
Hampir satu pekan lamanya Shasha meninggalkan rumah Adi. Setiap hari Adi menghubungi Shasha berharap istrinya itu menjawab panggilannya. Tapi semuanya nihil pesan permohonan maaf dan meminta Shasha kembali yang ia kirim ke ponsel istrinya pun tak ditanggapi oleh istrinya.
Rumah ini tampak sepi sejak Shasha pergi dari rumah. Ada sesuatu yang hilang di sudut hatinya terdalam. Saat ini barulah Adi menyadari bahwa ia membutuhkan kehadiran Shasha di sisinya. Dulu ia mengandalkan Shasha yang membangunkan tidurnya, menyiapkan pakaian kerjanya, membuatkan sarapan untuk dirinya dan mengantar ia sampai ke depan pintu rumahnya diiringi senyum manis mengantar ia bekerja.
Lihatlah beberapa hari terakhir ini ia dengan susah payah bangun karena bunyi jam alarm di ponselnya berbunyi. Lalu bergegas mandi dan menyiapkan pakaian kerjanya sendiri. Menyiapkan sarapan ala kadarnya sendiri kadang ia tidak sarapan dan langsung berangkat kerja. Tak ada senyum manis istrinya saat ia berangkat kerja.
Melakukan aktifitas kerjanya yang tidak mungkin ia abaikan. Sepulang kerja Adi mencari informasi tentang keberadaan istrinya dari teman-teman istrinya yang dikenalnya. Sambil menghubungi nomor ponsel istrinya siapa tahu diangkat. Dan mengirim pesan ke istrinya. Berpuluh-puluh panggilan dan pesan ia layangkan ke ponsel istrinya. Tapi keberuntungan belum berpihak padanya. Shasha tak pernah sedikitpun membalas panggilan dari suaminya apalagi pesan suaminya tak pernah Shasha baca atau pun balas.
__ADS_1
/ Gimana kalau author yang ngasih tahu Shasha ada di mana pada mas Adi. Padahal Shasha kan tinggal tak begitu jauh dari komplek perumahan Adi. Iya nggak. Ha ha ha.../
Sebenarnya Adi sempat berpikir untuk pergi ke rumah mertuanya tapi ia urungkan. Selama ini Adi jarang sekali berkunjung ke rumah mertuanya. Karena kesibukan mertuanya menyebabkan hubungan Adi dan mertuanya agak renggang. Apalagi permulaan hubungan dia dan Shasha karena dijodohkan membuat hatinya menjadi ragu untuk pergi ke rumah mertuanya.
Beberapa kali Adi berpikir akhirnya Adi menepiskan semua keraguan di hatinya. Ia bertekad hendak pergi ke rumah mertuanya itu. Adi memutuskan untuk pergi ke rumah mertuanya hari sabtu pekan ini.
Ketika Adi hendak berbelok ia melihat ada mobil yang sudah mendahuluinya berbelok. Mobil itu berhenti di depan rumah mertuanya. Setelah dibukakan pintu oleh pak Udin penjaga pintu gerbang merangkap tukang kebun mobil itu memasuki halaman rumah orang tua shasha yang luas.
__ADS_1
Adi merasa heran dengan mobil yang baru masuk ke rumah mertuanya itu. Setahu Adi mobil mertuanya itu berwarna hitam tapi mobil yang tadi masuk berwarna putih. Dan yang membuat Adi tambah terkejut lagi ketika ia melihat seseorang yang keluar dari mobil itu.
Sosok yang selama ini dekat dengan istrinya siapa lagi kalau bukan Nathanael. Lalu Adi menepikan mobilnya ia belum keluar dari mobilnya. Adi menunggu beberapa saat sambil meredakan emosinya yang tiba-tiba naik ke atas kepalanya melihat Nathanael ada di rumah mertuanya. Siapa yang Nathanael temui di rumah mertuanya itu. Apakah Shasha ada di dalam sana. Kalau benar Shasha di rumah orang tuanya kenapa mertuanya mengijinkan Nathanael datang berkunjung. Berbagai pikiran buruk melintas di benaknya membuatnya tidak tenang. Ingin rasanya Adi menyusul ke sana tapi ia urungkan. Karena terakhir kali Adi bertemu dengan Nathanael sempat memukul lelaki itu. Dan kali ini Adi mencoba menahan diri dan tetap berada di mobil menunggu saat yang tepat untuk masuk ke rumah mertuanya.
*************
Beri like, komen dan vote nya ya.
__ADS_1
Terimakasih.