Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 88 Senyum Bahagia Adi


__ADS_3

Kebahagiaan melingkupi diri Adi ketika ia bertemu dengan istrinya dalam keadaan baik-baik saja. Dan sudah melahirkan buah hati yang telah lama ia nantikan. Sebelumnya Adi sempat panik dan khawatir tentang keadaan istrinya yang melahirkan sebelum waktunya. Karena usia kandungan istrinya belum genap delapan bulan.


Beberapa saat yang lalu dalam perjalanan pulang menuju rumahnya Adi mendapat telpon dari sahabatnya. Daniel hanya mengatakan Shasha di rumah sakit dan akan segera melahirkan. Setelah mendapat kabar dari Daniel perasaan Adi menjadi tidak tenang dan menyuruh Chris untuk mempercepat laju mobilnya menuju rumah sakit. Sampai di rumah sakit Adi turun dari mobil dan menyuruh Chris untuk mengantar ibunya pulang ke rumah lebih dulu.


" Sayang tidak apa-apa " Adi masih menggenggam tangan istrinya.


Shasha menggeleng pelan. Menatap wajah suaminya yang seharian ini tidak ia temui. Shasha tersenyum dibalas Adi dengan senyum penuh kebahagiaan yang membuncah dihatinya.


" Apa yang terjadi harusnya masih lima atau enam minggu lagi waktunya baby kita lahir " tanya Adi heran.


Lalu Shasha menceritakan peristiwa yang terjadi beberapa saat sebelum ia akhirnya melahirkan sebelum waktunya. Dan siapa yang membawanya ke rumah sakit. Setelah mendengar cerita istrinya Adi menyesal telah berprasangka buruk pada Nathanael yang merupakan saingannya dari sejak dulu.


" Mas, Nathanael itu sahabatku " kata Shasha.


" Tapi dia suka sama kamu sayang " jawab Adi.


" Apa mas cemburu " seru Shasha menatap suaminya.


" Tentu saja mas cemburu apalagi dia pegang-pegang tanganmu tadi " Adi tak terima lalu mengusap lembut tangan istrinya.


" Itu artinya mas cinta sama aku ya kan " kata Shasha tersenyum.


" Ya mas cinta sama kamu sayang mas sangat cinta ... hei sayang menjebak mas ya " Adi menyadari ucapannya lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Shasha tersenyum penuh kemenangan melihat ungkapan cinta dari suaminya hal yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Meski bukan di tempat dan suasana yang romantis tapi cukuplah itu membuat ia bahagia. Orang yang menjadi cinta pertamanya dan telah menjadi suaminya kini mau menerima cintanya.


" Sayang " memanggil istrinya.


" Ya mas. "


" Apa sayang tahu ciri-ciri orang itu " kata Adi.


" Maksudnya "


" Yang membuat sayang jatuh " tanya Adi.


" Aku tidak kenal dia mas yang kuingat dia wanita cantik " sahut Shasha.

__ADS_1


" Apa dia... ah tidak mungkin dia yang melakukan ini ... " gumam Adi.


Adi sempat berpikir seseorang yang melintas dibenaknya. Lebih baik nanti saja mengurus orang itu yang penting sekarang istri dan anaknya.


Pagi harinya papa Sam dan bu Santi baru menjenguk ke rumah sakit. Karena terjebak macet papa Sam dan bu Santi baru tiba di rumah tengah malam. Dan pagi ini baru bisa menengok putri kesayangannya. Bu Rina juga datang menjenguk menantunya bersama Chris. Papa Sam, bu Santi, bu Rina dan Chris masuk ke ruang rawat Shasha.


Papa Sam mencium putri semata wayangnya itu. Papa Sam merasa menyesal tidak bisa datang sesuai keinginan menantunya untuk menjaga putri satu-satunya itu.


" Maafkan papa nak tidak bisa datang tepat waktu " kata papa Sam.


" Maafkan mama juga ya sayang harusnya mama di rumah saja menemanimu tidak ikut papamu. Tahu sendiri kan papa kamu kalau tidak ada mama " kata bu Santi.


" Tidak apa-apa pa, ma Shasha baik-baik saja kok " jawab Shasha.


" Ah kau ini sudah tua juga masih cemburuan San " kata bu Rina mencibir besan sekaligus sahabatnya itu.


" Aish kau ini Rin tidak tahu saja yang kayak gini nih langka banyak yang nyari " bu Santi menunjuk ke arah papa Sam.


Papa Sam hanya tersenyum menyaksikan istri dan besannya berdebat. Shasha hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan perdebatan mama dan juga mertuanya. Sementara Chris hanya diam melihat ketiga orang paruh baya itu berselisih hal yang tak berfaedah.


Adi masuk sambil membawa kantong kresek yang berisi makanan dan meletakkan di atas meja lalu menyalami mertuanya dan ibunya. Ketiga orang paruh baya itu memilih keluar dari ruang rawat Shasha dan melihat cucu mereka yang baru saja dilahirkan di ruang perawatan bayi. Adi duduk di kursi dekat ranjang istrinya. Chris memilih keluar dari ruang rawat itu dan mencari udara segar di taman rumah sakit.


" Selamat pagi " sapa Steve ramah.


" Pagi dokter " jawab Adi dan Shasha.


" Gimana bu Shasha tidurnya semalam nyenyak " tanya dokter muda itu.


" Ya dokter " sahut Shasha tersipu malu melihat keramahan dokter Steve.


" Diperiksa dulu ya bu " Steve tersenyum.


Setelah selesai memeriksa Shasha, dokter Steve menanyakan sesuatu pada wanita cantik yang baru sehari kemarin menjadi pasiennya.


" Apa ada keluhan bu Shasha " tanya Steve.


" Em, ini dok terasa nyeri di bekas jahitan ' kata Shasha pelan.

__ADS_1


" Ya itu biasa terjadi setelah biusnya hilang rasa nyeri seperti digigit semut. Nanti bisa dibantu sama suster, ada keluhan yang lain ' kata Steve tersenyum ramah.


" Tidak ada dok " sahut Shasha.


" Jangan lupa makan makanan yang bergizi ya bu Shasha. Kalau begitu permisi saya mau melanjutkan memeriksa pasien yang lain " kata Steve ramah.


" Silakan dokter " kata Shasha.


" Terimakasih dokter " kata Adi.


" Sama-sama pak Adi " sahut Steve mengangguk.


Adi menatap dokter muda itu sampai menghilang di balik pintu. Adi tidak suka dengan tatapan dokter muda itu yang ditujukan pada istrinya. Tanpa menghiraukan dirinya yang berdiri di sebelah istrinya.


" Ada apa sih mas " Shasha menyenggol tangan suaminya.


" Aku tak suka sayang tersenyum pada dokter muda itu " akhirnya itu yang keluar dari mulut Adi.


" Mas ada-ada saja " Shasha menatap suaminya sambil menahan tawa.


" Dokter ganjen " gumam Adi.


" Mas...mas.. " Shasha menggeleng sambil tertawa.


" Sayang.... " Adi merajuk.


" Iya iya maaf " Shasha menghentikan tawanya.


Adi menatap istrinya mengusap lembut pucuk rambut istrinya. Senyum bahagia terukir indah di wajah lelaki berkulit sawo matang itu. Kebahagiaan yang sempurna saat ini ia rasakan.


*******************


Semoga suka dengan karyaku ini ikuti kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku...


Beri like, komen dan vote nya ya ...


Mampir juga di karyaku yang lain Perjalanan Cinta Nathanael.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2