
Setelah mobil masuk ke kompleks perumahan elite Adi membelokkan mobilnya ke rumah mertuanya. Pak Udin membukakan gerbang untuk majikannya. Mobil pun masuk ke halaman rumah Adi mematikan mesin mobil. Adi keluar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah.
Saat hendak masuk ke kamar Shasha keluar dari kamar dan menyambut suaminya. Lalu keduanya masuk ke dalam kamar. Adi langsung menuju kamar mandi hendak membersihkan diri. Sementara Shasha menyiapkan pakaian untuk suaminya. Sambil menunggu suaminya selesai mandi Shasha duduk di sofa. Mengelus perutnya perlahan beberapa saat kemudian Adi keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang telah disiapkan oleh istrinya. Lalu mendekati istrinya dan duduk di sebelah istrinya. Menatap istrinya sejenak.
Adi menggenggam tangan Shasha dan mengatakan pada istrinya bahwa ia akan pergi bersama ibu untuk menengok pamannya. Adi juga telah menelpon mertuanya untuk menjaga istrinya sementara ia pergi ke rumah pamannya. Meski ada rasa khawatir tapi Adi berkeyakinan istrinya tidak apa-apa saat ia tinggalkan. Adi berpikir perginya cuma satu hari dan sore sudah kembali lagi. Jadi ia membuang pikiran buruk yang sempat melintas dibenaknya.
Shasha menyakinkan suaminya bahwa ia akan baik-baik saja jadi tidak perlu merasa khawatir lagi. Perkataan Shasha membuat Adi sedikit lega lalu mengajak istrinya ke tempat ibunya dan menginap di sana. Keduanya lalu keluar dari kamar dan berbincang pada bi Ani agar tidak perlu masak untuk makan malam karena mereka akan menginap di rumah ibu.
Adi merangkul pinggang istrinya dan keduanya keluar rumah melangkah masuk ke dalam mobil. Pak Udin sudah siap membukakan pintu gerbang untuk majikannya. Adi melajukan mobilnya menuju rumah ibunya.
Sementara di tempat lain Daniel bersiap untuk pulang mengantar Maria. Setelah sampai di kontrakannya Maria turun. Daniel tetap di mobil karena ia akan ke rumah Adi menemui ibu Adi. Sebab sudah lama sekali Daniel tidak bertemu beliau yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri. Daniel berpesan pada Maria agar tidak menunggunya untuk makan malam. Dan mengingatkan Maria untuk mengunci pintu sebelum tidur.
Setelah Maria berlalu Daniel melajukan mobilnya ke jalan raya. Saat Daniel tiba di rumah Adi disana sudah ada mobil Adi terparkir di halaman rumah. Daniel memilih menepikan mobilnya di depan rumah Adi lalu keluar dari mobil.
Daniel memanggil mas Agus penjaga rumah Adi yang baru. Dan mengatakan bahwa ia teman Adi lalu mas Agus membuka pintu gerbang menyilakan Daniel masuk. Setelah mengucapkan terimakasih Daniel pun melangkah masuk dan mengetuk pintu. Mbak Tari membukakan pintu dan bertanya pada Daniel karena belum pernah ketemu dengan Daniel sebelumnya.
" Aden ini siapa ya " tanya mbak Tari.
" Saya Daniel temannya Adi " kata Daniel.
__ADS_1
' Maaf " kata mbak Tari.
' Nggak papa mbak Adi nya ada " tanya Daniel.
" Ada den silakan masuk " kata mbak Tari.
Setelah Daniel masuk dan duduk di sofa ruang tamu mbak Tari ke dalam memanggil majikannya.
Lalu Adi keluar menemui sahabatnya itu. Keduanya berbincang ringan saat mereka asyik ngobrol ibu Rina datang menghampiri. Daniel berdiri mengucap salam dan mencium punggung wanita paruh baya itu. Ibu Rina mengajak Daniel ngobrol di ruang keluarga sambil menunggu makan malam.
Mereka berempat duduk santai di ruang keluarga. Sambil Daniel bergelayut di lengan bu Rina. Sungguh saat seperti ini membuatnya teringat akan mamanya. Dan sejak mamanya pergi untuk selamanya bu Rina lah sebagai pengganti dari mamanya yang telah meninggal. Dan bu Rina juga sangat senang dan menganggap Daniel seperti anaknya sendiri.
" Hai itu ibuku " seru Adi saat Daniel bersandar di pundak ibu Rina.
Bu Rina hanya tersenyum saat kedua pria dewasa itu berdebat. Seperti itulah mereka saat di dekat bu Rina kekanakan. Pemandangan seperti ini membuat Bu Rina terkenang pada masa dulu saat masih tinggal di sini di rumah peninggalan suaminya. Berbagai kenangan bermunculan di benak bu Rina sampai sebuah jeritan membuatnya tersadar.
" Jangan bersandar di pundak ibuku " seru Adi tak terima.
" Kau juga bisa bersandar di pundak istrimu " sahut Daniel lagi.
__ADS_1
Saat Adi hendak bersandar di pundak Shasha sebuah capitan tangan istrinya mendarat sempurna di pinggang Adi.
" Auww sakit sayang " capitan di pinggang Adi menghentikan perdebatan Adi dan Daniel.
" Sudah sudah kalian itu kalau bertemu selalu bertengkar " ibu Rina tertawa kecil.
Lalu merangkul Daniel dengan tangan kiri dan tangan kanannya merangkul Adi sementara Shasha di sebelah Adi. Ibu Rina menyalurkan kasih sayang seorang ibu kepada kedua lelaki dewasa itu. Daniel dan Adi terharu melihat kasih sayang yang begitu besar diberikan oleh ibunya. Terlebih Adi selama ini belum memberikan sesuatu yang membanggakan kepada ibunya. Adi memeluk wanita paruh baya yang dipanggil ibu itu erat.
" Apa kalian tidak lapar dan memeluk ibu seperti ini " kata ibu Rina.
Daniel dan Adi tersadar dari lamunan mereka dan melepaskan pelukan pada ibu Rina. Lalu ibu Rina mengajak Daniel, Adi dan Shasha untuk makan malam.
Setelah makan malam Daniel berpamitan pulang. Tak lupa ia mencium punggung tangan ibu Rina. Adi dan Shasha pun beranjak meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar. Ibu Rina masih di meja makan membantu mbak Tari membersihkan sisa makanan. Sementara mbak Tari membawa piring dan gelas yang kotor lalu mencucinya. Setelah selesai semua bu Rina pergi ke kamarnya untuk istirahat. Demikian juga dengan mbak Tari setelah membereskan dapur lalu pergi ke kamarnya di belakang.
****************
Semoga suka dengan ceritaku ini.
Jangan lupa like dan komen nya ya.
__ADS_1
Mampir di karyaku yang lain ya Perjalanan Cinta Nathanael sudah episode 11.
Terimakasih.