
Kebahagiaan melingkupi Adi sejak keduanya berbaikan kembali. Lebih-lebih sejak mengetahui bahwa Shasha hamil semakin sayang dan perhatian Adi tercurah hanya kepada istrinya itu.
Setelah seharian bekerja Adi menyempatkan waktu memenuhi keinginan ibu hamil yang tak lain adalah istrinya. Libur akhir pekan Adi mempunyai waktu lebih banyak untuk istrinya dan memanjakannya.
Karena Shasha tidak mau tinggal di rumahnya maka Adi mengalah dan tinggal di rumah mertuanya itu. Kebiasaan baru istrinya sejak hamil adalah membuat kue dan menanam bunga di halaman belakang rumahnya. Dan libur akhir pekan kali ini istrinya membuat kue dan setelah matang Adi yang pertama kali makan kue buatan isterinya itu dan juga dua art di rumah mertuanya.
Saat ini Adi sedang menunggui Shasha membuat kue brownies coklat kesukaan istrinya. Adonan kue sudah di masukkan ke oven tinggal menunggu matangnya saja.
" Sudah duduk saja biar bibi nanti yang nungguin kuenya matang " kata bi Ani.
" Tapi bi " kata Shasha.
" Iya sayang biar bibi saja nanti kamu kecapaian " kata Adi menuntun istrinya duduk dan menyeka peluh di wajah cantik nya.
Adi merangkul pinggang istrinya dan membawanya ke ruang keluarga. Keduanya duduk di ruang keluarga nonton tv sambil menunggu kuenya matang. Setelah kuenya matang bi Ani mengeluarkannya dari loyang menunggu dingin dulu. Memotongnya lalu ditaruh dalam wadah dan membawa kue itu ke ruang keluarga dan membawa minuman untuk nona nya dan suaminya.
" Mas di cobain kuenya ya " kata Shasha.
Mengambil sepotong lalu menyuapi suaminya. Adi menerima suapan istrinya walaupun ia tak begitu suka dengan bermacam kue buatan isterinya. Bukan tidak enak tapi memang tidak suka makan kue.
" Gimana mas, enak " kata Shasha. Adi mengangguk untuk menyenangkan hati istrinya. Shasha tersenyum.
Dengan susah payah Adi makan kue dan menelannya. Lalu minum air hingga setengah gelas. Ini siksaan baginya tapi ia tidak mau mengecewakan istrinya. Dan menerima suapan dari istrinya.
" Lagi " Shasha mengambil sepotong lalu menyuapi suaminya. Adi menerimanya dengan senyum terpaksa.
__ADS_1
" Kayaknya bibi dan pak Udin pengin mencicipi kuenya sayang " kata Adi mengalihkan perhatian.
" Oh ya lupa mas " kata shasha tersenyum.
Lalu Shasha memanggil art di rumahnya dan menyuruh keduanya untuk mencicipi kue buatannya. Dengan senang hati bi Ani dan pak Udin mengambil kue buatan nona nya. Mumpung gratis kapan lagi makan kue yang enak tanpa mengeluarkan biaya, pikir kedua art itu. Adi yang melihat kedua art itu lahap makan kue buatan istrinya merasa senang. Selamat selamat akhirnya terbebas dari percobaan makan kue, kata Adi dalam hati.
" Kenapa tidak makan kuenya " kata Adi lalu mengambil kue dan menyuapi istrinya.
" Enak " kata Shasha setelah makan kue buatannya sendiri.
" Memang enak kue buatan istriku " seru Adi memuji.
" Kalau begitu besuk bikin lagi ya mas " kata Shasha bersorak kegirangan.
Selesai sudah acara mencicipi kue dan sekarang keduanya berada di kamar. Adi menatap wajah cantik istrinya yang kelelahan membelainya mengecup bibir tipis istrinya. Shasha mengeratkan pelukannya ke suaminya. Adi membalasnya mengusap lembut pucuk rambut istrinya.
" Mau apa hmm " kata Adi.
" Mau begini saja " menelusup ke dada bidang suaminya. Menikmati aroma maskulin dari tubuh suaminya yang membuatnya betah berlama dan bermanja.
." Capai " kata Adi. Shasha mengangguk. " Ya sudah tidur saja. "
Lalu Adi mengecup kening istrinya beralih ke pipi dan bibir tipis istrinya. ********** perlahan bibir istrinya dan beralih ke tubuh istrinya yang lain. Tempat favoritnya mengusapnya lembut dan meremasnya menimbulkan desahan kecil dari mulut istrinya. Shasha menepis pelan tangan suaminya.
" Mas " kata Shasha.
__ADS_1
" Ya " kata Adi.
" Aku mau tidur " Shasha kesal.
" Tidur saja " Adi mengusap punggung istrinya.
" Gimana bisa tidur mas bisa diem nggak sih " seru Shasha.
" Enggak " mencium bibir istrinya. Shasha tidak membalas tapi tidak menolak. Cemberut.
" Ya ya ya kita tidur saja " kata Adi akhirnya mengalah.
Dan mereka benar-benar hanya tidur sambil berpelukan saja.
*******
Hari telah berlalu tak terasa sudah tiga bulan usia kehamilan Shasha. Adi sudah mengirim kabar ke ibunya tentang kehamilan istrinya. Ibunya sangat gembira mendengar kabar bahagia itu. Juga orang tua Shasha sangat bahagia mendengar kehamilan putri kecil mereka. Putri kecil mereka sebentar lagi menjadi seorang ibu tapi sayangnya kedua orang tua Shasha belum bisa pulang karena masih sibuk dengan pekerjaannya. Dari pertama kali Shasha tinggal di rumah orang tuanya belum bertemu sama sekali dengan mama papanya karena kesibukan mereka.
" Sayang apa mama dan papa jadi pulang besuk " kata Adi.
" Kata bibi sih begitu aku jadi tidak sabar pengin ketemu papa dan mama " kata Shasha tersenyum ceria. " Mas juga pengin ketemu papa dan mama kan."
Adi mengangguk pelan mengusap tengkuknya. Adi gugup dan canggung menghadapi hari esuk saat bertemu dengan mertuanya.Karena dia merasa belum menjadi menantu idaman dan suami yang baik buat Shasha. Masih banyak kekurangan di dalam dirinya. Sehingga tidak ada yang bisa ia banggakan bila bertemu dengan mertuanya nanti.
Meskipun mertuanya orang berada tetapi mertuanya orang yang ramah dan tidak membedakan status sosial di antara keluarganya dan besannya. Apalagi mama Shasha dan ibunya bersahabat sejak sekolah dulu. Tetapi tetap saja rasa rendah diri itu ada terlebih lagi almarhum ayahnya pernah ditolong oleh mertuanya. Membuat dia kurang percaya diri bila nanti bertemu dengan mertuanya.
__ADS_1