Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 33 Salah Paham # 2


__ADS_3

Ketika Nathanael sedang berkelana dengan pikirannya sebuah suara mengagetkannya. Saat itu Shasha hendak mengantar pesanan. Belum sempat melangkah tiba-tiba kepalanya pusing dan hilang keseimbangan. Anita yang melihat langsung berteriak.


Nathanael yang mendengar teriakkan Anita langsung menoleh. Dengan sigap menopang tubuh Shasha hingga tidak terjatuh. Lalu Anita menyuruh Nathanael membawa Shasha ke rumah sakit.


Nathanael membopong tubuh Shasha masuk ke mobilnya. Mendudukkan Shasha di kursi dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Shasha masih sadar saat itu dan memegang kepalanya yang terasa pusing sekali. Shasha menyuruh Nathanael untuk mengantarkan ke rumah saja.


" Kau sudah baikan " kata Nathanael khawatir.


Shasha mengangguk.


" Kita ke rumah sakit untuk memastikan kau baik-baik saja " lanjut Nathanael.


" Tidak usah antar aku pulang " pinta Shasha lirih.


Nathanael menoleh ke arah Shasha memastikan wanita di sampingnya baik-baik saja.


" Baiklah " kata Nathanael.


Sebenarnya Nathanael mengkhawatirkan Shasha tapi ia tidak mau berdebat. Akhirnya Nathanael menuruti kemauan Shasha. Kemudian Nathanael memutar mobilnya ke jalanan yang menuju rumah suami Shasha. Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai ke rumah Adi. Nathanael keluar lebih dulu dan membuka pintu lalu memapah Shasha masuk ke rumah.


Nathanael membantu Shasha berbaring di kamarnya. Lalu memberi segelas air untuk di minum. Shasha meminumnya sampai habis.


" Gimana ? " tanya Nathanael.


" Tidak apa-apa " kata Shasha.


" Tapi kau masih pucat " kata Nathanael masih khawatir.


" Istirahat sebentar nanti juga sembuh " kata Shasha.


" Apa perlu ku panggilkan doker ' kata Nathanael.


" Tidak usah terimakasih kau kembali saja ke kafe aku tidak apa-apa " kata Shasha menyakinkan.

__ADS_1


Ketika Nathanael hendak beranjak pergi tiba-tiba sebuah kepalan tangan mendarat di pipinya. Nathanael terhuyung ke belakang hampir jatuh. Lalu ia menoleh ke arah samping ternyata suami Shasha sudah ada di sana dan siap mendaratkan pukulan berikutnya ke Nathanael.


Beberapa saat sebelumnya Adi melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah. Ketika berbelok ke halaman rumahnya ia mendapati ada mobil terparkir di depan rumahnya. Lalu ia bergegas masuk ke rumah dan melihat pintu setengah tertutup.


Saat Adi hendak masuk ke kamar ia melihat Nathanael yang duduk di pinggir ranjang sementara istrinya tengah berbaring di ranjang. Seketika hatinya dipenuhi bara api tanpa bertanya lebih dulu Adi memukul Nathanael.


" Mas " seru Shasha membuat Adi menoleh ke istrinya.


" Apa yang kalian lakukan di kamar " seru Adi diliputi kemarahan.


" Mas salah paham " kata Shasha.


" Apa salah paham jelas-jelas kalian berduaan di kamar " suara Adi meninggi.


" Ini tidak seperti yang mas pikirkan " kata Shasha.


" Salah gimana suamimu bekerja dan kau memasukkan laki-laki lain ke kamar ini " kata Adi berapi-api.


" Mas ... mas salah paham " Shasha mencoba bangkit.


" Kau membelanya " Adi marah tak terima istrinya membela Nathanael.


Shasha menggeleng pelan.


" Mas salah paham ini tidak seperti yang mas pikirkan " Shasha mengulangi kata-katanya.


" Kau..." Adi menunjuk ke arah Shasha.


Adi geram bercampur marah lalu meninggalkan Shasha pergi ke halaman belakang. Dia tidak mungkin memukul istrinya karena tubuh istrinya yang menempel pada Nathanael sehingga ia tidak bisa menghajar laki-laki itu.


Setelah Adi pergi Shasha berbalik melihat Nathanael.


" Kenapa kau diam saja " kata Shasha.

__ADS_1


" Apa aku harus membalas suamimu " tanya Nathanael.


" Bukan begitu mestinya kau membela diri " kata Shasha.


" Tidak perlu " Nathanael tersenyum.


" Sebentar aku akan membersihkan lukamu " kata Shasha berdiri.


" Ini luka kecil tidak apa-apa kau istirahat saja " kata Nathanael.


Nathanael menuntun Shasha ke ranjang.


" Aku pulang dulu " pamit Nathanael.


Shasha mengangguk.


Nathanael berjalan keluar rumah masuk ke mobilnya. Lalu menjalankan mobilnya menuju kafe.


Di halaman belakang Adi berdiri sambil mengepalkan tangannya. Memukul apa saja yang ada di dekatnya. Setelah puas melampiaskan kemarahannya Adi jatuh terduduk sambil mengacak-acak rambutnya. Lalu ia mengambil bungkusan di saku bajunya yang tadi sempat diambil dari laci meja dekat dapur. Lalu diambilnya sebatang dan menyalakan nya. Adi menghisap batang nikotin itu perlahan lalu mengeluarkan asapnya. Menikmati batang nikotin itu beberapa saat lamanya sampai kemarahan di hatinya mereda. Lalu beranjak masuk ke dalam rumah.


Ketika Adi masuk ke dalam rumah ia melihat Shasha istrinya sedang masak di dapur. Adi melewatinya lalu masuk ke kamar dan membersihkan diri di kamar mandi. Selesai aktifitasnya di kamar mandi Adi memakai piyama tidurnya dan duduk di sofa kamar sambil menonton tv.


Selesai memasak Shasha menatanya di meja makan lalu pergi ke kamar. Shasha melihat Adi suaminya sedang duduk santai di sofa berniat menghampiri. Setelah dekat duduk di sebelah suaminya.


" Mas, makanan sudah siap mau makan sekarang " kata Shasha.


Adi hanya diam saja Shasha menatap suaminya sejenak lalu beranjak pergi ke kamar mandi.


Setelah Shasha berlalu dari hadapannya Adi menghela nafas perlahan menghilangkan sesak di dada.


*****************


Beri like, komen dan vote nya ya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2