Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 51 Bertemu Teman Lama # 2


__ADS_3

Jam menunjuk pukul 08.30 pagi Nathanael sudah rapi dan bersiap hendak pergi. Sebelum pergi ia terlebih dulu memasak nasi goreng untuk mengisi perutnya yang lapar. Dua piring nasi goreng dengan suwiran ayam di atasnya sudah tertata di meja makan. Dan segelas teh hangat untuk dirinya sendiri. Nathanael menyantap nasi goreng buatannya.


Beberapa saat kemudian Steve keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat kopi. Steve terkejut karena melihat sahabatnya sudah rapi dan sedang duduk makan nasi goreng. Dia juga melihat ada satu piring lagi di atas meja. Steve duduk di depan sahabatnya dan langsung menyantap nasi goreng yang di atas meja.


" Barusan mama kamu telpon, pengin tahu keadaanmu " kata Steve.


" Eh kenapa mama kamu bisa telpon ke nomorku " Steve mengerutkan dahinya.


Steve heran kenapa mama Nathanael bisa tahu nomor ponselnya. Nathanael hanya melihat sekilas lalu melanjutkan suapan nasi goreng ke mulutnya.


" Tidak usah heran papaku dah tahu semuanya " kata Nathanael.


" Maksudmu " Steve tak mengerti.


" Kamu lihat sesuatu tadi malam, seseorang dibalik pohon besar depan rumahmu itu orang suruhan papaku " kata Nathanael.


" Steve menganggukkan kepalanya dan menatap lekat Nathanael.


" Mamamu kangen sama kamu, kamu nggak ingin pulang " tanya Steve pelan.


Sangat susah untuk menyakinkan Nathanael apalagi membujuknya tapi Steve berusaha semampu dia bisa.


" Nanti aku pikirkan lagi " seru Nathanael.


Nathanael telah selesai makan dan minum teh hangat setelah itu bangkit berdiri hendak pergi. Nathanael baru melangkahkan kakinya tiga langkah. Lalu menghentikannya ketika Steve mengatakan sesuatu.


" Kau nggak ingin tahu kabar terbaru dari Antoni " kata Steve.


Nathanael diam.


" Jesica berpacaran dengan Antoni " kata Steve.


" Bukan urusanku " kata Nathanael. " Oh ya nanti malam aku nginep di rumahmu, bye " kata Nathanael melangkahkan kakinya.


" Hai, rumahku bukan penginapan " seru Steve.


Braakk.


Suara pintu ditutup Nathanael berlalu pergi tak menghiraukan ucapan Steve. Terdengar dari luar suara mobil yang menjauh dari rumah Steve.

__ADS_1


Steve hanya bisa menghela nafasnya pelan. Ada apa dengan dirinya kenapa banyak yang tidak aku ketahui tentang dirinya, gumam Steve. Sejak datang dari kepergiannya empat tahun yang lalu baru dua kali Steve bertemu dengan sahabatnya itu. Itupun tak sengaja bertemu di rumah sakit dan yang ke dua tadi malam. Tak banyak bercerita sepetinya ada sesuatu yang disembunyikan Nathanael.


Steve masih memikirkan sahabatnya itu jangan sampai ia bertindak aneh-aneh lagi. Steve menikmati nasi goreng buatan Nathanael sampai habis lalu mencuci piring bekasnya dan Nathanael. Lalu membawa kopi buatannya dan kue yang tadi malam ke ruang tamu dan duduk sambil nonton tv.


****


Sementara itu di sebuah kafe di dalam mall pusat kota Daniel sedang menikmati secangkir kopi latte bersama sahabatnya Adi. Keduanya sudah janjian untuk bertemu karena Daniel sudah tidak bekerja di perusahaan Nusa group sejak seminggu yang lalu. Dan meneruskan usaha papanya.


" Gimana hubunganmu dengan Shasa ' tanya Daniel.


" Sudah lebih baik " jawab Adi.


" Awas saja kalau masih berhubungan dengan Kinanti ku hajar kau nanti. Shasha sudah seperti adikku sendiri jangan sakiti dia lagi " kata Daniel lagi.


Adi diam tak komentar mendengar ucapan Daniel, ia bergidik ngeri. Daniel memang sedikit bicara tapi bila sudah bertindak tidak ada yang bisa melawannya. Dia jago beladiri kemampuan beladiri nya satu tingkat di atas Adi. Daniel teman sekaligus sahabat terbaik Adi, itulah sebabnya Adi segan padanya.


Adi minum kopi hitam pesanannya untuk menenangkan hatinya. Dia melirik sahabatnya itu yang menatap tajam ke arahnya Adi tak bisa berkutik dibuatnya. Dia mengambil sebungkus rokok di kantong bajunya. Diambilnya sebatang lalu menyalakan batang nikotin itu mengisapnya dan mengeluarkan asap lewat mulutnya.


Hening beberapa saat lamanya sampai terdengar suara ponselnya menggema. Lalu Adi mengangkatnya ternyata dari bi Ani.


📞 " Ya bi ada apa " tanya Adi.


susu yang rasa vanila. Non Shasha mual dan muntah saat minum susu rasa coklat " seru bi Ani.


📞 " Baik bi, sekarang Shasha gimana " kata Adi panik.


📞 " Lagi istirahat di kamar den " kata bi Ani.


📞 " Sebentar lagi saya ke sana " kata Adi.


Panggilan berakhir Adi bergegas pergi setelah membayar pesanannya dan sahabatnya. Lalu melangkah menuju supermarket didalam mall tersebut mencari pesanan istrinya dan beberapa cemilan buat istrinya. Selesai belanja Adi bergegas menuju rumah mertuanya.


Sementara Daniel masih menikmati minuman kopi latte nya sambil menghubungi sepupunya. Terdengar panggilan masuk tapi sepupunya tidak mengangkatnya. Sampai beberapa kali tak ada jawaban akhirnya Daniel memasukkan ponselnya ke saku bajunya. Dan bergegas pergi meninggalkan mall tersebut.


Adi melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya sampai di depan pintu gerbang pak Udin membukakan pintu. Lalu mobil Adi masuk ke halaman rumah mertuanya. Adi turun dan melangkah masuk ke rumah. Diletakkan pesanan istrinya di atas meja lalu ia masuk ke dalam kamar. Adi melihat istrinya sedang tidur lalu menghampiri nya. Duduk dipinggir ranjang mencium kening istrinya. Shasha menggeliat sebentar perlahan membuka matanya. Dilihatnya suaminya berada di depannya dan tersenyum padanya. Shasha tersenyum.


" Mas sudah pulang " kata Shasha. Adi mengangguk.


" Masih mual ke rumah sakit saja ya " bujuk Adi. Shasha menggeleng kepala.

__ADS_1


" Mas kemana saja " tanya Shasha.


" Ketemu Daniel " sahut Adi.


" Beneran " Shasha menatap lekat suaminya.


" Iya sayang " kata Adi.


" Nggak bohong " kata Shasha masih menatap suaminya.


Lalu Adi mengambil ponselnya dan menyalakannya. Tadi Adi sempat merekam pembicaraannya dengan Daniel agar Shasha tak menaruh curiga lagi padanya. Setelah mendengar rekaman percakapan suaminya dan Daniel barulah Shasha percaya. Adi memasukkan ponsel ke saku bajunya kembali.


" Sudah percaya sekarang aku bersama Daniel tadi " kata Adi.


" Ya " sahut Shasha tersenyum.


Adi meraih tangan Shasha lalu mengecupnya.


" Mau makan sesuatu aku belikan atau jalan-jalan " kata Adi mengelus pipi mulus istrinya.


" Mas di sini saja menemaniku " kata Shasha.


" Ya sudah " lalu Adi naik ke atas ranjang mendekap tubuh mungil istrinya.


Shasha merapat ke tubuh suaminya menikmati hangat tubuh suaminya yang amat ia rindukan setiap saat. Sampai ia tertidur kembali. Adi memandangi wajah istrinya mengecup pucuk rambut istrinya membelainya perlahan.


Sambil menunggu istrinya bangun Adi menuju ruang keluarga. Bi Ani memberikan minuman yang diminta Adi. Bi Ani sedang di dapur makanan sudah dari tadi disiapkan menunggu majikannya itu akan makan siang.


Jam sudah melewati makan siang tapi Shasha belum bangun juga. Adi masuk ke kamar hendak membangunkan Shasha. Ternyata istrinya sudah bangun. Lalu keduanya keluar kamar menuju meja makan. Adi mengambilkan makan untuk istrinya menyuapinya penuh perhatian. Karena Shasha sangat susah makan sejak kehamilannya. Dan hanya mau makan kalau suaminya yang menyuapinya.


Bi Ani sangat senang melihat kedua majikannya kini tampak rukun dan saling menyayangi. Belum pernah melihat nona nya sebahagia sekarang. Suaminya sangat menyayangi dan perhatian pada nona nya. Bi Ani sampai meneteskan air matanya saking terharunya. Bayi mungil yang ia rawat kini sudah besar dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Ya, karena kesibukan orangtuanya nona nya sedari kecil bersama bi Ani. Meski begitu kedua orang tua Shasha tetap menyayangi putri mereka. Shasha tak pernah kekurangan kasih sayang dari kedua orangtuanya.


************


Suka dengan ceritanya ikuti kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku...


Beri like, komen dan vote nya.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2