Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 110 Pertemuan Dengan Ardian Grup


__ADS_3

Pagi harinya Shasha telah rapi dan sedang memandikan baby Zaneta. Selesai mandi dan berganti baju kini baby Zaneta telah cantik lalu Shasha membawa baby Zaneta keluar kamar. Saat Shasha keluar kamar dan hendak memberikan baby Zaneta kepada mbak Tari, bu Rina mendekati nya. Tangan baby Zaneta menggapai neneknya seolah minta digendong lalu bu Rina meraih batita mungil itu dari Shasha.


" Eh sayangnya nenek sudah cantik " Shasha tersenyum sambil memberikan baby Zaneta pada bu Rina.


" Maaf bu si kecil merepotkan ibu " Shasha mengusap lembut kepala baby Zaneta.


" Sudah Ndak pa pa ibu kan neneknya, mana suamimu " tanya bu Rina.


" Masih tidur bu " jawab Shasha.


" Sana bangunin dulu ibu tunggu di meja makan " ibu Rina lalu melangkah menuju meja makan.


" Baik bu " jawab Shasha.


Shasha berbalik ke kamar membangunkan suaminya. Adi menggeliat bangun tak lama kemudian bergegas ke kamar mandi. Selesai membersihkan diri Adi keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian santai.


" Lho mas nggak ke kantor " Shasha heran melihat suaminya tampak tenang sambil merapikan rambutnya.


" Nanti agak siangan " Adi melihat bayangan istrinya di cermin rias.


Shasha mendekati suaminya.


" Mas " Adi melirik istrinya dari cermin rias di depannya.


Adi menunggu Shasha sepertinya hendak mengatakan sesuatu.


" Aku mau ke mall boleh " Adi membalik badannya.


" Sendiri " Shasha menggeleng pelan.


" Aku bawa baby Zane ya " Adi menatap lekat istrinya.


" Sayang dia masih kecil " sahut Adi.


" Aku ajak mbak Tari gimana " kata Shasha.


Adi mendesah pelan.


" Boleh tapi baby Zane biar di rumah sama ibu " Adi meraih pinggang istrinya.


Shasha mengangguk pasrah yang penting ia telah minta ijin pada suaminya dan diperbolehkan keluar. Shasha merasa jenuh di rumah dan ia juga sudah lama tidak jalan-jalan sejak melahirkan baby Zaneta.


" Mas " Adi mengecup lembut pundak istrinya.


Shasha menggeliat kegelian.


" Kenapa " sahut Adi pelan.


Adi kembali mengecup leher istrinya dan berakhir ke bibir tipis istrinya.


" Sudah ditunggu ibu dan Chris di meja makan " Shasha mendorong pelan tubuh suaminya.


" Sebentar saja " Adi mengeratkan pelukannya.


" Mas nanti saja kita lanjutkan " Shasha melepas tangan suaminya.


" Baiklah nanti malam kita lanjutkan " bisik Adi di telinga istrinya.


Shasha yang mendengar ucapan suaminya tercekat sesaat kemudian mengangguk pelan. Lalu sepasang suami istri itu keluar kamar menuju meja makan. Keduanya duduk berdampingan Shasha mengambilkan makanan untuk suaminya. Setelah itu ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Bu Rina yang melihat anaknya berpakaian santai bertanya pada Adi.


" Kamu tidak pergi ke kantor " bu Rina menatap Adi.


Chris yang melihat kakak sepupunya terlihat santai juga menanyakan.


" Kakak tidak ke kantor ? " tanya Chris.


" Tidak " sahut Adi pelan.


" Tapi ... " Chris belum selesai bicara.


" Pertemuan nya dengan Ardian grup nanti siang kan " Chris mengangguk.


" Nanti aku langsung ke sana sekalian mengantar Shasha ke mall " jawab Adi santai.


" Tapi mas aku bisa naik taksi " sela Shasha.


" Tidak sayang mas akan mengantarmu " sahut Adi membuat Shasha terdiam dan tidak membantah.


Adi melirik istrinya lalu melanjutkan makannya. Adi berpikir karena pertemuan nanti siang dengan Ardian grup itu di mall. Dan itu adalah mall yang akan didatangi oleh istrinya apa salahnya kalau sekalian mengantar istrinya ke sana.


" Chris " yang dipanggil menoleh.


" Ya kak " sahut Chris.


" Apa ada pertemuan pagi ini " tanya Adi.


" Tidak ada " Chris melihat jadwal Adi pagi ini yang dikirim Diana lewat e mail di ponselnya.


" Aku akan ke kantor setelah pertemuan dengan Ardian grup " Chris melihat kakak sepupunya lalu mengangguk pelan.


Menjelang siang Adi mengantar istrinya ditemani mbak Tari ke mall. Adi duduk dibalik kemudi dan Shasha di sebelah suaminya sementara mbak Tari duduk di kursi penumpang. Sampai di tempat yang dituju ketiganya masuk ke mall. Adi berpesan pada istrinya agar tidak terlalu lama di mall karena sebentar lagi dia ada pertemuan dengan rekan bisnisnya di mall ini juga. Adi juga berpesan pada Shasha setelah satu jam untuk menyusulnya ke tempat pertemuan yang ditunjuk Adi. Karena rencananya Adi hendak mengenalkan istrinya itu pada rekan bisnisnya.


Setelah berpamitan pada istrinya ketiganya berpisah Shasha dan mbak Tari berkeliling mall sementara Adi menemui presdir dari Ardian grup.


Adi menuju tempat pertemuan saat Adi sampai di tempat itu tidak terlihat presdir dari Ardian grup. Di sana hanya ada seorang wanita yang duduk membelakangi Adi. Adi berpikir mungkin itu sekretaris dari Ardian grup lalu Adi melangkah mendekati wanita yang duduk membelakangi dirinya.


Saat telah sampai di depan wanita itu Adi terkejut dan berdiri mematung melihat wanita yang duduk di depannya itu. Adi memandang tak berkedip pada wanita cantik yang rambutnya tergerai indah itu.


Hari ini kali kedua Adi bertemu dengan wanita itu. Saat pertama dulu bertemu Adi terpana melihat penampilan nya yang berbeda. Dan saat ini untuk kedua kalinya Adi terpesona pada wanita itu yang terlihat lebih cantik dari saat pertama kali berjumpa.


" Sarah " ucap Adi pelan.


Wanita yang namanya disebut tersenyum dan berdiri mengulurkan tangannya.


" Senang bertemu dengan presdir Adi dari perusahaan Nugroho " Adi menyambut uluran tangan Sarah.


" Kenalkan Sarah sekretaris merangkap asisten dari Ardian grup " Adi nampak terkejut mendengar ucapan wanita di depannya itu.


" Sarah kau ... " Adi menatap tak percaya.


" Kenapa kau heran dan tidak percaya kalau aku bisa menjabat sekretaris sekaligus asisten di Ardian grup " sahut Sarah tenang.


" Em bukan begitu maksudku kenapa kau bisa mencapai kedudukan itu karena setahuku untuk melamar kerja di Ardian grup itu tidak mudah " ucap Adi pelan.


" Apa kau lupa nama belakangku " Adi terhenyak dari duduknya.


Adi mencoba mengingat nama teman SMA nya itu memang Sarah Ardianto, jadi dia ...

__ADS_1


" Gimana kau sudah ingat sekarang " Adi mengangguk.


Sarah tersenyum.


" Yang menjadi presdir Ardian grup itu kakakku Dean Ardianto " terang Sarah.


Pembicaraan pun bergulir santai sesekali diselingi dengan candaan. Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya pihak Ardian grup diwakili Sarah menyetujui kerjasama dengan perusahaan Nugroho.


" Kuharap kita makin dekat em maksudnya dengan kerjasama ini kita bisa mengembangkan dan memajukan perusahaan " ralat Sarah.


" Aku juga berharap banyak Ardian grup memberi dukungan dan membantu memajukan perusahaan Nugroho " ucap Adi tulus.


Dan kuharap dengan kerjasama ini aku bisa lebih dekat denganmu, gumam Sarah. Sarah melihat lelaki di depannya ini penuh kekaguman. Sama seperti saat pertama kali Sarah mengenal Adi. Di saat itu mereka masih memakai seragam putih abu-abu dan dengan terus terang tanpa malu-malu Sarah mengatakan menyukai Adi. Ketika itu Adi menolak karena penampilan Sarah yang norak.


Tapi lihatlah Sarah yang sekarang jauh berbeda dia cantik dan menarik. Sarah tertawa kecil melihat Adi yang terus memandang dirinya. Sarah yakin bahwa Adi mulai tertarik padanya.


Untuk sesaat Adi terkesima dan terpesona pada Sarah. Tapi sedetik kemudian Adi menggeleng pelan, apa yang aku pikirkan. Bodoh, makinya pada diri sendiri lalu ia teringat istrinya yang berada di mall. Adi melihat pergelangan tangannya hampir satu jam istrinya memutari mall tapi belum nampak menyusulnya.


Di saat keduanya sedang berbincang ringan seseorang datang mendekat. Adi menoleh ke arah orang yang mendekati mejanya. Adi berdiri dan tersenyum pada wanita yang baru datang. Membuat Sarah menatap heran pada Adi dan wanita yang baru datang itu.


Ketika wanita itu mendekat dan berdiri di samping Adi, Adi meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya.


" Sayang sudah belanjanya " tanya Adi menatap wanita itu.


Deg.


Sarah kaget mendengar Adi menyebut wanita yang baru datang itu dengan sebutan ' sayang ' . Tiba-tiba dadanya terasa sesak Sarah mencoba menguasai dirinya dengan kenyataan yang baru saja didengarnya. Sarah bertanya dalam hatinya tentang wanita di samping Adi. Apakah wanita itu istri Adi, apa yang dipikirkan oleh Sarah membuat harapannya yang baru saja ia bangun musnah seketika. Ternyata lelaki berkulit sawo matang itu telah dimiliki oleh wanita lain.


" Sudah " jawab wanita itu yang tak lain Shasha.


" Mana " tanya Adi.


" Tuh sama mbak Tari " tunjuk Shasha dengan jarinya menunjuk ke belakang tubuhnya.


Tapi matanya tak lepas pada wanita cantik yang bersama suaminya.


Adi melihat ke arah yang ditunjuk istrinya lalu beralih pada istrinya. Adi yang mengerti arah pandang istrinya lalu mengenalkan Sarah pada Shasha.


" Sayang ini Sarah rekan bisnis yang mas katakan tadi " kata Adi.


Adi tersenyum lalu mengenalkan Shasha pada Sarah.


" Sarah ini istriku Shasha " ucap Adi.


" Shasha " menjabat tangan Sarah dan tersenyum.


" Sarah " membalas jabat tangan Shasha dan tersenyum paksa.


Setelah acara perkenalan usai Adi mengajak istrinya pulang.


Adi dan Shasha berjalan berdampingan dengan Adi yang menggenggam tangan Shasha


Sementara Sarah mengikuti kepergian Adi dan Shasha dengan perasaan hancur.


*************


Semoga suka dengan ceritanya


Tunggu kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2