
Kehidupan rumah tangga Adi dan shasha berangsur membaik. Dan tampak makin mesra saja Adi menunjukkan rasa sayangnya dengan memenuhi keinginan ibu hamil itu. Gimana dengan Shasha, jangan ditanya lagi ibu hamil yang satu ini sangat bahagia menikmati kehamilannya. Terlebih dengan perhatian suaminya yang memanjakannya. Apa pun keinginan ibu hamil itu pastinya Adi siap sedia memenuhinya dengan senang hati.
Seperti pagi ini Shasha meminta suaminya mengantar ke tempat sahabatnya, Dini. Meski agak keberatan tapi akhirnya Adi mengalah dan mengantar istrinya ke tempat sahabatnya.
" Sayang kenapa tidak siang saja saat jam makan siang nanti mas antar " kata Adi saat tadi di meja makan.
" Aku maunya sekarang mas " sahut Shasha.
" Masih pagi gini kafenya belum buka " kata Adi.
" Mas ..." Shasha mulai cemberut.
" Baiklah " kata Adi akhirnya.
Pagi itu Adi mengantar Shasha ke kafe sahabat istrinya. Setelah sampai di depan kafe Dini, Shasha bergegas turun. Sebelum keluar dari mobil Adi meraih tangan istrinya membuat si empunya menghentikan gerakannya.
" Ada apa mas " kata Shasha.
" Sini mas peluk " Adi merentangkan tangannya.
Shasha mendekat lalu Adi memeluk istrinya mengecup keningnya sebentar. Setelahnya membiarkan istrinya itu keluar dari mobil. Adi menatap istrinya hingga di depan pintu kafe sahabatnya. Sesaat kemudian Dini membuka pintu kafe keduanya masuk lalu menutup pintu. Karena hari masih pagi jadi kafe belum buka.
Adi melajukan mobilnya menuju kantor. Setelah memarkirkan mobilnya Adi berjalan ke lift yang akan membawanya ke ruangannya. Keluar dari lift Adi bergegas menuju ruang kerjanya. Ada sepasang mata yang memandangnya dengan tatapan sendu. Sampai bayangan Adi hilang dibalik pintu kaca wanita bermata lentik itu berjalan lesu menuju ruangannya.
Di tempat lain dua sahabat saling melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Dini melihat sahabatnya yang kini tampak cantik dengan perutnya yang buncit.
__ADS_1
" Sudah berapa bulan Sha " tanya Dini.
" Jalan tujuh bulan " kata Shasha.
" Wah aku sudah tak sabar ingin melihat keponakanku ini " mengelus perut sahabatnya.
" Laki apa perempuan " tanya Dini. Shasha menggeleng.
" Belum tahu biar jadi kejutan " kata Shasha tersenyum bahagia.
Kedua sahabat itu bercerita sambil mengenang masa-masa kebersamaan mereka dulu saat masih sekolah. Gelak canda memenuhi ruangan lantai atas kafe yang menjadi tempat tinggal Dini.
" Beberapa waktu lalu aku ketemu kak Dim " kata Dini menyunggingkan senyumnya.
Shasha mengamati sahabatnya itu tampak senyum merekah di sudut bibirnya.
Dini seketika diam dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Kemudian menundukkan kepalanya.
" Hai, kalau iya kenapa mesti malu " sahut Shasha tersenyum geli.
" Kelihatan ya " tanya Dini mendongak ke atas.
" Banget " sahut Shasha.
" Haishh, aku jadi malu " seru Dini menutup mukanya.
__ADS_1
Setelah dapat menguasai perasaannya Dini menatap sahabatnya. Shasha tahu arti tatapan mata Dini yang tertuju padanya.
" Tapi dia sukanya sama kamu " kata Dini sendu. Shasha memeluk sahabatnya itu.
" Mana mungkin aku sama dia sudah ada mas Adi di hatiku. Dan lagi ini hasil karyanya " menunjuk perut buncitnya.
Dini tertawa Shasha pun ikut tertawa.
" Kejar dia keburu diambil orang " seru Shasha.
Shasha menyemangati sahabatnya itu Dini tersenyum senang dan keduanya berangkulan. Kedua sahabat itu kemudian menghabiskan waktu dengan ngobrol sampai Adi menjemput istrinya sepulang kerja.
Adi melajukan mobilnya menuju kafe sahabat istrinya. Sampai di depan kafe Dini, Adi memarkirkan mobilnya lalu melangkah masuk ke kafe. Adi bertanya pada pegawai di sana lalu duduk sambil menunggu istrinya. Pegawai Dini naik ke lantai atas dan memberitahu bosnya kalau suami Shasha menunggu di bawah. Shasha pamit pada sahabatnya dan Dini mengantar Shasha untuk menemui suaminya.
Setelah dari kafe Dini sepasang suami istri yang makin mesra itu pulang ke rumah.
*************
Terimakasih buat like dan komen nya.
Jangan lupa mampir di karyaku yang lain
Perjalanan Cinta Nathanael .
Visual Dini
__ADS_1