumahan. Setelah mobil Adi hilang dari pandangan Nathanael bergegas menuju rumah Shasha. Nathanael menepikan mobilnya lalu membuka pintu mobil dan melangkah cepat memasuki rumah Shasha.


Melihat Shasha terduduk lemas dan di sebelahnya bi Ani yang panik sambil menghubungi seseorang Nathanael segera menghampiri.


" Ada apa dengan Shasha bi ? " tanya Nathanael ikutan panik.


" Tolong non Shasha den " kata bi Ani pada Nathanael.


Lalu Nathanael menggendong tubuh Shasha yang lemas menuju mobilnya. Sedikit berlari pak Udin mengikuti Nathanael di belakang dan membuka pintu mobil. Nathanael menaruh tubuh Shasha duduk di sebelah kemudi. Nathanael memutari mobil lalu masuk dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Beberapa saat sampailah di rumah sakit Nathanael keluar dari mobil. Mengambil kursi roda yang kebetulan di bawa oleh perawat yang ada di dekat tempat parkir. Dan membantu Shasha duduk di kursi roda lalu mendorongnya masuk ke dalam rumah sakit.

__ADS_1


Setelah mendaftar dan mendapat nomor antrian Nathanael menuju ruang dr spesialis kandungan. Ketika baru sampai di depan ruangan yang dituju seseorang memanggil Nathanael. Nathanael menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Seorang laki-laki tampan berpakaian khas dokter itu menghampirinya.


" Xander " seru dokter tampan itu.


" Steve ... " kata Nathanael kaget sekaligus senang bertemu teman lamanya.


" Siapa yang sakit, apa dia ..." laki-laki yang di panggil Steve itu menunjuk ke arah shasha.


" Shasha temanku... ia yang sakit mau ke dokter kandungan " kata Nathanael.


Steve menatap Nathanael beralih ke Shasha dengan seribu pertanyaan bersarang di benaknya. Lalu Steve menyilakan keduanya masuk ke ruangannya karena Steve adalah dokter spesialis kandungan.


" Apa perlu antri dulu " kata Nathanael.


" Tidak usah ayo ..." seru Steve mengajak Nathanael dan Shasha masuk ke ruangannya.


Nathanael mendorong kursi roda yang diduduki Shasha masuk ke dalam ruangan dokter Steve. Nathanael membantu Shasha naik ke atas tempat tidur dibantu perawat. Kemudian Nathanael duduk kembali. Sementara Shasha membaringkan tubuhnya. Perawat mengangkat baju bagian bawah Shasha lalu menutupi sebagian dengan selimut. Mengolesi perut Shasha dengan gel lalu dokter Steve mulai memeriksanya. Dokter Steve bertanya pada Shasha apa yang sedang dikeluhkan. Lalu Shasha menceritakan bahwa perutnya kram sehingga membuatnya tidak nyaman. Setelah memeriksa kondisi Shasha yang baik-baik saja juga janinnya dokter Steve menyarankan pada Shasha untuk tidak stres, tidak boleh terlalu capai juga menjaga asupan makanan. Setelah menulis resep obat lalu diberikan pada Shasha kemudian Shasha dan Nathanael berpamitan pada dokter Steve.

__ADS_1


Perawat membantu Shasha duduk di kursi roda dan mendorong keluar ruangan. Sementara Nathanael mengikuti di belakang bersama dokter Steve. Sampai di pintu luar dokter Steve membisikkan sesuatu ke Nathanael.


" Kau berhutang penjelasan padaku " bisik dokter Steve di telinga Nathanael.


" Ok nanti aku akan hubungi kamu tapi tidak sekarang " kata Nathanael.


Lalu Nathanael melangkah mendahului dokter Steve. Dokter Steve hanya tersenyum dan menepuk bahu Nathanael.


Setelah menebus obat Nathanael membawa Shasha ke mobil dan menjalankan mobilnya pulang ke rumah Shasha.


Sampai di rumah Nathanael membantu Shasha keluar dari mobil memapahnya ke dalam rumah. Di sana sudah ada Dini sahabatnya yang menyambut kedatangannya. Melihat sahabatnya baik-baik saja Dini merasa lega. Lalu membantu Shasha masuk ke kamar tamu. Kalau di kamar shasha harus menaiki tangga karena letak kamar Shasha ada di lantai dua. Dini menyarankan agar Shasha untuk sementara tidur di lantai satu saja. Shasha pun menurut saran dari sahabatnya itu.


Setelah mengantar Shasha sampai rumah Nathanael pamit pulang. Nathanael melajukan mobilnya menuju kafe Dini untuk kembali bekerja.


******************


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2