
Adi melajukan mobilnya menuju sebuah cafe yang dijadikan tempat pertemuannya dengan Simon. Diperjalanan pengacara paman Dom tidak bisa datang karena ada masalah dengan mobilnya. Sementara Simon pergi seorang diri menemui Adi.
Adi memasuki cafe dan melihat ke sekeliling ruangan cafe itu. Lalu Adi berjalan mendekati salah satu meja di sana ada seorang lelaki seusianya sedang duduk seorang diri. Adi menyimpulkan mungkin lelaki itu adalah Simon yang ia cari meski terlihat dari samping. Dan tidak kelihatan raut wajahnya tapi dari postur tubuhnya Adi berkeyakinan lelaki itu Simon.
Melihat seseorang mendekat ke arahnya lelaki itu menoleh dan tersenyum tipis. Setelah dekat lelaki itu berdiri dan memberi salam pada Adi sambil menjabat tangan Adi.
" Lama tidak bertemu gimana kabarmu " lelaki itu tersenyum misteri.
" O, rupanya kau perebut pacar orang " setelah tahu siapa lelaki di depannya itu.
Bukannya menjawab Adi langsung mencecar lelaki itu dengan tatapan sengit.
Lelaki itu tertawa.
" Ternyata ingatanmu tajam juga " sahut Simon masih tetap tenang.
Lelaki itu yang tak lain adalah Simon saingan Adi saat memperebutkan Kinanti.
Simon mengambil sesuatu dari saku bajunya dan diambilnya sebatang rokok lalu menyalakan pemantik api. Mengisap batang nikotin itu dan mengeluarkannya lewat mulutnya. Menawarkan bungkusan itu pada Adi, Adi hanya melirik saja.
" Kau sudah bahagia dengan istri dan anakmu, biarkan Kinanti bersamaku " Simon menyesap batang nikotin itu.
" Maksudmu " Adi memandang lelaki di depannya dengan heran.
Ha ha ha lelaki itu tertawa.
" Kau tahu atau pura-pura tidak tahu. Baiklah aku akan katakan sekarang, biarpun dulu aku bisa memiliki dia tapi tidak dengan hatinya. Tapi sekarang dia akan berterimakasih padaku karena aku yang akan membebaskannya " Simon tersenyum tipis.
Adi menatap tajam lelaki di depannya sambil mengepalkan tangannya.
Sekali lagi lelaki itu tertawa.
" Jangan serakah dia bukan siapa-siapa lagi bagimu " Simon memainkan batang nikotin di tangannya.
Adi mengalihkan pandangannya memang benar yang lelaki itu katakan. Kinanti bukan siapa-siapa lagi bagi dirinya dia hanya cinta masa lalunya saja.
Dan ia teringat akan permintaan istrinya tadi pagi. Adi menghela nafas perlahan lagi-lagi ia harus mengakui kekalahan dengan lelaki di depannya ini. Apa hebatnya lelaki di depannya sehingga mampu membebaskan Kinanti dengan sejumlah uang yang tidak sedikit.
" Baiklah " dengan berat hati Adi akhirnya menerima.
" Okey " Simon mengulurkan tangannya.
Adi menjabat tangan lelaki itu.
" Maaf aku masih ada urusan " Simon bangkit meninggalkan cafe menuju mobilnya.
Adi masih duduk diam menatap Simon yang semakin menjauh dari pandangan matanya.
__ADS_1
Harusnya aku senang Kinanti bebas karena permintaan Shasha. Tapi kenapa aku tidak suka Simon yang membebaskan Kinanti. Aahhh, Adi mengusap wajahnya kasar.
Saat Adi sedang bergelut dengan perasaannya seseorang memanggil namanya.
" Adi... " seseorang mendekat dan duduk di depan Adi.
Adi melihat seorang wanita cantik dengan rambut tergerai indah dan tersenyum ke arahnya.
" Sarah " Adi menatap tak berkedip wanita di depannya.
" Kau masih mengingatku " Adi mengangguk.
" Sedikit " Adi masih menatap wanita di depannya sambil tersenyum tipis.
Sarah tersenyum.
" Gimana kabar mu " tanya Sarah.
" Aku ...em baik " Adi tampak gugup.
Aish kenapa dia berbeda dengan saat terakhir bertemu, gumam Adi.
Dulu Sarah berkacamata rambut di kucir kuda tapi sekarang tampak cantik tanpa kacamata dan rambutnya tergerai indah.
Sarah adalah teman SMA Adi, gadis itu menyukai Adi tapi Adi tidak menanggapinya karena penampilannya.
" Gimana dengan mu " tanya Adi.
" Aku juga baik " senyum mengembang di bibir Sarah.
" Sudah makan " Adi menggeleng.
" Aku pesankan ya " Sarah memanggil waitrers.
Sarah memesan berbagai makanan sementara Adi mengikuti gerakan wanita di depannya dengan matanya.
Setelah makanan datang Adi dan Sarah makan disertai obrolan ringan. Selesai menyantap makanan berlanjut dengan obrolan diselingi tawa ringan Sarah. Dan berlanjut dengan saling tukeran nomor ponsel.
Hari sudah siang Sarah berniat pergi dari cafe tapi Adi menawarkan untuk mengantar Sarah. Sarah pun menerima tawaran Adi keduanya menuju mobil Adi.
Adi duduk di bangku kemudi dan Sarah duduk di sebelahnya. Adi melajukan mobilnya keluar dari cafe menuju tempat kerja Sarah. Setelah mengantar Sarah Adi kembali melajukan mobilnya menuju perusahaan Nusa grup.
Sampailah Adi di ruang kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya yang belum terselesaikan sedari pagi.
Adi menyelesaikan pekerjaannya lalu membawa pekerjaan itu ke ruang presdir. Di sana masih ada Ricko yang masih sibuk dengan berkas yang diberikan sekretaris Renata.
Adi menaruh berkas yang ia bawa ke meja Ricko lalu bergegas keluar dari ruangan presdir.
__ADS_1
" Apa urusanmu sudah selesai " tanya Ricko.
Adi menghentikan langkahnya.
" Sudah " Adi berbalik masih tetap berdiri berdiri.
" Sudahlah kalau tidak mau cerita " Ricko mengambil berkas yang dibawa Adi.
Adi melangkah duduk di sofa Ricko hanya melirik dengan ekor matanya dan tetap meneruskan pekerjaannya.
Sementara Adi membalas pesan saat ponselnya berdering.
Ricko telah selesai dengan pekerjaannya dan duduk bersandar sambil melihat teman semasa kuliahnya itu. Sesekali terlihat senyum Adi saat membalas pesan entah itu dari mana hanya Adi yang tahu.
Ck menyebalkan sekali, gumam Ricko saat melihat tingkah Adi yang menurutnya aneh.
Adi memasukkan ponselnya ke saku bajunya lalu melihat Ricko yang sedang menatap ke arahnya.
" Kenapa ada yang salah " tanya Adi.
" Ya, ada " sahut Ricko cepat.
" Apa " tanya Adi.
" Hah, dia bikin kepalaku pusing saja " pelan suara Ricko.
" Masih nggak mau cerita " Ricko beranjak duduk di sebelah Adi.
Akhirnya Adi menceritakan pertemuannya dengan Simon ya hanya pertemuannya dengan Simon saja. Dan saat bertemu Sarah, Adi tidak menceritakan pada Ricko.
" Walaupun aku tidak sebaik dirimu tapi kau terikat dengan seorang wanita jaga dia jangan kecewakan dia " nasihat Ricko.
" Ah sudah malam aku ada janji dengan seseorang " seru Ricko.
Ricko keluar dari ruangannya bersama Adi menuju lift. Memang sudah malam semua karyawan telah pulang ke rumahnya masing-masing.
Sampailah keduanya diparkiran mobil Adi masuk ke mobilnya menunggu mobil Ricko keluar lebih dulu. Sementara Ricko masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat.
Setelah mobil Ricko tidak kelihatan barulah Adi memacu mobilnya pulang ke rumah.
*****************
Semoga suka dengan ceritanya ya ...
Yah di sini Adi sedang diuji akankah Adi setia pada Shasha atau tergoda dengan wanita di sekelilingnya yang menyukainya.
Ikuti kelanjutan kisahnya di Maafkan Aku, Istriku ...
__ADS_1
Terimakasih....