Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 31 Menjemput Shasha


__ADS_3

🙏🙏🙏


Maaf sebelumnya kalau up nya lama karena author lagi merevisi hampir semua bab menambal sulam di sana sini untuk hasil yang lebih baik.


Minta dukungan like dan komentarnya ya semoga terus berkarya.


💪🏻💪🏻💪🏻


Terimakasih.


*************


Sementara di kafe sahabatnya Shasha kini berada di ruangan Dini. Sambil menunggu suaminya menjemput Shasha berniat mengatakan maksud hatinya menemui sahabatnya itu.


" Ada apa ? " tanya Dini pada Shasha sahabatnya.


" Gimana kalau hari sabtu dan minggu aku sampai jam lima saja " kata Shasha to the poin.


" Nggak masalah " kata Dini sambil tersenyum menatap sahabatnya.


" Terimakasih ya Din " kata Shasha merangkul Dini sahabatnya.


" Iya ...tapi kenapa mendadak begini memang ada apa? Suamimu ngelarang ya " tanya Dini selidik.


" Eh tidak ... sekarang kan sudah ada Nathan dan pegawai baru yang kau rekrut sudah bekerja mulai senin besuk iya kan " kata Shasha memberi penjelasan.


Alasan yang dibuat Shasha membuat Dini menyetujui permintaan sahabatnya. Meski ada pertanyaan yang mengganjal di hatinya.


" Oke tak masalah " kata Dini akhirnya.


Dini melihat sahabatnya bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.


" Lebih baik kau pulang saja " kata Dini.


" Sebentar lagi " kata Shasha melihat jam di layar ponselnya.

__ADS_1


Jam sembilan sudah lewat lima belas menit tapi suaminya belum datang juga. Mungkin menunggu beberapa menit lagi, pikir Shasha.


Dini mengamati tingkah sahabatnya sepertinya sedang menunggu seseorang, apa mungkin suaminya.


" Menunggu suamimu ? " tanya Dini.


" Eh iya...apa dia lupa ya " kata Shasha melihat layar ponselnya.


" Ini sudah malam lebih baik cepat pulang. Mungkin suamimu lupa atau ketiduran " kata Dini.


" Baiklah aku pulang dulu, " kata Shasha akhirnya.


Shasha keluar dari ruangan Dini sahabatnya berjalan melewati pantry.


Di sana masih ada Nathanael yang berdiri hendak keluar dari kafe.


Nathanael sempat melirik Shasha yang keluar dari ruangan Dini. Nathanael berniat mengantar Shasha pulang lalu melangkah mendekati Shasha.


" Mau aku antar pulang " kata Nathanael pada Shasha.


" Ya. Apa kamu menunggu suamimu " Nathanael melihat wanita di depannya.


Shasha mengangguk.


" Baiklah aku akan menemanimu sampai suamimu datang " kata Nathanael.


Keduanya berjalan keluar dari kafe dan menunggu di depan pintu kafe. Namun yang ditunggu belum muncul juga.


" Kau yakin suamimu akan menjemputmu " tanya Nathanael kemudian.


Shasha menatap ke jalanan hanya beberapa orang berkendara. Suasana tampak lengang malam itu. Shasha melihat jam di pergelangan tangannya. Ada sedikit kecemasan merambat dibenak Shasha. Kenapa lama sekali sih mending aku tadi naik taxi saja.


" Gimana kalau aku antar pulang " tawar Nathanael.


Shasha melihat ke arah Nathanael mempertimbangkan ucapan rekan kerjanya itu. Apa aku menerima tawaran Nathanael saja ya. Shasha melihat lagi jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


" Gimana " Nathanael menatap wanita cantik di sebelahnya.


" Baiklah " akhirnya Shasha menyetujui.


Lalu keduanya melangkah menuju mobil Nathanael. Saat Shasha baru membuka pintu mobil dari arah depan masuklah mobil Adi ke halaman kafe Dini.


" Maaf suamiku sudah datang " kata Shasha.


" Tidak apa-apa " Nathanael tersenyum.


Shasha bergegas menghampiri mobil Adi sebelum suaminya itu keluar dari mobil. Lalu membuka pintu dan duduk di samping suaminya. Adi memperhatikan istrinya dan Nathanael yang hendak masuk ke mobil laki-laki itu dari dalam mobilnya.


Ada rasa yang sulit di artikan ketika Adi melihat istrinya bersama laki-laki itu. Adi tidak suka istrinya dekat dengan Nathanael.


Sementara itu Nathanael masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke jalan raya menuju kontrakan sepupunya.


Mobil Adi melaju meninggalkan kafe sahabat istrinya membelah jalan raya yang sudah sepi.


" Sudah kukatakan aku tidak suka kau dekat dengannya " kata Adi melirik istrinya.


" Maaf mas tadi tidak sengaja karena menunggu mas lama " kata Shasha.


Adi menatap jalanan di depannya tidak salah istrinya juga yang menunggu dia. Karena dia yang hampir lupa menjemput istrinya. Ah andai saja ... Adi memijat dahinya dengan jemari tangannya.


Shasha menatap heran pada suaminya.


" Ada apa mas " tanya Shasha.


Adi kembali melirik istrinya.


" Tidak apa-apa " sahut Adi cepat.


Adi tidak mau Shasha curiga kalau dia terlambat menjemputnya karena berada di rumah Kinanti.


Adi melajukan mobilnya masuk ke perumahan elite dan berbelok ke rumahnya.

__ADS_1


****************


__ADS_2