Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 96 Baby Zaneta


__ADS_3

Setelah sahabatnya pulang Shasha berniat menemui suaminya. Tapi sampai ruang keluarga suaminya tidak ada. Lalu Shasha masuk ke kamar dilihatnya suaminya sedang menggeser ranjang tidur.


Adi menggeser ranjang mepet ke tembok saat Shasha masuk ke kamar. Selesai sudah, gumamnya pelan. Adi lalu duduk di pinggir ranjang menyeka peluh yang membasahi dahinya. Shasha mengambil tissue dan mengelap wajah tampan suaminya.


" Terimakasih sayang " Adi menatap istrinya penuh cinta.


" Kenapa mas menggeser ranjangnya " tanya Shasha.


" Buat tidur bertiga, kita berdua dan baby kita. Kasihan ibu sudah seharian bersama cucunya kini giliran kita sayang yang menjaganya " Adi menyelipkan anakan rambut ke belakang telinga Shasha.


Shasha tersenyum sambil menatap ke arah suaminya. Apa yang ia harapkan telah menjadi kenyataan. Suami yang mencintai dirinya dan ada anak yang akan mempererat cinta suaminya padanya. Semoga ini awal yang indah untuk kemajuan hubungan dia dan suaminya. Karena kehadiran anak bisa mempererat hubungan suami istri ke tingkat yang lebih baik. Shasha menatap suaminya dengan perasaan dipenuhi kebahagiaan.


Setelah baby Shasha selesai dimandikan dan sudah wangi khas parfum bayi, Shasha membawanya ke kamar Adi yang kini menjadi kamarnya juga.


" Gimana sayang apa asi nya bisa keluar " tanya Adi.


" Hanya sedikit mas, dia masih lapar " sahut Shasha.


" Ya sudah mas bikinin sufor dulu " Adi bergegas keluar dan membuatkan sufor untuk anaknya.


Adi membawa botol berisi sufor lalu memberikan pada bayi mungil dalam gendongan istrinya.


" Wah ternyata dia benar-benar kelaparan sayang " kata Adi setelah botol itu masuk ke mulut kecil bayi perempuannya.


" Iya mas, ah sayang maafkan mama ya yang membuatmu jadi lapar begini " kata Shasha menyesal karena asi nya tak kunjung keluar.

__ADS_1


" Nggak usah dipikirkan nanti sayang makan makanan yang bergizi agar asi nya bisa lancar " hibur Adi.


Shasha mengangguk.


" Oh ya mas, baby kita belum di kasih nama " kata Shasha.


Adi menepuk jidatnya.


" Em iya mas lupa apa sayang sudah punya nama untuk baby kita " Adi mengambil botol kosong yang isinya telah pindah ke perut bayi perempuan nya.


Shasha menggeleng pelan. Adi tampak berpikir sejenak. Lalu terbersit sebuah nama...


" Kalau namanya Zaneta gimana, Zaneta yang artinya hadiah dari Tuhan. Karena selama ini kita menantikan kehadirannya. Gimana sayang " Adi memandang bayi mungil yang telah terlelap.


Beralih memandang istrinya dan merangkul pinggang nya. Shasha mengangguk setuju.


" Terus aku ... " Adi merajuk sambil mengetuk pipinya dengan jari tangannya.


" Ih manja " akhirnya Shasha mencium pipi suaminya.


Hanya sekilas takut kebablasan dan mengganggu baby Zaneta yang baru terlelap. Adi membalas mengecup kening istrinya. Melihat baby Zaneta tidur Adi bangkit keluar mengambil peralatan bayi lalu membawa ke kamar. Shasha membaringkan baby Zaneta dipojok dekat tembok lalu menaruh guling di kanan dan kiri baby Zaneta.


Setelah makan malam sepasang suami istri yang sedang berbahagia itu masuk ke kamar. Ibu Rina sudah lebih dulu ke kamar mengistirahatkan tubuhnya yang lelah tapi bahagia. Karena bisa merawat cucu yang telah lama dinantikannya. Hanya Chris yang ada di ruang keluarga menonton tv sambil berkirim kabar pada ayahnya.


Shasha naik ke ranjang menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang. Sementara Adi mengambil berkas di lemari yang diberikan paman Dom untuk dipelajari. Adi mendekat ke istrinya.

__ADS_1


" Sayang kalau ngantuk tidur saja " kata Adi duduk di tepi ranjang.


" Mas tidak tidur " Shasha melihat suaminya yang membawa beberapa map entah apa itu Shasha tidak tahu.


" Mas mau mempelajari ini dulu " tunjuk Adi pada map yang ia pegang.


Adi hendak beranjak pergi ke sofa tapi langkahnya terhenti oleh suara istrinya.


" Mas ... " Shasha ragu.


" Ada apa " menoleh ke istrinya.


" Apa mas akan bekerja besuk " tanya Shasha hati-hati.


" Ya, karena cutinya cuma dua hari tapi ini sudah seminggu mas tidak kerja. Ada apa sayang " tanya Adi.


" Em tidak apa-apa aku mau tidur dulu mas " Shasha menggeser tubuhnya dan merebahkan tubuhnya untuk tidur.


" Selamat tidur sayang " Adi mengecup kening istrinya.


Setelahnya Adi melangkah ke sofa. Melihat berkas-berkas yang harus dipelajari sebelum dia menggantikan paman Dom memimpin perusahaan warisan orangtuanya.


**********


Maaf baru up....

__ADS_1


Beri like, komen dan vote nya ya ...


Terimakasih.


__ADS_2