
Pagi ini terasa lain tidak seperti pagi sebelumnya. Kebiasaan baru bagi pasangan yang lagi berbahagia dengan keluarga kecilnya. Siapa lagi kalau bukan sepasang suami-istri, Adi dan Shasha. Kelahiran baby Zaneta membuat kebahagiaan yang selama ini dinantikan kehadirannya oleh Adi dan Shasha terasa sempurna.
Setelah dimandikan dan telah wangi baby Zaneta minum sufor lalu tertidur lagi. Adi mencium pipi gembul bayi mungilnya itu lalu mencium kening istrinya dan berpamitan untuk bekerja.
Adi melajukan mobilnya ke kantor untuk kembali bekerja setelah seminggu lamanya libur. Setelah memarkirkan mobilnya Adi langsung masuk ke lift yang akan membawanya ke lantai teratas. Keluar dari lift Adi menuju ruangan presdir sekaligus temannya semasa kuliah.
Adi melangkah melewati meja sekretaris dan hendak mengetuk ruangan presdir. Tapi seorang wanita cantik yang berdiri dibalik meja sekretaris menghentikan langkahnya.
" Maaf, bapak ini siapa? Bapak tidak boleh masuk ke ruangan presdir " kata wanita itu.
" Saya mau bertemu pak presdir " jawab Adi.
" Pak presdirnya belum datang dan lagi tidak boleh sembarang orang masuk ke ruangan pak presdir " kata wanita itu lagi.
" Kamu siapa bukannya itu meja Nita " tanya Adi.
" Saya Renata sekretaris baru yang menggantikan mbak Nita " sahut wanita yang bernama Renata itu.
" Oh sekretaris baru pantas saja " gumam Adi.
Adi baru akan memegang handle pintu tapi sekretaris baru itu mencegahnya.
" Maaf, bapak tidak boleh masuk " kata sekretaris baru itu.
" Hei, kamu tahu siapa saya " wanita bernama Renata itu menggeleng.
" Saya temannya Ricko " seru Adi mulai kesal.
Karena pagi-pagi sudah berdebat dengan orang yang mengaku sekretaris Ricko. Membuat mood nya langsung lenyap seketika, meski ia menyadari wanita yang bernama Renata itu cantik. Huh, menyebalkan gerutu Adi.
Beberapa saat kemudian seseorang berjalan ke arahnya. Seorang lelaki muda gagah dan tampan memakai stelan jas warna navy celana panjang warna senada berjalan mendekati Adi.
" Hai, Di ... " orang yang menyapanya itu mendekat.
Adi melihat ke asal suara.
" Ricko ... " sahut Adi.
" Kenapa tidak masuk saja? " tanya Ricko.
" Ada yang melarang ku masuk ke ruangan mu " jawab Adi.
" Siapa ? " tanya Ricko.
" Tuh " tunjuk Adi dengan matanya.
Ricko menoleh ke meja sekretaris dan menatap tajam pada wanita itu. Seketika wanita itu menunduk.
" Kenapa kau melarang temanku masuk ke ruangan ku " bentak Ricko.
" Ma maaf pak, saya tidak tahu kalau bapak ini teman pak presdir " sahut wanita itu sambil menunduk.
__ADS_1
Ricko hendak bersuara tapi dipotong oleh Adi
" Sudahlah tidak apa-apa lagian dia tidak tahu aku temanmu " jawab Adi.
Ricko melirik sekretaris barunya wanita itu masih menunduk. Lalu mengajak Adi masuk ke ruangan nya.
Kedua lelaki tampan itu duduk di sofa.
" Gimana kelanjutan kasus yang menimpa istrimu " tanya Ricko.
" Wanita itu sudah tertangkap dan dia karyawan di perusahaan ini " kata Adi.
" Apa dia karyawan yang kau rekomendasikan waktu itu " kata Ricko.
" Memang dia orangnya " jawab Adi santai.
Ricko beralih menatap lekat teman semasa kuliahnya itu.
" Hubungan mu dengan wanita itu bukan sekedar hubungan biasa kan ' selidik Ricko.
" Em iya ... itu dulu tapi aku sudah mengakhirinya " lirih Adi.
" Apa istrimu tahu " Adi mengangguk.
" Lalu ... " Ricko penasaran.
" Dia marah dan tidak mau bertemu denganku " Adi menerawang mengingat saat Shasha lebih memilih tinggal di rumah orang tua Shasha ketimbang di rumah nya.
" Sama saja " kata Adi.
" Kau terikat dengan satu wanita sementara aku tidak. Aku bisa pergi dengan wanita mana pun tanpa ada yang bisa marah padaku. Kalau pun ada tinggal dikasih uang beres kan " seru Ricko enteng.
" Segalanya bisa beres dengan uang itu menurutmu lalu berapa banyak wanita yang patah hati karena ulah mu " seru Adi.
" Kamu juga iya kan " sahut Ricko.
" Tapi aku tidak sebejad dirimu " seru Adi tak mau kalah.
Ck, Ricko berdecak sebal tapi memang benar sih dia sering bermain dengan banyak wanita. Dan kini dia kesusahan sendiri karena didesak orangtuanya untuk segera menikah. Karena kebanyakan para wanita itu hanya sebagai pemuas hasratnya saja.
" Apa kamu akan menuntut wanita itu " Ricko mengalihkan pembicaraan.
" Rencananya sih iya tapi aku belum menghubungi pengacara " Adi tampak ragu.
" Kenapa apa kau masih ada rasa dengan wanita itu em siapa ya namanya " tanya Ricko.
" Kinanti " Adi menerawang ke depan sambil memejamkan matanya.
" Ah ya Kinanti " Ricko melirik ke arah Adi.
Hening.
__ADS_1
" Aku hanya tak tega ... " Ricko tertawa.
" Kau masih menyukainya " Ricko masih tertawa.
" Bukan begitu kalau dia dipenjara gimana nasib anaknya. Sementara dia di sini sendirian tidak ada sanak saudara " jelas Adi.
" Pikir saja sendiri " Ricko bangkit berjalan ke meja kerjanya.
" Kau ini ... " Adi menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.
" Hei, kau bisa jadikan dia anak angkat " kata Ricko memberi ide.
" Hah, apa kata ibuku dan Shasha nanti " seru Adi.
Adi memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.
" Kau ini menyusahkan diri sendiri " gumam Ricko masih bisa didengar Adi.
" Apa kau bilang " Adi menegakkan tubuhnya.
' Aku bilang kau menyusahkan diri sendiri kalau sudah tidak ada rasa ngapain mikirin anak wanita itu. Beda lagi kalau itu anakmu " Ricko menggeleng tak percaya.
Adi menghela nafas perlahan lalu bangkit keluar ruangan presdir.
" Hei, jangan lupa hari ini kau menempati ruangan baru sebagai asisten ku ' Adi menghentikan langkahnya.
" Bukannya masih seminggu lagi " Adi berbalik menghadap temannya.
" Rudy sudah berangkat menangani anak cabang di kota x. Harusnya kemarin tapi kau tidak masuk sementara ponselmu susah dihubungi " jelas Ricko.
Adi baru ingat kalau kemarin setelah mengantar istrinya pulang ia pergi ke restoran Nathanael dan menemui Kinanti di penjara. Ponselnya low bat jadi tidak bisa menerima pesan atau panggilan telpon.
" Okey, siap pak presdir " seru Adi sambil tersenyum miring.
" Cih, pak presdir ..." gerutu Ricko.
Yah, memang dia presdirnya Ricko menertawakan dirinya sendiri. Ricko masih tidak percaya kalau dia menjadi presdir menggantikan ayahnya. Karena dia anak bungsu yang agak susah dibujuk untuk mengurus perusahaan ayahnya. Sementara kakak-kakak nya sudah memegang anak cabang di kota lain.
Oh presdir Ricko, gumam Ricko sambil terkekeh pelan.
**************
Yok ikuti kelanjutannya ya.
Gimana nasib Kinanti selanjutnya.
Lalu Adi sendiri dengan jabatan barunya apa tidak tergoda dengan sekretaris baru.
Jangan lupa like, komen dan vote nya.
Terimakasih.
__ADS_1