Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 95 Berbagi Cerita


__ADS_3

Sementara di tempat lain Dini baru saja tiba di kota ini. Setelah ia pulang ke kotanya. Dini melajukan mobilnya ke rumah mertua Shasha yang sebelumnya berkirim pesan pada sahabatnya itu. Mobil Dini masuk ke halaman rumah Shasha lalu ia menemui sahabatnya itu.


" Maaf, aku nggak bisa menjenguk mu di rumah sakit " kata Dini.


" Nggak usah sedih gitu lihat aku nggak kenapa-napa kan " sahut Shasha.


" Terus gimana ceritanya sampai kamu bisa melahirkan belum waktunya kan " tanya Dini.


" Iya sih waktu itu ... " lalu Shasha menceritakan sebab musababnya hingga ia mesti melahirkan baby nya sebelum waktunya.


" Jadi Nathan yang menolong mu " Shasha mengangguk.


" Dia memang sahabat terbaikku menolongku disaat yang tepat " kata Shasha.


" Lalu aku ... " Dini merengut.


" Kau juga sahabat terbaikku sama seperti Nathan " sahut Shasha.


Senyum terkembang di wajah Dini keduanya lalu berangkulan.


" Hai gimana dengan baby nya aku ingin lihat dong " seru Dini.


" Sama ibu ayo " ajak Shasha.


Dua sahabat itu melangkah menuju kamar ibu Rina karena memang baby Shasha ada di sana.


" Wih enak bener ya kamu habis nglairin nggak perlu repot ngurus baby udah ada mertua ini " seru Dini.


" Nggak gitu juga " sahut Shasha.


Sampailah keduanya ke kamar mertua Shasha.


" Siang bu " Dini menyapa bu Rina lalu mencium punggung tangan mertua Shasha.


" Eh nak Dini kapan datang " kata bu Rina.


" Baru saja datang langsung ke sini bu " Dini tersenyum.


" Emang nak Dini kemana saja " tanya bu Rina.


" Em itu bu pulang nengok orang tua " sahut Dini.


" Gimana kabar orang tuamu " tanya bu Rina.


" Sehat bu " sahut Dini mendekat ke box baby Shasha.

__ADS_1


Baby Shasha sedang tidur pulas lalu kedua sahabat itu duduk di sofa ngobrol ringan. Sementara bu Rina keluar kamar memanggil mbak Tari untuk membuat kan minum untuk Dini dan menyiapkan makan siang.


" Gimana ceritanya " tanya Shasha.


" Em itu akhirnya ayahku merestui keputusan kakakku lalu kakakku menikah dengan pacarnya. Yah setelah melalui perdebatan panjang tentunya tau kan kak Reno orangnya keras kepala. Setelah itu langsung deh menikah jadi nggak sempet ngasih kabar ke kamu karena semua serba mendadak. Kini kakakku mau tinggal bersama orang tuaku dan mengelola usaha keluarga " Dini mengakhiri ceritanya.


" Lalu gimana dengan dirimu " tanya Shasha.


" Maksudnya " Dini balik tanya.


" Ais pakai nanya lagi " seru Shasha menghela nafas pelan.


" Apaan " Dini menatap sahabatnya.


" Gimana dengan kak Dimas mu itu " kali ini Shasha tersenyum penuh arti.


" Oh itu nggak tau deh " sahut Dini lirih.


" Ayolah " kata Shasha.


" Apaan sih " seru Dini.


Shasha menatap sahabatnya mode penasaran.


" Iya deh " akhirnya Dini cerita.


" Nah gitu dong " Shasha siap mendengarkan.


Dini mulai cerita saat malam itu tidak sengaja bertemu Dimas di restoran milik Nathanael. Mereka ngobrol biasa seperti sesama pengunjung restoran dan nggak ada obrolan yang serius.


" Dah gitu aja " Dini mengakhiri ceritanya.


" Huh cerita apaan itu " sahut Shasha.


" Ya memang begitu ceritanya " Dini memandang heran sahabatnya.


" Maksudku usaha kamu deketin kak Dimas mu itu " gemes Shasha.


" Ah sudahlah mending cerita yang lain saja " Dini mengalihkan pembicaraan nya tentang Dimas yang belum pasti punya rasa pada dirinya.


Obrolan dua sahabat itu berlanjut sampai siang hari lalu keduanya beralih ke meja makan. Karena mertua Shasha menyuruh keduanya makan siang.


" Wah enak ya jadi kamu tinggal duduk manis semua sudah tersedia " sindir Dini.


" Maunya sih bantu-bantu tapinya semua sudah beres " elak Shasha.

__ADS_1


" Apalagi baby nya ada yang jagain honey moon lagi deh " Dini menaikturunkan alisnya.


" Bisa saja kamu Din, nggaklah yao luka jahitannya aja belum kering " kata Shasha.


" Kalau dah sembuh siap-siap dong bikin dedek lagi " canda Dini.


Dini tertawa.


" Hus, sudah ayo makan " ajak Shasha.


Lalu kedua sahabat itu makan bersama bu Rina. Selesai makan kedua sahabat itu melanjutkan obrolan di ruang keluarga bersama bu Rina. Hingga seseorang masuk dan keduanya menoleh ke arah orang yang baru masuk itu.


Adi masuk ke rumah setelah sebelumnya menemui Kinanti.


" Hai sayang gimana baby nya " tanya Adi saat melihat istrinya.


Hal pertama yang ditanyakan laki-laki berkulit sawo matang itu ketika sampai di rumah.


" Masih tidur " sahut Shasha menyambut suaminya.


Adi mencium kening Shasha membuat Dini tersenyum canggung.


" Eh maaf " kata Adi saat menyadari ada sahabat istrinya di situ dan juga ibu Rina.


" Santai aja kali anggap aja nggak ada orang " seru Dini.


" Ish, apaan sih mas malu tahu " saat Adi mencium kening Shasha dan merangkul pinggang Shasha mesra.


Adi melepas rangkulannya dan duduk di sofa deket istrinya. Dini menggeser duduknya memberi tempat pada suami sahabatnya itu duduk.


" Udah lama Din " tanya Adi pada sahabat istrinya.


" Baru dua jam " sahut Dini santai.


Hah! yang bener saja sepertinya aku salah bertanya nih, gumam Adi. Dua perempuan di sampingnya kalau bertemu sampai nggak ingat waktu. Bisa berjam-jam lamanya untung saja cepat pulang kalau tidak sudah dipastikan masih ngobrol lebih lama dari ini.


Setelah dirasa cukup lama ngobrol bersama sahabatnya Dini pamit pulang. Shasha mengantar sahabatnya sampai depan rumah. Dini melajukan mobilnya keluar dari rumah mertua sahabatnya itu.


*************


Hai ketemu lagi dengan author maaf kalau lama up nya. Ini author sempetin nulis kelanjutan kisah Maafkan Aku, Istriku...


Semoga masih ingat sama akunya....


Oke, jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya agar author tetap semangat ngelanjutin ceritanya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2