Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 37 Kesalahan Yang Sama # 1


__ADS_3

Sesaat sebelum Shasha dibawa ke rumah sakit Adi keluar mengejar Shasha. Sampailah Adi di pintu keluar mall tak didapati Shasha istrinya. Lalu ia mencari di seputar mall tapi tak menemukan juga. Beralih ke tempat parkir lalu berjalan keliling pelataran mall tak juga menemukan Shasha istrinya.


Arrrgghh!! kenapa jadi begini, jerit Adi dalam hati. Ketika Adi kebingungan mencari Shasha istrinya muncullah dari dalam mall Kinanti sambil menggandeng anaknya. Setelah berbicara sebentar lalu Kinanti pulang bersama anaknya dan Adi masuk ke mobilnya.


Mobil melaju dengan cepat di siang yang terik itu. Tempat yang di tuju pertama adalah rumah yang sudah dipastikan istrinya tidak akan pulang ke rumah. Tapi tetap saja Adi melajukan mobilnya ke arah rumahnya.


Sampai di rumah lalu Adi masuk ke dalam suasana sepi tak berpenghuni. Seperti kejadian beberapa bulan yang lalu Shasha tak mungkin pulang ke rumah. Lalu Adi mengambil benda pipih di saku kemejanya menghubungi ke nomor Shasha istrinya. Beberapa nada panggilan masuk tapi tak ada yang menyahut dari ponsel istrinya.


Adi bergegas keluar memasuki mobilnya melajukan kembali mobilnya ke arah kafe sahabat istrinya. Semua ini salahnya kenapa harus seperti ini lagi. Kenapa ia tak bisa lepas dari bayang-bayang cinta pertamanya. Iba!...kasihan pada Kinanti aaah atau ada hal lain menggelitik hatinya. Semua itu yang telah menjerumuskan dirinya di situasi yang rumit ini. Kenapa dan kenapa arggghh Adi memukul setir kemudinya begitu bodohnya dirinya saat ini. Menyalahkan kebodohannya saat ini sambil melihat bayangan wajah istrinya yang berurai air mata. Baru saja mereguk bahagia bersama istrinya lalu terhempas begitu saja karena ulahnya sendiri. Kecemburuannya membuat dirinya jauh dari istrinya. Tanpa Adi sadari ia telah jatuh cinta pada istrinya entah sejak kapan cinta itu hadir di dalam hatinya. Mungkin saat istrinya dekat dengan Nathanael. Ya laki-laki itu selalu membuatnya hilang kendali.

__ADS_1


Benarkah ia mencintai istrinya yang dulu ia anggap teman masa kecilnya dan menyayanginya seperti adik. Apakah rasa sayang itu berubah menjadi cinta. Arggghh!!! lagi-lagi Adi merasa bingung dengan perasaan hatinya saat ini. Apakah ia mulai mencintai istrinya?


Tanpa terasa mobil telah berhenti di depan kafe sahabat Shasha. Adi bergegas keluar dari mobilnya masuk ke kafe hendak menemui Dini sahabat istrinya. Langkahnya terhenti di depan pegawai Dini yaitu Anita yang hendak mengantar pesanan. Adi menanyakan keberadaan istrinya kepada Anita. Lalu Anita menceritakan pada Adi kalau tadi siang Shasha pergi dengan Nathanael untuk makan siang sampai sekarang belum kembali. Ada rasa sesak di dadanya ketika mendengar isterinya pergi dengan Nathanael. Sebisa mungkin ia tidak menunjukkan kepada orang lain. Setelah mengobrol sebentar Adi lalu pamit keluar kafe.


Dan kini mobil itu kembali melaju ke jalan raya. Jalanan macet karena entah apa yang menyebabkan kemacetan di sore itu. Padahal ini bukan jam pulang kantor karena kantor tutup di hari sabtu. Adi memukul setir mobilnya berulangkali melihat mobilnya hanya jalan di tempat. Adi merasa kesal karena laju mobilnya terhambat. Adi juga tak sabar menahan kegusaran di hatinya mendengar cerita Anita tadi bahwa istrinya pergi dengan Nathanael. Masih sempatnya ia cemburu dengan laki-laki bernama Nathanael itu. Dan tak berpikir bahwa dia juga pergi menemui Kinanti setelah mendapat pesan dari wanita bermata lentik itu. Tanpa berpikir dulu bahwa tindakannya itu akan melukai perasaan istrinya. Melakukan kesalahan yang sama lalu begitu mudahnya ia meminta maaf pada isterinya. Setelah istrinya memaafkannya lalu melakukan kesalahan lagi. Begitu mudahnya ia melakukan kesalahan dan meminta maaf dan mengabaikan sebuah hati yang terluka karena tindakannya. Apakah tak pernah terlintas di benaknya untuk menjaga hati dan perasaan istrinya untuk membahagiakannya. Apakah istrinya akan memaafkannya lagi untuk kesalahannya kali ini. Adi mendesah dalam hati kegelisahan melanda hatinya saat ini.


Tak terasa mobil melaju begitu saja berkeliling di jalanan menemani si empunya yang sedang gelisah. Kemana lagi ia akan mencari istrinya karena Adi tak begitu banyak mengenal teman-teman istrinya. Hanya beberapa saja termasuk Dini yang paling dekat dengan istrinya.


Akhirnya Adi menepikan mobilnya di jalan menuju taman kota. Mengambil sebatang rokok di dasboard mobilnya menyalakan pematik api lalu menghisap batang nikotin itu lalu mengeluarkan asapnya. Memandang ke depan keindahan taman kota di sore hari tapi tak seindah hatinya saat ini. Sampai batang nikotin itu habis dihisapnya lalu dibuang puntungnya. Kemudian diambilnya lagi batang nikotin itu menghisapnya lagi sampai habis. Entah berapa batang yang ia habiskan.

__ADS_1


Hari sudah gelap hampir larut malam Adi menyandarkan kepalanya. Mengusap wajahnya kasar memijit dahinya kepalanya berdenyut hebat. Pandangannya menatap ke depan tapi pikirannya berkelana entah kemana.


Beberapa saat kemudian Adi menghidupkan mesin mobilnya. Lalu menjalankan mobilnya di jalan raya.


***************


Oke jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2