
Pagi harinya ibu Rina dan Chris sudah datang ke rumah sakit. Karena rencananya hari ini Shasha dan baby nya akan pulang. Shasha sedang bersandar di ranjang rumah sakit sementara Adi sedang membersihkan diri di kamar mandi. Ibu Rina dan Chris masuk ke ruang rawat Shasha. Ibu mendekati Shasha lalu memeluk menantunya itu. Sedang Chris duduk di sofa.
" Apa benar hari ini akan pulang " tanya ibu Rina.
" Benar bu " kata Shasha.
" Gimana dengan baby nya " tanya bu Rina.
" Baby nya akan pulang hari ini juga bu " jawab Shasha.
" Mana suamimu " tanya bu Rina.
" Aku di sini bu " sahut Adi yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Adi berjalan mendekati ibunya lalu mencium punggung tangan ibunya.
" Kenapa ibu pagi-pagi sekali datang " tanya Adi.
" Ibu sudah tak sabar ingin segera berkumpul dengan menantu dan cucu ibu " kata bu Rina. " Apa benar menantu ibu akan pulang hari ini " tanya bu Rina lagi.
" Kita tunggu dokternya datang dulu untuk memastikan boleh pulang hari ini atau tidak " kata Adi.
Saat Adi dan ibunya berbincang masuklah dokter Steve ke ruangan.
" Selamat pagi bu Shasha " sapa ramah dokter Steve.
" Seperti biasa diperiksa dulu ya bu " dokter muda itu dibantu perawat mengecek kesehatan Shasha.
" Gimana dokter apa istri saya sudah boleh pulang hari ini " tanya Adi.
Setelah memastikan luka jahitan di perut Shasha membaik dan tekanan darahnya normal dokter mengijinkan Shasha pulang.
__ADS_1
" Gimana dengan baby nya dokter " tanya Shasha.
" Baby nya sehat sudah boleh pulang tapi jangan lupa mengatur suhu tubuh baby nya agar tetap hangat " kata dokter Steve.
" Terimakasih dokter " kata Adi dan Shasha berbarengan.
" Sama-sama, permisi " dokter Steve dan perawat keluar dari ruangan.
Setelah diijinkan pulang Adi bersiap merapikan barang-barang yang hendak dibawa pulang dibantu Chris. Sementara bu Rina duduk di sofa, Chris membawa barang-barang yang sudah dikemas dalam paper bag ke bagasi mobil. Adi duduk di sebelah ranjang istrinya. Beberapa saat kemudian masuklah dua perawat salah satu perawat membawa bayi Shasha dan perawat temannya melepas selang infus dari tangan Shasha serta membawa keluar dari ruangan.
Perawat itu memberikan bayi Shasha kepada bu Rina karena Shasha masih kelihatan canggung menggendong bayi mungil itu. Kemudian Shasha berganti baju rumahan di kamar mandi. Sedangkan Adi menyelesaikan administrasi rumah sakit.
Setelah semuanya selesai Adi membawa rombongannya menuju tempat parkir mobilnya. Disana sudah ada Chris di belakang kemudi. Adi mendorong kursi roda yang diduduki istrinya disebelahnya bu Rina yang menggendong bayi mungil Shasha.
Chris melajukan mobilnya menuju rumah peninggalan ayah Adi. Bu Rina yang memutuskan menantu dan cucunya tinggal di rumahnya. Karena bu Rina ingin dekat dengan menantu dan cucunya itu. Shasha hanya menurut saja sedang Adi senang sekali mendengar Shasha mau tinggal di rumahnya.
Sementara papa Sam dan bu Santi tidak dapat menjemput putri kesayangannya dan cucunya. Karena ada pekerjaan di luar kota yang tidak dapat di tunda.
Sesampainya di rumah bu Rina sudah menyiapkan semuanya untuk menantu dan cucunya. Shasha masuk ke kamar Adi yang dulu menjadi kamar mereka berdua. Shasha mengitari pandangannya ke seluruh kamar suaminya. Saat Shasha sedang termenung sepasang tangan kekar melingkar di pinggangnya.
" Mas... " Shasha hendak melepas tangan suaminya.
" Ada apa hm " Adi membalik tubuh istrinya.
Dan kini keduanya saling berhadapan. Tangan Adi masih merangkul pinggang Shasha.
" Sebentar saja seperti ini ' merangkul pinggang Shasha erat lalu mendekatkan wajahnya ke wajah cantik istrinya.
" Nanti ada yang lihat " kata Shasha.
" Tidak akan ibu sedang sibuk dengan cucunya " kata Adi.
__ADS_1
" Tapi baby kita masih sangat kecil kalau haus gimana " kata Shasha.
" Dia masih tidur kalau haus ada sufor " kata Adi.
" Mas...emm " Shasha tidak melanjutkan kata-katanya.
Adi menyerang bibir tipis istrinya yang sudah beberapa waktu lamanya tidak bisa ia nikmati. Akhirnya tautan dua bibir itu terpaksa lepas ketika terdengar ketukan di pintu. Keduanya saling menatap ke arah pintu.
" Kak Adi " suara Chris memanggil.
Adi mengecup bibir istrinya sekilas lalu mengurai pelukannya dan berjalan membuka pintu.
" Ada apa Chris " setelah pintu dibuka.
" Dipanggil bude " Chris berlalu dari hadapan Adi.
Adi pergi ke kamar sebelah yang menjadi kamar ibunya. Baru saja Adi masuk ke kamar ibunya menyuruhnya membuatkan sufor untuk baby Shasha. Adi bergegas membuat sufor di dapur lalu kembali ke kamar ibunya dan memberikan sufor pada baby Shasha.
" Bu, Adi titip Shasha dan baby nya " kata Adi saat ia ingat sesuatu.
" Kau mau ke mana nak " tanya bu Rina.
" Adi ada sedikit keperluan " Adi meraih punggung tangan ibunya.
Mencium baby nya yang sedang minum sufor dari botol lalu melangkah keluar dari kamar ibunya. Adi kembali masuk ke kamar nya dan melihat istrinya sedang tertidur. Adi berjalan mendekat dan duduk dipinggir ranjang. Melihat istrinya tidur Adi tak tega membangunkannya. Lalu Adi mengecup kening istrinya dan keluar dari kamarnya.
Adi mengambil kunci mobilnya dan melangkah masuk ke mobilnya. Mas Agus membuka pagar rumah majikannya kemudian Adi melajukan mobilnya ke jalan raya menuju alamat yang diberikan sahabatnya.
****************
Ikuti kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku....
__ADS_1
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya.
Terimakasih.