
Adi melangkah menuju asal suara itu yang terdengar dari arah halaman belakang. Langkahnya terhenti ia berdiri mematung tangannya mengepal siap menghantam sesuatu. Tapi ia tahan lalu menggeser tubuhnya agar berlindung dibalik tembok sambil menatap tajam ke arah istrinya dan Nathanael.
Sementara itu Shasha dan Nathanael berbincang diselingi canda dan tawa.
" Sini lihat aku bersihkan " kata Shasha mengambil tissue lalu membersihkan hidung Nathanael.
Setelah membersihkan hidung Nathanael dengan sengaja menempelkan kembali ke pipi Nathanael. Shasha pun tergelak karena ulahnya sendiri. Melihat Shasha tertawa Nathanael pun tersenyum, akhirnya ia dapat melihat Shasha tertawa lagi. Mungkin setelah ini ia tidak dapat melihat senyum dan tawa dari wanita dihadapannya. Wanita yang sangat istimewa baginya. Yang menempati seluruh relung hatinya.
Lalu Nathanael mengambil tissue untuk membersihkan noda tanah di pipinya. Selanjutnya membersihkan noda tanah di pipi Shasha. Jarak keduanya teramat dekat terlihat jelas helaan nafas lembut dari Nathanael menerpa di pipi Shasha. Shasha menatap wajah tampan Nathanael dari dekat.
" Kenapa hm aku tampan ya " kata Nathanael membuang tissue ke tempat sampah.
" Ish kepedean " sahut Shasha mengalihkan pandangannya.
Nathanael tertawa.
" Eh ya kau ke sini mau apa " kata Shasha beralih ke arah Nathanael.
" Membuatmu tertawa " jawab Nathanael enteng.
" Aish jawaban apa itu " kata Shasha.
" Kau senang sekarang " kata Nathanael sekilas menatap wanita hamil di sampingnya.
Shasha mengangguk.
" Aku akan pergi jaga dirimu dan baby mu juga suamimu " kata Nathanael.
" Kau ini seperti akan pergi jauh saja. Aku pasti akan kehilangan sahabat terbaikku " sendu suara Shasha.
" Hai aku tidak akan kemana-mana. Aku memang sahabat terbaikmu yang siap membantumu kapan pun juga. Jangan sedih lagi, okey " kata Nathanael.
Shasha menatap lelaki di sampingnya yang begitu baik padanya. Lalu Nathanael bangkit berdiri diikuti oleh Shasha di sebelahnya.
" Boleh aku memelukmu " kata Nathanael.
Sejenak Shasha memandang Nathanael sedetik kemudian dia menganggukkan kepalanya.
Mungkin ini pelukan yang pertama dan yang terakhir dariku. Setelah ini aku akan pergi jauh dari hadapanmu. Menghapus nama mu dari hati dan pikiranku meskipun itu sulit tapi aku akan melakukannya. Aku akan tetap menjadi sahabat terbaikmu. Ya, sahabat terbaik seperti yang kau inginkan.
Nathanael mengurai pelukannya.
" Jaga dirimu baik-baik aku pergi dulu " kata Nathanael menatap sendu pada wanita yang dikasihinya itu.
__ADS_1
" Katanya kau tidak akan kemana-mana kenapa pergi " Shasha masih heran.
Nathanael tersenyum.
" Aku mau pulang ke rumahku karena selama ini aku tinggal di rumah Daniel " kata Nathanael.
"Apa aku tidak akan bertemu lagi denganmu " kata Shasha.
" Tentu kau bisa bertemu kapan saja kau mau. Kau tinggal menghubungiku aku pasti datang " Nathanael tersenyum.
" Benarkah " Shasha berbinar.
Nathanael mengangguk menyakinkan ibu hamil di depannya.
Nathanael menatap lekat pada wajah cantik yang terlihat sedikit berisi itu. Melampirkan senyum manis pada wanita yang selama ini menghiasi mimpinya di waktu malam menjelang tidur. Perlahan ia menggeser tubuhnya menjauhi Shasha. Melangkah pergi dari rumah wanita cantik itu.
Membiarkan Shasha berdiri mematung menatap sahabat terbaiknya itu pergi.
Langkah Nathanael terhenti sesaat disebelah Adi.
" Aku tahu kau mendengarkan semuanya. Jaga Shasha jangan buat dia sedih atau terluka kalau tidak aku akan merebutnya darimu " kata Nathanael tegas.
Nathanael menatap Adi sekilas lalu melangkah tanpa menoleh lagi. Sementara itu Adi diam sesaat sambil menatap punggung Nathanael sampai hilang dari pandangan matanya.
Shasha menoleh ke arah suaminya. Keduanya saling menatap penuh kerinduan.
" Kau jahat..." lalu menghambur ke dalam pelukan suaminya.
Menenggelamkan kepalanya ke dada bidang suaminya. Merasakan kehangatan tubuh suaminya yang menjadi tempat favoritnya.
" Maafkan aku " mengusap pucuk rambut istrinya.
Beberapa saat keduanya tenggelam dalam lautan kerinduan.
" Apa kita akan seperti ini sampai malam " kata Adi melepas pelukannya.
Shasha mendongak ke atas menatap suaminya. Karena tubuh Shasha sebatas bahu Adi.
" Kau tidak lapar " kata Adi lagi.
Shasha menggeleng pelan.
" Tapi yang di sini lapar " menunjuk perut istrinya.
__ADS_1
" Aku lupa " sahut Shasha tersenyum. "
" Ayo."
Keduanya berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam rumah menuju meja makan. Adi menarik kursi untuk duduk istrinya lalu untuk dirinya sendiri. Membuka bungkusan yang ia bawa tadi lalu memberikan pada istrinya. Shasha melahap makanan itu hingga habis tanpa sisa.
" Mau lagi " tawar Adi. Shasha mengangguk.
Lalu Adi membuka bungkusan yang kedua dan diberikan pada Shasha. Dengan senang hati Shasha menerimanya dan makan siomay pemberian suaminya. Adi melihat istrinya makan dengan lahapnya. Menggemaskan sekali. Sampai habis makanan itu tanpa sisa tiga bungkus siomay tandas masuk ke perut istrinya. Adi menyodorkan gelas lalu Shasha meminumnya.
" Kenyang deh " kata Shasha meletakkan gelas di meja.
" Gimana tidak kenyang tiga bungkus kau habiskan semuanya " kata Adi menatap gemas pada istrinya.
" Masak sih mas " kata Shasha tak percaya.
" Tuh lihat " tunjuk Adi dengan matanya.
" He he iya sih mas " kata Shasha tersenyum malu.
" Tidak masalah buat istriku tercinta dan calon anak kita semua akan kuberikan semampu aku bisa " kata Adi tersenyum bahagia.
" Mas tidak makan " kata Shasha pada suaminya.
Karena sedari tadi hanya ia yang makan.
" Melihatmu makan seperti tadi mas tidak jadi lapar " kata Adi tertawa tertahan.
" Apaan sih mas ngeledek ya " Shasha cemberut.
" Ah tidak-tidak maksud mas, mas tadi sudah makan di rumah " sahut Adi memberi alasan.
Aduh bisa repot ini kalau salah ngomong sama ibu hamil.
" Ya sudah ayo mas ke ruang tengah " kata Shasha hendak berdiri.
Shasha melangkah diikuti Adi berjalan di samping istrinya. Keduanya pergi ke ruang tengah dengan Shasha yang bergelayut manja di lengan Adi. Bi Ani dan pak Udin yang melihat majikannya sudah berbaikan merasa lega. Kedua art itu tersenyum senang dan bersyukur serta mendoakan untuk kebahagiaan majikannya itu.
*******
Maaf baru up. 🙏🙏🙏.
Jangan lupa like dan komennya ya...
__ADS_1