Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 126 Kekesalan Chris


__ADS_3

Chris masuk ke ruangan nya dengan perasaan kesal. Ia duduk memeriksa berkas yang sebentar lagi akan diberikan pada atasannya sekaligus sepupunya itu. Tetapi ia tidak fokus bekerja karena bayangan sepupunya yang berbicara ramah pada sekretaris itu mengganggu pikirannya. Sesekali ia menghembuskan nafasnya menahan sesuatu yang mengoyak konsentrasinya pagi ini.


Sementara di meja sebelah Diana melihat Chris dengan pandangan heran. Tetapi tak berani bertanya pada lelaki di samping nya. Diana sesekali melirik meja di sebelah nya lalu melanjutkan pekerjaannya yang diberikan lelaki itu padanya.


Chris merapikan berkasnya lalu bangkit keluar dari ruangan nya. Chris melangkah melewati meja sekretaris ia melirik dengan ekor matanya dan terus saja berjalan ke ruangan presdir. Chris mengetuk pintu lebih dulu setelah terdengar sahutan dari dalam Chris kemudian membuka pintu.


Chris masuk ke ruangan presdir dan berjalan mendekati meja atasannya itu.


" Ini berkas yang bapak minta " Chris meletakkan berkas yang ia bawa dan menaruh di meja presdir.


Adi menghentikan kegiatannya dan memeriksa berkas yang dibawa Chris. Chris masih berdiri dan menunggu perintah selanjutnya.


" Kau saja yang pergi menemui klien bersama Diana " sahut Adi.


" Tapi pak setengah jam lagi rapat akan segera dimulai " kata Chris memberi tahu.


" Biar Mei yang menemaniku rapat " Adi melirik sepupunya.


Chris mengangguk pasrah lalu pamit undur diri keluar dari ruangan presdir. Chris masuk kembali ke ruangannya dan memasukkan berkas ke dalam tas kerjanya. Chris berbicara dengan Diana setelah itu keduanya pergi menemui klien sesuai perintah dari presdir.


Di dalam mobil Chris fokus mengemudi. Raut wajahnya terlihat kusut berkali-kali ia membuang nafasnya. Ada apa dengan dirimu Chris, gumam nya pada diri sendiri. Harusnya tidak perlu kesal dan marah pada sekretaris itu kan apalagi pada sepupumu. Kau yang memutuskan untuk menjauh dari nya seharusnya kau harus konsisten dengan keputusan mu sendiri. Tapi kenapa sejak bertemu kembali dengan nya kau menjadi goyah, Chris memijat pangkal hidungnya.


Di ruangannya Adi tersenyum samar melihat kepergian sepupunya itu. Dapat dipastikan sepupunya itu bertambah kesal padanya. Adi ingin mengetahui seberapa besar perasaan Chris pada gadis yang dipanggil Mei itu.


Ini bermula saat itu Adi bertemu dengan teman kuliahnya Zakaria. Dia merupakan kakak angkat dari gadis bernama Meira yang menjadi sekretaris nya sekarang. Dari Zakaria lah Adi mengetahui hubungan Meira dan Chris. Meira memilih ikut dan tinggal di rumah orang tua Zakaria yang telah banyak membantu keluarganya. Sejak kedua orang tua Meira meninggal ia dan adiknya diangkat anak oleh orang tua Zakaria dan tinggal di rumah keluarga kaya di kampungnya.


Zakaria menganggap Meira dan adiknya adalah saudara. Keputusan Meira tinggal dengan keluarga Zakaria tidak disetujui oleh Chris yang merupakan kekasih Meira. Terjadi pertengkaran yang mengakibatkan putusnya hubungan mereka.


Beberapa waktu yang lalu Zakaria datang ke kantor Adi dan meminta pada nya untuk menerima Meira menjadi sekretaris. Kebetulan saat itu Adi memerlukan sekretaris mengantikan Diana. Melalui Will yang merupakan saudara jauh dari Zakaria akhirnya Meira bisa bekerja menjadi sekretaris di perusahaan Nugroho.


Zakaria berharap dengan setiap hari bertemu keduanya bisa menjalin hubungan kembali. Setelah mendengar cerita temannya itu Adi juga merasa kasihan pada Chris. Karena sejak putus dengan Meira, Chris menjadi orang yang dingin dan cuek. Tidak pernah terlihat dekat dengan makhluk yang bernama wanita.


Hanya akhir-akhir ini Chris begitu dekat dengan Diana. Entah ada hubungan apa antara Chris dan Diana. Itulah sebabnya Adi sengaja ramah pada Meira pagi ini karena ia melhat Chris ada di sana. Apa yang dilakukan Adi itu berhasil membuat Chris kesal.


Rapat telah selesai Adi kembali ke ruangannya dan Meira kembali ke meja sekretaris. Adi memperhatikan sekretaris nya itu dari awal sampai rapat berakhir terlihat tidak semangat. Adi tersenyum tipis melihat hal itu.


Sementara di tempat lain Chris telah menyelesaikan pertemuan nya dengan klien. Chris melajukan mobilnya ke sebuah kafe lalu ia mengajak Diana untuk makan siang di sana.


" Kau pesan saja makanan kesukaan mu " kata Chris.


" Benar Chris apa saja boleh " Chris mengangguk.


Diana berbinar ceria lalu ia memesan makanan kesukaan nya. Diana melihat ke arah Chris lelaki itu duduk di depan Diana sambil memainkan ponselnya.


" Em, Chris kau tidak pesan makanan " tanya Diana.


Chris mendongak menatap sekilas wanita di depannya.


" Tidak kau saja aku sedang menunggu seseorang " Chris kembali dengan ponselnya.


Diana sedikit kecewa tapi karena lapar ia mengabaikan nya. Mumpung gratis pikirnya jarang sekali lelaki di depannya itu bermurah hati seperti sekarang ini. Setelah pesanan datang Diana langsung menyantap hidangan yang berada di atas meja.

__ADS_1


Beberapa saat orang yang dinanti Chris pun datang. Belum sempat orang itu duduk Chris sudah mengajak orang itu pergi.


" Ambil ini untuk membayar makanan dan ongkos ke kantor " Chris menyodorkan sejumlah uang pada Diana.


" Maksudnya Chris " Diana menatap Chris penuh tanya.


" Kau ke kantor naik taksi aku masih ada urusan " Chris bangkit berjalan menuju mobilnya.


" Tapi Chris ... " Diana hanya melihat lelaki itu telah menjauh dari mejanya.


Sementara orang yang baru datang itu mengikuti Chris masuk ke mobilnya.


" Kenapa tidak makan di sini saja " kata orang itu setelah duduk di sebelah Chris.


Chris hanya diam lalu melajukan mobilnya keluar dari kafe. Mobil Chris berbelok ke kafe dekat kantor.


" Yaelah kalau ujung-ujungnya makan di kafe kenapa nggak di sana tadi " orang itu berkata pelan sambil melirik Chris.


Chris tetap diam lalu duduk dan memesan makanan.


" Sudah pesan makanan ribet amat sih " Chris berucap tenang sambil menyodorkan buku menu kepada pelayan.


Orang itu pun diam dan memesan makanan. Chris menatap tajam ke arah orang yang duduk di depannya.


" Jelaskan Will " tanya Chris dingin.


" Maksudnya apa " kata orang itu yang tak lain Will.


" Kau pasti tahu apa yang ku maksud " Chris menekan kata-katanya.


" Ini keinginan Zaka aku tidak bisa menolak " ucap Will memanggil Zakaria dengan panggilan Zaka.


" Kau bisa cari seribu alasan untuk menolaknya kan " sahut.


Will menggeleng pelan sambil tersenyum mengejek.


" Kenapa baru sekarang dipermasalahkan kenapa nggak dulu waktu pertama kali Meira masuk ke sini " selidik Will.


t


Will menatap balik ke arah Chris.


" Eh aku belum sempat karena banyak pekerjaan yang harus ku urus " elak Chris.


Ck, Will berdecak sebal.


" Sibuk kerja atau sibuk sama Diana " Will menatap jengah.


" Ya kerja lah " ucap Chris lirih.


" Ha ha ha nggak usah segitunya kali " Will menertawai Chris.

__ADS_1


Ck, kini giliran Chris berdecak sebal.


" Ada baiknya Mei kerja di sini " ucap Will.


" Maksudmu " Chris menatap Will meminta penjelasan.


Will menatap temannya.


" Selesaikan urusan kalian " ucap Chris.


" Sudah selesai dari dulu Will dia memilih bersama lelaki itu daripada bersama ku " kata Chris pelan.


" Kata siapa " tanya Will.


Chris memandang bingung pada Will.


" Apa Meira yang berkata seperti itu " Chris menggeleng.


Will menatap jengah pada temannya ingin rasanya menampar lelaki di depannya ini agar sadar.


" Berikan kesempatan Meira bicara " ucap Will lagi.


Ah, itu tandanya mesti menemui wanita itu, gumam Chris.


" Buang ego mu temui Meira " ucap Will seolah mengerti apa yang ada dalam pikiran lelaki muda di depannya ini.


Chris terdiam beberapa saat berikutnya lelaki itu bangkit dan melangkah keluar dari kafe. Will nampak kaget dan berbicara pada temannya itu.


" Hei, gimana dengan makanan mu " Will berteriak.


" Ambil saja aku sudah kenyang dengan ceramah mu " Chris berlalu.


Will tersenyum senang tapi sedetik kemudian...


" Chris siapa yang bayar makanan ini " teriak Will.


Lelaki itu berbalik dan meletakkan beberapa lembar uang di atas meja Will.


" Nih ambil aku tahu kau belum gajian " ucap pedas Chris.


Kali ini lelaki itu benar-benar pergi menjauh dan masuk ke mobilnya.


Will tersenyum senang meski ia mendapat kata-kata pedas dari temannya tapi sebenarnya Chris adalah orang yang baik.


Will melebarkan senyumnya kala melihat lembaran merah di mejanya yang berjumlah sepuluh lembar. Wow ...


************


Sudah up.


Semoga suka dengan ceritanya.

__ADS_1


Jangan lupa dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.


Terimakasih...❤️❤️❤️


__ADS_2