
Seminggu setelah pertemuan dengan Exa grup Adi disibukkan dengan berkas-berkas di meja kerjanya. Hari beranjak sore masih ada dua berkas yang harus ia periksa untuk pertemuan besuk siang.
Tak berapa lama masuklah Diana tanpa mengetuk pintu. Sepertinya ia tergesa sekali sampai di depan meja Adi, Diana mengatur nafasnya.
" Ada apa ? " Adi tanpa menoleh tetap memeriksa berkas di tangannya.
" Klien kita memajukan pertemuannya " kata Diana.
Adi meletakkan berkasnya ke meja lalu melihat ke arah Diana.
" Nanti malam jam delapan " sahut Diana saat Adi melihatnya seolah bertanya.
" Kenapa tidak besuk pagi saja waktunya yang dimajukan " sahut Adi kesal.
" Maaf pak besuk pagi klien kita hendak pergi ke negara sebelah " sahut Diana menundukkan kepalanya.
Kalau saja klien nya kali ini bukan orang penting untuk memajukan perusahaan miliknya Adi bisa langsung membatalkan kerjasama. Adi diam sambil memikirkan menyetujui atau tidaknya pertemuan nanti malam.
" Baiklah, di mana ? " tanya Adi.
" Night club y " Diana menatap Adi.
Ck, Adi mendengus pelan.
" Gimana pak " tanya Diana.
" Katakan pada klien kita, aku akan datang " Diana mengangguk.
" Saya akan menyiapkan untuk pertemuan nanti malam " kata Diana sambil undur diri.
" Tidak perlu panggil Chris biar dia yang menyiapkan nya kau pulang saja " Diana melihat ke arah Adi lalu mengangguk pelan.
Adi menyandarkan tubuhnya sambil memijat kepalanya. Sejenak ia memejamkan matanya hari ini begitu melelahkan baginya. Belum lagi ia mesti menelpon Shasha kalau nanti malam ia akan pulang terlambat.
Tok tok tok.
Tak ada jawaban dari dalam Chris membuka pintu mendapati sepupunya yang tidur di kursi. Chris lalu duduk di sofa sambil menunggu sepupunya Chris mempelajari kembali berkas kerjasama yang akan dilakukan dengan kliennya nanti malam.
Adi menggerakkan tubuhnya ternyata dia ketiduran lalu menoleh ke sofa.
" Sudah lama Chris " Adi membetulkan letak duduknya.
" Lumayan lama " jawab Chris singkat.
" Jam berapa sekarang ? " gumam Adi melihat jam di tangannya menunjuk angka setengah tujuh malam.
Lama juga ia tertidur Adi meregangkan otot tubuhnya yang terasa pegal karena tidur di kursi.
" Apa kakak tidak pulang lebih dulu " tanya Chris.
" Tidak, aku akan kirim pesan pada Shasha " Adi meraih ponselnya lalu mengirim pesan pada istrinya.
Setelah memberitahu Shasha kalau ia pulang terlambat Adi menyuruh Chris untuk pesan makanan saja.
Adi melepas jasnya tinggal kemeja putih lalu melonggarkan dasi. Adi memasukkan berkas yang tadi ia periksa lalu memasukkan ke dalam tas kerjanya. Satu berkas untuk ia periksa nanti di rumah yang satu untuk klien yang sebentar lagi akan ia temui.
Setelah menyantap makanan yang dibeli Chris keduanya berjalan keluar ruangan. Kantor sudah sepi sejak jam pulang kantor tinggal Adi dan Chris sementara Diana baru pulang jam lima sore tadi.
Adi dan Chris masuk ke mobil Chris menjalankan mobilnya sementara Adi duduk di sebelah kemudi. Chris melirik sepupunya yang tampak lelah lalu kembali fokus mengemudi. Dua puluh menit kemudian sampailah mereka di tempat yang ditentukan oleh pak Arlando pimpinan dari Arlan grup. Adi dan Chris telah ditunggu oleh asisten Doni, lalu asisten Doni membawa Adi dan Chris ke sebuah ruangan khusus.
Terdengar musik yang memekakkan telinga saat Adi melewati mereka dengan kesibukan nya masing-masing. Mendengar musik itu dan pergerakan manusia di sana membuat kepala Adi berdenyut. Andai saja dia tidak menemui klien penting untuk memajukan perusahaannya Adi enggan datang ke sini.
__ADS_1
Adi masuk ke ruangan yang ditunjuk asisten Doni di sana ada pimpinan dari Arlan grup. Lelaki berusia empat puluh tahun itu sedang sibuk dengan dua wanita cantik di kiri dan kanannya. Melihat kedatangan Adi, pak Arlando memberi kode pada wanita nya untuk keluar ruangan. Kedua wanita berpakaian seksi itu lalu keluar ruangan.
.
Pak Arlando menyapa ramah Adi dan Chris. Setelah saling berjabat tangan lalu mereka berempat duduk. Setelah berbasa-basi sebentar tibalah hal yang sangat penting buat Adi. Adi memberikan map pada pak Arlando kemudian pak Arlando mempelajari isi di dalam map beberapa saat pak Arlando memberikan pada asisten Doni. Hampir empat puluh lima menit Adi menunggu dengan sabar dan wajah tegang berharap banyak pada pimpinan Arlan grup.
Senyum cerah terukir di bibir Adi saat kesepakatan terjalin dengan Arlan grup. Setelah mengucapkan terimakasih pada lelaki berusia empat puluh tahun itu Adi membungkukkan badan dan undur diri diikuti oleh Chris keluar dari ruang pertemuan.
Sementara di tempat yang tak jauh dari tempat Adi bertemu dengan Arlan grup duduk dua lelaki tampan dan di atas meja sudah ada beberapa botol minuman beralkohol. Di samping dua lelaki tampan itu duduk dua wanita cantik nan seksi. Dua lelaki tampan itu Ricko dan Ken satunya lagi sedang menemui seseorang. Ketiga lelaki itu teman Adi semasa kuliah dan mereka menjadi pengusaha muda yang sukses di bidang nya.
" Tuh Adi sedang apa dia " tunjuk Ricko.
Ken menoleh ke arah yang ditunjuk Ricko.
" Ajak dia ke sini " seru Ken.
Saat itu Adi dan Chris hendak pulang ke rumah selesai pertemuan dengan pimpinan Arlan grup. Ricko melambaikan tangannya ke Adi saat lelaki itu hendak melewati tempat Ricko dan Ken.
Terpaksa Adi menghentikan langkahnya lalu mendekati mantan bosnya itu. Setelah menyapa mantan bosnya itu dan menyalami keduanya Adi mengenalkan Chris pada teman-temannya. Chris duduk di sebelah Adi sementara Adi mengambil tempat duduk dua kursi di sebelah wanita Ricko. Sebenarnya Adi agak risih dekat dengan wanita di sebelah Ricko meski tak dipungkiri wanita di sebelah nya ini cantik dan seksi. Tapi demi menghormati pertemanan Adi memaksa duduk dan bersikap ramah pada dua temannya itu. Adi memesan dua gelas jus untuk dirinya dan Chris.
" Wah sudah jadi bos sekarang lupa sama kita " sindir Ken.
" Apaan sih, kalian berdua saja " Adi melirik Ricko dan Ken.
" Oh Edo ada tuh di sana " tunjuk Ken dengan dagunya.
Adi mengikuti arah Ken diseberang meja tampak Edo sedang berbicara dengan seseorang. Melihat postur tubuhnya Adi mengenal lelaki yang bersama dengan Edo.
" Dia di sini juga " tanya Adi sedikit terkejut.
" Biasa saja kali dia tuh kelas elit tidak seperti kita-kita ya kan, Ken " Ken mengangguk.
" Dia menjaga citranya sebagai pewaris Xanders grup, dia juga peminum seperti kita " terang Ken.
Adi mengangguk menatap tak percaya pada lelaki bertinggi 170 cm itu.
" Bahkan aku pernah melihat dia mabuk berat dan dibawa temannya yang dokter itu " lanjut Ricko.
" Kapan " tanya Adi.
" Aku nggak ingat kapan karena sudah lama sekali dan baru hari ini aku lihat lagi dia di sini " Ricko menjawab sambil mencumbu wanita nya.
" Apa temannya yang dokter itu ada di sini juga " Ken menelisik ke sekitar ruangan.
" Hei ada urusan apa kau dengan dokter itu " selidik Ricko.
" Nggak ada " Ken melirik Ricko.
" Jangan buat keributan di sini ada banyak pengawalnya di sini " Ricko memperingatkan.
Ricko melihat beberapa orang duduk berpencar dan Ricko yakin itu pengawal dari tuan Alexander dan juga pengawal dokter itu.
" Mana " teriak Ken.
" Ssst pelan kan suaramu " Ricko berdecak sebal.
" Mana " tanya Ken pelan.
Lalu Ricko memberitahu pada Ken bahwa di sini ada lima pengawal dari tuan Alexander dan beberapa pengawal dari dokter itu. Tiba-tiba saja Ken takut melihat banyaknya pengawal di sekeliling tuan muda dan dokter itu.
Sementara orang yang sedari tadi dibicarakan oleh ketiga lelaki itu berdiri dan menghampiri ketiga lelaki itu. Di samping nya Edo keduanya berjalan beriringan mendekati teman-temannya.
__ADS_1
" Hai Xander tumben ke sini " Ricko menjabat tangan Nathanael.
" Ada perlu sedikit sama Edo, dia susah ditemui " ucap Nathanael ramah.
" Kalau ketemu Edo cari saja ke sini " Ricko berucap santai.
" Sialan kau Rick " umpat Edo.
Ricko tertawa sementara Edo mendengus sebal. Ken sibuk dengan wanitanya. Adi hanya menyimak sebenarnya Adi hendak pamit pada teman-temannya. Selain badannya yang capai tempat ini membuat kepalanya makin berdenyut saja. Tapi melihat Nathanael ada di sini juga membuat Adi mengurungkan niatnya. Sementara Chris diam saja karena tidak mengenal teman-teman sepupunya itu.
Nathanael yang menyadari kehadiran Adi lalu menyapa suami Shasha itu.
" Pak Adi ada di sini juga " Adi mengangguk.
" Lama tidak bertemu gimana kabar mu " tanya Adi.
" Saya baik. Em selamat' menjadi presdir baru maaf kalau terlambat mengatakannya " ucap tulus Nathanael.
" Terimakasih " jawab Adi.
Nathanael menjabat tangan Adi sambil tersenyum. Sementara Adi membalas jabat tangan Nathanael. Nathanael duduk di depan Adi dan berbatas meja. Suasana mendadak canggung lalu Adi melihat jam yang melingkar di tangannya.
" Maaf saya harus pulang istri saya menunggu di rumah " Adi bangkit.
Nathanael mengangguk pelan.
Adi pamit pada teman-temannya.
" Ini masih sore kenapa buru-buru " seru Ken
Seperti biasa Adi mengangkat tangannya dan melangkah pergi dari tempat itu.
" Dia itu aneh banyak wanita cantik di sini kenapa dia tidak tertarik " seru Ken.
" Lebih baik kita nikmati saja sendiri " sahut Ricko.
Edo melihat nya hanya terkekeh kecil. Lalu menoleh ke lelaki di sebelahnya.
" Apa kau tidak memilih salah satu dari mereka " Edo menunjuk pada para wanita cantik berpenampilan seksi.
" Tidak terimakasih " sahut Nathanael.
" Ayolah Xander bersenang-senanglah sebentar " Edo menyodorkan gelas berisi minuman beralkohol.
Nathanael menggeleng pelan.
" Lalu apa tujuannya kau ke sini kalau tidak bersenang-senang " tanya Edo.
" Tidak ada " jawab singkat Nathanael.
Nathanael menatap sekeliling lalu ia berdecak sebal. Nathanael mengambil ponsel lalu mengirim pesan pada seseorang. Dari jauh orang itu tersenyum melambaikan tangannya lalu mendekati meja Nathanael dan temannya.
*************
Masih ingat Nathanael.... author tampilkan di sini lagi ya.
Tapi kalau ingin cerita Nathanael sudah ada di Perjalanan Cinta Nathanael.
Author pisahkan saja ya di sini hanya ada kisah Adi dan Shasha.
Oke, terimakasih.
__ADS_1