Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 30 Bertemu Mike Dan Kinanti


__ADS_3

Area dewasa 21+...


Hendaklah bijak dalam membaca.


Terimakasih.


**************


Setelah mengantar Shasha ke kafe sahabatnya Adi menjalankan mobilnya menuju jalan raya. Lalu membelokkan mobilnya dan menepikan mobil di seberang kafe Dini. Setelah menghentikan mobilnya Adi mematikan mesin mobil. Melihat ke seberang di mana Adi menurunkan istrinya. Adi mengamati kafe sahabat istrinya itu yang masih sepi. Apa yang dilakukan Adi...ternyata ia menunggu kafe sahabat istrinya itu buka.


Beberapa saat kafe pun buka Adi masih setia di sana mengamati kafe itu. Tak berapa lama mobil Nathanael berbelok dan terparkir di halaman kafe.


Sosok lelaki tampan bermata sipit itu keluar dari mobil. Masuk ke dalam kafe beberapa saat keluar lagi dengan baju seragam seperti rekannya. Membantu rekannya di luar membersihkan kaca depan, menyapu lantai dan membuang sampah hal yang baru pertama kali dilakukan lelaki itu yang tak lain adalah Nathanael.


Adi mengepalkan tangannya menatap nanar pada Nathanael. Ternyata lelaki itu kerja di situ rupanya membuat darah Adi kembali mendidih. Seketika ia keluar dari mobilnya hendak menyeberang jalan. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh sebuah panggilan yang membuat Adi menoleh ke arah suara itu.


" Papa"


Suara anak kecil yang bernama Mike membuat Adi terkejut dan mengurungkan niatnya untuk menyeberang. Adi menghela nafas perlahan menetralkan gemuruh di dadanya. Dan tersenyum menghampiri anak kecil itu. Suara anak kecil itu seperti menghipnotisnya seketika menghilangkan marahnya. Menggendong anak kecil itu setelah dekat. Menatap anak kecil itu dan bertanya.


" Hai Mike lagi ngapain?" tanya Adi pada anak kecil bernama Mike.


" Lagi jalan-jalan sama mama, papa mau ikut " ajak Mike polos.


" Bolehkah " kata Adi.


Mike langsung mengangguk membuat Kinanti sang mama tersenyum senang. Usahanya tak sia-sia mendekatkan Adi dengan anaknya.


Mereka bertiga memasuki mobil Adi dengan Mike di sebelah kemudi dan Kinanti duduk di bangku penumpang. Adi seolah lupa tujuan awalnya. Adi lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan raya.

__ADS_1


Tanpa Adi sadari semua itu dilihat oleh Nathanael yang sedang membuang sampah di tempat sampah sebelah kafe.


Nathanael tak sengaja melihat suami Shasha dengan seorang bocah laki-laki dan seorang wanita pergi dengan mobil.


Ini kali kedua Nathanael melihat keakraban mereka bertiga. Ada hubungan apa suami Shasha dengan wanita itu dan bocah kecil itu.


Nathanael berusaha tak mengingatnya dan tak ingin mengatakannya pada Shasha. Ia tak ingin wanita yang dicintainya diam-diam itu terluka. Biarkan waktu bergulir sekehendak takdir membawanya. Mengungkapnya pelan tanpa diketahui pelaku takdir itu sendiri. Biarkan saja ....


Sementara di tempat lain Adi mengarahkan mobilnya ke taman kota. Cuaca yang tak begitu panas meski hari sudah merambat siang. Membuat Adi tak tega melihat Mike merengek minta pergi ke taman kota. Adi sepertinya sangat dekat dengan Mike sementara Mike sudah tergantung akan kehadiran Adi. Sehingga permintaan Mike selalu dituruti oleh Adi.


Setelah dari taman kota mereka ke mall bermain di tempat bermain di dalam mall itu. Dan dilanjutkan makan siang masih di area mall itu juga. Adi memangku Mike dan menyuapi anak kecil itu dengan sabar. Mike sangat senang disuapi Adi membuat makanan di piring habis tanpa sisa.


" Sudah kenyang " seru Mike sambil mengelus perutnya yang telah terisi sepiring makanan.


Adi mengusap lembut pucuk kepala anak kecil itu.


Anak kecil itu menggeleng.


" Pulang " rengek Mike pada Adi. Adi yang gemas mencubit pelan pipi gembul Mike.


Adi dan Kinanti tertawa melihat rengekan Mike.


Setelah membayar makanan mereka berlalu dari mall itu. Sambil menggendong Mike, Adi berjalan keluar menuju tempat parkir. Tak terasa tangan Kinanti merangkul lengan kekar Adi. Adi pun tak menolak ataupun melepas tangan Kinanti. Membuat Kinanti teramat senang hatinya.


Mike duduk di sebelah kemudi, anak kecil itu mulai menguap dan tertidur karena kekenyangan. Sementara Kinanti duduk di kursi penumpang dan Adi di belakang kemudi. Adi menjalankan mobilnya keluar dari mall itu.


Mobil Adi sampai di kontrakan Kinanti. Setelah menepikan mobilnya Adi keluar dari mobil lalu menggendong Mike masuk ke rumah kontrakan Kinanti. Diikuti Kinanti di belakang sampai di depan pintu Kinanti mengambil kunci di tas dan membuka pintu.


Adi meletakkan Mike di atas ranjang menyelimutinya mengecup kening anak kecil itu yang tertidur pulas. Adi keluar dari kamar menuju sofa menyandarkan badannya di sofa. Memejamkan matanya sebentar menghilangkan penat di tubuhnya.

__ADS_1


Kinanti melangkah mendekati Adi sambil membawa segelas air dan menaruhnya di meja. Kinanti duduk di sebelah kiri Adi dan memegang tangan Adi. Tangan ramping Kinanti mulai memijat pelan tangan Adi yang tadi untuk menggendong Mike. Sambil menatap wajah tampan yang dulu pernah dirindukannya. Entah mengapa perasaan itu kembali hadir dan Kinanti ingin mengulang kembali masa-masa kebersamaannya dengan Adi.


Tak ingin melepaskan laki-laki yang pernah menguasai seluruh hati dan pikirannya. Kinanti ingin cinta pertamanya tetap berada di sisinya apa pun cara akan ia lakukan.


Kinanti tak dapat menahan tangannya untuk membelai pipi laki-laki yang pernah mengisi harinya di masa lalu. Mengecup bibirnya sesaat.


Sepertinya Adi terbuai dalam angan-angannya pada istrinya. Karena kecemburuan yang merasuki Adi tanpa ia sadari seolah Shasha membelai pipinya dan mengecup bibirnya. Adi menikmatinya dan memperdalam ******* bibir tipis itu. Tak terasa Adi telah merangkul pinggang Kinanti yang dia anggap Shasha dan menikmati sentuhan lembut Kinanti.


Perlahan Adi membuka matanya dan terkejut menatap wanita di depannya ternyata bukan Shasha istrinya. Lalu mendorong tubuh Kinanti yang menempel di dadanya.


" Maaf aku harus pulang " seru Adi menahan debaran di dadanya.


Adi lalu berdiri mengambil kunci mobil dan keluar dari rumah Kinanti dengan perasaan tak menentu.


Arrgggh... apa yang telah aku lakukan, Adi mengacak-acak rambutnya sambil berjalan menuju mobil.


Adi duduk termenung di belakang kemudi. Bersandar pada kursi kemudi memejamkan matanya menghalau kegilaan yang baru dilakukannya dengan Kinanti.


Kinanti, desahnya pelan wanita itu kembali membangkitkan kenangan manis Adi. Bayangan masa lalu bersama Kinanti bermunculan bagai layar film saja.


Di kala itu untuk pertama kali Adi mengenal yang namanya cinta. Dan cinta pertamanya pada gadis sederhana bermata lentik yaitu Kinanti. Hari-hari dilewati begitu indahnya bersama orang terkasih. Gelak tawa mengiringi langkah keduanya serasa dunia milik mereka berdua.


Hingga putaran layar film itu pun berakhir ketika sosok lain muncul. Mengikis cinta yang bersemayam di hati Adi.


Sosok Maria yang lembut dan manja menghapus perlahan nama Kinanti di hati Adi. Hingga sosok itu menghilang lagi ketika Shasha memergokinya bersama Maria siang itu di mall saat makan siang. Layar film pun berhenti berputar.


Adi menghela nafasnya yang terasa menyesakkan dadanya. Tersadar dari lamunannya menatap ke depan ternyata hari sudah beranjak malam. Dan dia masih di depan kontrakan Kinanti. Melihat jam di pergelangan tangannya menunjuk angka 20.45 menit.


Sit! serunya sambil memukul kemudi lalu ia menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan kontrakan Kinanti.

__ADS_1


__ADS_2