Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 101 Bertemu Diana


__ADS_3

Kini Adi telah sampai di perusahaan Nusa grup. Adi langsung menuju ke ruangannya karena Ricko sedang menemui seseorang. Adi memeriksa berkas-berkas sebelum diberikan pada Ricko tak terasa waktu menunjuk ke jam setengah empat sore. Sampai sore ini pun Ricko belum juga datang hingga bunyi ponsel Adi berdering menghentikan tugasnya.


📞 " .... "


📞 " Ya bisa jam berapa ? " Adi.


📞 " .... "


📞 " Oke " Adi.


Panggilan berakhir Adi melihat jam di pergelangan tangannya. Lalu membereskan berkas-berkas yang sudah ia periksa dan berkas yang belum diperiksa ia sisihkan di meja kerjanya. Adi membawa berkas yang sudah diperiksa ke ruangan Ricko dan meletakkan di meja kerja Ricko. Adi melangkah keluar ruangan presdir Ricko melewati meja sekretaris Renata. Menyapanya sebentar lalu melanjutkan langkahnya menuju lift.


Adi melajukan mobilnya menuju sebuah kafe yang ditunjuk oleh sepupunya. Di sana sudah ada Chris dan seseorang yang hendak dikenalkan pada Adi. Yang nantinya bila sepupunya itu sudah menempati gedung baru dan jabatan baru orang itu akan menjadi sekretaris nya.


Adi keluar dari mobil melangkah mendekati sepupunya. Adi duduk di depan Chris dan seseorang yang duduk di sebelah sepupunya itu. Adi menatap seseorang yang ada disebelah Chris. Sepertinya Adi pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya tapi entah dimana Adi sudah lupa.


" Hai, Chris sudah lama " sapa Adi.


" Baru sepuluh menit. O iya kak kenalkan ini ... " ucapan Chris terpotong.


" Diana ... kau Adi kan " seru orang itu.


" Diana ... " Adi mencoba mengingat nama itu.


" Kau mengenal kakakku " tanya Chris pada orang itu.


" Tentu saja aku mengenalnya " sahut Diana.


" Dia teman semasa kuliah dulu dan kami sempat dijuluki 2D " terang Diana.


" 2D " beo Chris.


" Ya panggilan kami sama Di untuk Adi dan Diana " jelas Diana.


" Apa kalian sangat dekat " tanya Chris.


" Tidak juga ... sekedar teman ngobrol di kantin atau saat tidak ada matkul " jawab Adi setelah mengingat Diana.


Diana tersenyum menatap Adi setelah sekian lamanya tidak bertemu akhirnya lelaki itu mengingatnya juga. Dulu Diana masih bersikap biasa pada lelaki di depannya ini. Tapi pertemuan hari ini yang tak sengaja membuat pandangan Diana berubah. Sekarang lelaki di depannya ini begitu tampan dan mempesona.


" Em maaf aku ada urusan mendadak kalian pesan saja dulu " Chris bangkit tergesa.


" Ada apa Chris " tanya Diana.


Chris berlalu dengan cepat tidak mendengar Diana. Diana yang melihat tingkah Chris yang aneh heran bertanya pada Adi.


" Ada apa dengan dia " Adi diam sambil mengedikkan bahu.


Tinggal Adi dan Diana keduanya diam beberapa saat. Lalu Adi memanggil waitrers untuk memesan minuman saja demikian juga dengan Diana. Adi memesan kopi hitam dan Diana jus mangga. Sambil menunggu pesanan datang keduanya berbincang ringan.

__ADS_1


" Gimana kabarmu sekarang " Adi melihat Diana yang kini tampak cantik dan dewasa.


Beda saat masih kuliah dulu yang manja dan sedikit ceroboh.


" Aku baik masih tetap cantik sampai sekarang ' jawab Diana penuh percaya diri.


Adi tertawa. Dia masih tetap Diana yang sama suka ceplos-ceplos.


" Ya penampilan mu juga berubah " jujur Adi.


" Apa aku tampak menarik " Adi mengangguk.


Diana tersenyum senang rasanya ingin lebih lama duduk bersama lelaki di depannya ini. Hatinya dipenuhi bermacam bunga apakah aku mulai menyukainya. Ah secepat inikah rasa itu ada di sini.


" Di mana kamu tinggal " tanya Adi membuyarkan lamunan Diana.


" Masih ditempat yang dulu " sahut Diana masih tersenyum.


" Gimana kabarnya Rido, kulihat dulu kau dan Rido sangat dekat apakah kalian sudah menikah " Adi penasaran.


Diana menggeleng.


" Kami hanya berteman dan dia sekarang sudah menikah istrinya sedang hamil empat bulan. Kadang aku bertemu dengan dia dan istrinya lagi jalan-jalan di mall pusat kota " Diana bercerita tanpa beban tidak ada kesedihan di matanya.


" Dan sekarang " tanya Adi.


" Aku masih seperti ini sendiri " kata Diana.


" Apa di antara mereka nggak ada satu pun yang nyangkut di hatimu " tanya Adi.


" Jemuran kali nyangkut " Diana tertawa lepas.


" Ya siapa tahu kan " kata Adi.


" Belum ada yang cocok " sahut Diana.


" Mau cari yang kayak apa " tanya Adi.


" Yang kayak kamu " Diana tertawa lagi.


" Jangan nanti kamu kecewa " Adi sedikit tersenyum.


" Kenapa " Diana heran menatap lelaki di depannya.


" Aku sudah menikah dan sudah punya seorang putri " sahut Adi tenang.


Oh my God sesak di dada ini mendengarnya belum apa-apa sudah sakit hati ini. Seketika tawa Diana hilang menatap sendu lelaki di depannya ini.


Di waktu yang tepat datang waitrers membawa pesanan mereka. Tak lama kemudian datanglah Chris setelah menuntaskan panggilan alam yang tak bisa ditunda. Dan Chris pun memesan air mineral saja karena setelah ini masih banyak yang harus ia kerjakan.

__ADS_1


Chris menjelaskan pada Adi bahwa nantinya Diana yang akan menjadi sekretaris nya setelah Adi keluar dari perusahaan Nusa grup. Chris juga mengatakan pada kakak sepupunya itu agar tidak tergesa keluar dari pekerjaan nya sekarang.


Adi juga masih mempersiapkan dirinya untuk memimpin perusahaan peninggalan ayahnya. Tanggungjawabnya tentunya lebih besar dari seorang pekerja biasa seperti yang ia jalani selama ini.


Lalu Chris mengajak sepupunya meninjau perusahaan yang nantinya akan dipimpin langsung oleh sepupunya itu. Chris masuk ke mobil dan Diana duduk di sebelahnya. Chris melajukan mobilnya diikuti mobil Adi di belakang nya.


Hampir dua jam Adi berkeliling dan Chris menjelaskannya pada sepupunya itu. Setelah dirasa cukup puas Adi berniat pulang karena hari sudah berganti malam.


Chris mengantar Diana ke kontrakan nya sementara Adi langsung pulang ke rumah.


Sampai di rumah Adi menemui istri dan anaknya. Rasa lelahnya yang seharian bekerja menguap saat melihat baby Zaneta yang tertidur pulas di sebelahnya istrinya sedang bersiap hendak makan malam bersama mertuanya.


" Mas sudah pulang " Shasha membawa tas kerja Adi dan menaruhnya di sebelah meja rias.


" Iya sayang " Adi mencium kening istrinya dan melangkah ke kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri Adi keluar dengan tubuh yang segar. Duduk di sofa dan Shasha memberikan segelas air pada suaminya. Adi minum hingga setengah gelas lalu meletakkan di meja


" Capai ya mas " Shasha duduk di sebelah suaminya.


" Yah, namanya kerja pasti capai ' Adi meraih pinggang istrinya mencium kening istrinya.


Shasha membiarkan suaminya merangkul dirinya.


" Mas sudah makan " Adi menggeleng.


Adi merapatkan tubuh istrinya ke tubuhnya hingga kepala Shasha terbenam ke dadanya. Menghirup aroma tubuh istrinya yang menyejukkan hatinya.


" Mas " panggil Shasha pelan.


" Sebentar saja sayang " beberapa saat kemudian Adi mengurai pelukannya.


" Sudah " tanya Shasha.


" Belum " Adi tertawa kecil sambil mencium pipi istrinya.


" Kenapa sih mas " Shasha menatap heran suaminya.


" Kangen " Adi mencium bibir istrinya singkat.


Saat bersamaan pintu diketuk dari luar


" Non Shasha makan malam sudah siap " suara mbak Tari menghentikan aksi Adi.


Shasha tertawa melihat suaminya cemberut. Setelah itu sepasang suami-istri itu itu keluar kamar menuju meja makan.


************


Semoga suka dengan ceritanya. Maaf kalau up nya lama ...🙏🙏

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2