
Setelah makan malam sepasang suami istri itu memilih duduk di ruang keluarga sambil nonton tv. Merasa kasihan pada istrinya yang tadi pagi sudah jalan-jalan di taman komplek perumahan. Sehingga keduanya menghabiskan malam minggu hanya di rumah saja.
Saat sedang menonton tv terdengar bunyi suara ponsel. Adi mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja ruang keluarga. Di sana terlihat nama ibu yang memanggil lalu Adi menggeser tombol hijau.
☎️ " Hallo bu, gimana kabar ibu " sapa Adi.
☎️ " Ibu sehat, gimana kabarmu nak dan juga menantu ibu " tanya ibu.
☎️ " Sehat juga bu " kata Adi.
☎️ " Ada yang ingin ibu bicarakan " kata ibu sesaat terdiam.
☎️ " Mengenai apa bu " tanya Adi. Ibu Rina masih diam.
☎️ " Adi " kata ibu.
☎️ " Ya bu " sahut Adi.
☎️ " Em itu... " ibu tampak ragu.
☎️ " Katakan saja bu " Adi.
☎️ " Jemput ibu di stasiun besuk pagi ya nak " kata ibu akhirnya.
☎️ " Ibu mau ke sini kenapa mendadak sekali " kata Adi.
☎️ " Nanti kita bicara lagi kalau ibu sudah sampai di sana. Jangan lupa ya jam sepuluh pagi " kata ibu.
☎️ " Ya bu " sahut Adi.
Lalu panggilan pun berakhir Adi menaruh ponselnya di meja kembali. Adi sedang berpikir tentang ibunya yang tiba-tiba menghubunginya. Ada apa ya kenapa ibunya menyuruhnya menunggu sampai besuk kenapa tidak di telpon saja tadi. Apa ada sesuatu yang penting yang mengharuskan ibunya datang sendiri ke sini.
" Mas " suara Shasha membuyarkan lamunannya.
" Ya sayang " sahut Adi tersenyum menatap istrinya.
" Telpon dari siapa tadi " tanya Shasha penasaran.
" Dari ibu " kata Adi.
" Ibu " Shasha menatap suaminya.
" Iya ibu mau ke sini besuk pagi. Mas akan menjemput ibu di stasiun " sahut Adi meraih tangan istrinya dan tersenyum.
" Ya sudah mas tidur saja sekarang biar besuk bisa menjemput ibu " ajak Shasha.
__ADS_1
Adi pun menyetujuinya akhirnya keduanya masuk ke dalam kamar untuk segera tidur. Agar besuk bisa bangun pagi dan menjemput ibu.
Pagi harinya Adi telah rapi dan bersiap hendak pergi menjemput ibunya. Dilihatnya jam di pergelangan tangannya menunjuk angka 9 , masih ada satu jam lagi. Sementara jarak rumah ke stasiun hanya setengah jam perjalanan.
" Mas belum berangkat " tanya Shasha.
" Sebentar sayang " lalu duduk di sebelah istrinya. Mengusap lembut perut istrinya lalu menciumnya.
" Sudah sana kasihan ibu nanti menunggu lama " mendorong suaminya pelan.
" Aku jemput ibu dulu sayang " mencium sekilas bibir tipis istrinya.
Adi bangkit melangkah keluar rumah masuk ke mobilnya. Mobil perlahan keluar dari rumah kediaman mertuanya. Adi melajukan mobilnya ke stasiun kereta. Tak butuh waktu lama mobil sudah masuk area parkir stasiun. Adi segera keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju ruang tunggu di dalam stasiun kereta itu.
Agak lama menunggu kedatangan ibunya membuat Adi mengarahkan pandangannya ke pintu keluar penumpang. Sambil menunggu kedatangan ibunya Adi mengambil ponsel dari saku bajunya. Dan berselancar dengan benda pipih persegi itu untuk menghilangkan kebosanannya. Beberapa saat kemudian seorang wanita paruh baya mendekatinya tanpa Adi sadari.
" Nak " sapa wanita paruh baya itu membuat Adi mendongak ke atas.
" Ibu... " Adi langsung berdiri dan menyambut wanita paruh baya itu yang tak lain adalah ibunya.
Adi mencium punggung tangan wanita paruh baya itu lalu memeluknya. Setelah mengurai pelukannya Adi melihat ibunya yang tampak tersenyum kepadanya.
" Adi kangen sama ibu sudah lama sekali tidak bertemu ibu " kata Adi kemudian.
" Ish, anak nakal kapan kamu menghubungi ibu ha kalau nggak ibu duluan yang menghubungimu " sahut ibunya memukul pelan lengan anaknya.
" Alasan " kata bu Rina berjalan meninggalkan anaknya.
Adi menghela nafas perlahan lalu mengikuti ibunya sambil membawa bungkusan agak besar. Kemudian menuju tempat parkir. Setelah memasukkan bungkusan yang entah apa isinya itu ke dalam bagasi mobil Adi membukakan pintu untuk ibunya. Setelah itu ia masuk ke mobilnya.
" Ibu tidak membawa baju " tanya Adi pada ibunya setelah duduk di balik kemudi.
" Ibu cuma sebentar di sini dan lagi baju ibu masih ada di rumah untuk apa ibu membawa baju " sahut bu Rina.
" Ehm tapi bu, Adi sekarang tinggal di rumah papa Sam " ucap Adi membuat ibu Rina terkejut.
Ibu Rina menatap anaknya membuat Adi salah tingkah. Adi mengusap tengkuknya perlahan menghilangkan kegugupannya. Ibu Rina masih menatap anaknya seolah bertanya kenapa. Adi yang melihat tatapan ibunya itu lebih memilih mengalihkan pandangannya ke depan dan melajukan mobilnya keluar dari stasiun kereta.
Setelah beberapa saat mobil itu memasuki kawasan perumahan elite. Ibu Rina menyuruh anaknya untuk pergi ke tempat sahabat sekaligus besannya. Karena ingin bertemu dengan menantunya sebelum pergi ke rumah mendiang suami bu Rina.
Adi melajukan mobilnya ke kediaman mertuanya. Pak Udin membukakan pagar ketika melihat mobil majikannya berada di depan rumah. Mobil memasuki halaman rumah mertuanya. Adi keluar lebih dulu lalu membukakan pintu untuk ibunya.
Ibu Rina keluar dari mobil dilihatnya rumah sahabatnya itu masih tetap sama. Tidak banyak berubah masih tetap sama saat ketika dulu terakhir kali melihatnya.
" Apa Santi dan suaminya ada di rumah " tanya bu Rina menanyakan keberadaan besannya.
__ADS_1
" Tidak bu, mereka orang sibuk jadi jarang ada di rumah " beritahu Adi.
" Sayang sekali sebenarnya ibu juga ingin bertemu dengan mereka " sahut ibu Rina pelan.
" Mari bu masuk dulu " ajak Adi.
Adi mengajak ibunya masuk ke dalam rumah. Langkah mereka berhenti di ruang keluarga. Di sana Shasha sedang duduk sambil nonton tv. Melihat kedatangan ibu mertua dan suaminya Shasha bangun dan menyambut mertuanya. Lalu mencium punggung tangan mertuanya. Ibu Rina merangkul menantunya sambil menangis terharu. Meluapkan kegembiraannya karena sekian lama tidak berjumpa dengan menantunya. Kini setelah bertemu harapannya tidaklah sia-sia. Apa yang diharapkannya dulu menjadi kenyataan. Menantunya telah hamil dan ibu Rina sangat bersyukur anaknya tidak seperti dulu waktu pertama kali melihat Shasha yang menjadi menantunya.
Ibu Rina menuntun menantunya untuk duduk kembali dan ibu Rina duduk disebelahnya. Mengelus perut menantunya yang sudah kelihatan besar itu.
" Sudah berapa bulan nak " tanya ibu Rina menatap menantunya dengan penuh kasih sayang.
" Tujuh bulan lebih bu " sahut Shasha.
" Tinggal beberapa bulan lagi rupanya mau melahirkan " kata bu Rina.
" Iya bu, doakan Shasha agar lancar sampai persalinan nanti " kata Shasha tersenyum.
" Ibu akan selalu berdoa untukmu dan cucu ibu agar sehat dan lancar dalam menjalani persalinan nanti " sahut bu Rina.
" Amin " disahuti Adi dan Shasha.
Bi Ani datang membawa nampan lalu meletakkan air minum dan cemilan di atas meja.
" Silakan diminum bu " kata Shasha.
" Ya nak, eh Ani gimana kabarmu " kata ibu pada bi Ani.
" Baik bu, gimana kabar ibu sekarang " tanya bi Ani.
" Sehat juga " jawab ibu.
" Maaf bu saya tinggal ke belakang dulu " pamit bi Ani. Ibu Rina mengangguk.
Lalu ketiganya berbincang ringan melepaskan kerinduan karena telah lama tidak bertemu. Setelah itu Adi mengantar ibunya untuk istirahat di kamar tamu di sebelah kamar mereka yang terlebih dulu sudah di bersihkan oleh bi Ani.
******************
Okey cukup panjang untuk hari ini karena author sudah lebih baik.
Mungkin masih beberapa bab lagi ya untuk Adi bertemu Maria.
Yang masih penasaran ikuti kelanjutan nya di Maafkan Aku, Istriku....
Jangan lupa mampir di karya author yang lain yaitu Perjalanan Cinta Nathanael.
__ADS_1
Beri like dan komen nya juga vote ya agar author tetap semangat berkarya.
Terimakasih....