Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
BONUS Maafkan Aku, Istriku ... Adi Dan Shasha ( 13 )


__ADS_3

Maria lebih memilih bekerja ketimbang meneruskan kuliah. Selain nggak ada dana nya juga kehidupan nya sekarang jauh dari kata cukup. Gaji nya sebagian untuk dirinya sendiri sebagian nya lagi untuk diberikan pada bibinya.


Sedangkan kuliah Adi telah memasuki semester empat. Hubungan Adi dan Maria semakin lengket saja. Keduanya bertemu seminggu sekali bila Adi tidak disibukkan dengan tugas kuliah nya. Kadang Adi sibuk sekali membuat ia harus menahan rindu untuk bertemu dengan sang kekasih.


Seperti saat ini sudah dua minggu lamanya Adi tidak bertemu sang pujaan hati membuat mood nya turun. Adi berpikir hendak menemui Maria lusa karena tidak ada jadwal kuliah di hari itu.


Hari ini Adi hendak menemui Maria. Dia menenteng paper bag untuk diberikan pada kekasihnya.


" Yo ... " pekik Maria ketika sosok Adi mendekat ke arahnya.


Ya kini gadis itu memanggil Adi dengan panggilan sayang ' Yo ' sejak setengah tahun yang lalu. Gadis itu tersenyum sumringah saat Adi telah mendekat dan duduk di depannya.


" Hai Ri, dah lama " Adi menatap penuh rindu pada kekasihnya.


" Lima menit yang lalu " senyum mengembang di bibirnya.


" Dah pesen makanan ' gadis itu menggeleng.


Adi mencubit gemas ujung hidung Maria.


" Hais, sakit tau " seru Maria.


" Ah yang benar " Adi tampak khawatir lalu lebih mendekat ke Maria.


" Tapi bohong " Maria cekikikan.


" Ish " Adi mendelik pura-pura kesal.


Melihat tingkah Adi membuat Maria tertawa lebar.


Adi memaku melihat tawa kekasihnya yang dua minggu ini tidak dilihatnya. Tawa yang membuat Adi ingin cepat-cepat meminang gadis itu untuk segera dijadikan istrinya. Tapi sayangnya dia harus menyelesaikan pendidikan nya yang masih dua tahun lagi. Dan Adi baru bisa mengikat gadis itu menjadi milik nya selamanya.


Adi sudah tidak sabar lagi untuk melamar Maria. Lelaki berkulit sawo matang itu menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan pada orang tuanya.


" Ini untuk mu, Ri " Adi menyodorkan paper bag ke Maria.


" Apa ini Yo " tanya Maria.


" Buka saja " Adi sedikit tersenyum.


Gadis itu perlahan membuka paper bag dan mengeluarkan isinya.


" Yo, ini untuk ku " gadis itu berseru kaget.


Adi mengangguk.

__ADS_1


" Tapi aku sudah punya " Maria menunjuk ponselnya.


" Ini keluaran terbaru sayang. Dan lagi kamu selalu menolak pemberian ku " Adi cemberut.


" Ah Yo sayang bukan begitu ini terlalu mahal " kata Maria.


" Kamu nggak mau " Adi tampak kecewa.


Maria melihat raut wajah kekasihnya tampak redup. Gadis itu tak tega untuk menolak kesekian kalinya pemberian Adi.


" Aku terima kok " kali ini Maria terpaksa menerima pemberian kekasihnya.


Adi tersenyum senang melihat Maria mau menerima hadiah darinya. Selanjutnya Adi dan Maria menikmati makanan pesanan nya. Selesai makan keduanya menghabiskan hari yang tersisa untuk melepas rindu. Keduanya berjalan bergandengan tangan memutari mall. Setiap kali Adi berhenti hendak membelikan sesuatu untuk Maria, gadis itu selalu menolak. Adi hanya menghela nafasnya memang agak susah untuk membujuk kekasih nya itu untuk menerima hadiah pemberian darinya.


Adi mendadak mendapat telepon dari ibunya. Adi sedikit khawatir karena kondisi ayahnya yang menurun. Secepatnya lelaki berkulit sawo matang itu mengantar kekasihnya pulang baru ia menemui ibunya. Adi baru saja membuka pintu rumah ibunya sudah melangkah ke arahnya.


" Ibu " seru Adi mendekat ke ibunya.


Adi yang tampak cemas segera bertanya pada ibunya.


" Apa ayah baik-baik saja, bu " tanya Adi.


" Kau sudah pulang, nak " ibu nya balik bertanya.


" Iya bu " jawab Adi.


" Gimana dengan ayah " tanya Adi.


" Ayah tidak kenapa-napa " sahut bu Rina tenang.


Adi menghela nafas lega.


" Di mana kak Marta " tanya Adi.


Seingatnya kakaknya setelah menikah ikut tinggal di rumah. Sedangkan saat ini rumah kelihatan sepi.


" Oh kakakmu ada di rumah mertuanya " jawab bu Rina.


Bu Rina memandang anak laki-lakinya yang kini tumbuh semakin besar. Tingginya bahkan melampaui dirinya. Bu Rina merenung beberapa tahun yang lalu ketika Marta dan Adi masih kecil. Keduanya kakak beradik tumbuh bersama hingga besar. Setelah besar dan tamat SMA, Marta memilih kuliah sambil bekerja.


Kakak perempuan Adi itu bekerja di perusahaan ayah Lukas. Ayah Lukas berharap Marta mau meneruskan bisnis keluarga. Tapi Marta menolak karena ia sudah memiliki rencana lain dan ayah Lukas sedikit kecewa dengan keputusan anak perempuan nya. Di tambah lagi saat ini perusahaan sedang ada masalah. Membuat kesehatan ayah Lukas menurun.


Satu bulan lalu kakaknya Marta memutuskan menikah dengan Yakob. Lelaki yang tiga tahun ini menjadi pacarnya. Ayah Lukas dan bu Rina merestui keduanya.


Tadi pagi Marta dan suaminya berbicara serius dengan ayah Lukas. Ayah Lukas berharap Yakob mau mengurus perusahaan yang dipegang oleh ayah Lukas. Yakob bukan nya tidak mau tapi ia cuma menantu di rumah istrinya. Dan lagi ia mencintai pekerjaan nya sekarang. Yakob menolak halus keinginan mertuanya. Saat berbicara dengan ayah Lukas, Yakob berkeinginan membawa Marta keluar kota dan mereka akan tinggal di sana. Yakob meminta ijin pada ayah mertuanya. Awalnya ayah Lukas keberatan tapi Yakob menyakinkan mertuanya bahwa ia akan menjaga Marta dengan segenap jiwa dan raganya. Dengan berat hati ayah Lukas mengijinkan keduanya pergi ke kota lain.

__ADS_1


Kini harapan nya tinggal pada Adi anak lelaki satu-satunya itu.


Ibu Rina bicara serius dengan Adi tapi Adi belum siap menerima jabatan setinggi itu. Apalagi dia tidak berpengalaman dan masih kuliah. Ibu Rina tidak bisa memaksa Adi untuk waktu sekarang. Ibu Rina memberi waktu pada Adi untuk berpikir. Sedangkan Adi belum berminat untuk menjadi presdir, ia masih memikirkan kuliahnya dan masa depan cintanya dengan Maria.


" Maafkan Adi, bu " kata Adi.


Ibu Rina menepuk tangan anak lelaki nya.


" Tidak nak, ibu juga tidak akan memaksa kalau kamu belum siap " bu Rina berkata lembut.


" Apa karena ini ibu menghubungi ku " tanya Adi.


Ibu Rina menggeleng sambil tersenyum.


" Bukan karena itu ibu menyuruh mu pulang. Ada hal lain " kata bu Rina.


Adi mengeryit heran.


" Hal lain apa bu " tanya Adi.


Ibu hanya tersenyum membuat lelaki berkulit sawo matang itu bertanya-tanya di dalam hatinya.


" Nak, sudah lama kita tidak mengunjungi rumah paman Sam. Saat ini ibu sedang menemani ayahmu jadi kamu mewakili ayahmu pergi ke rumah paman Sam " kata bu Rina lembut.


Adi menatap bersalah pada ibunya karena tadi sudah mengecewakan ibunya. Tidak mungkin ia menolak lagi keinginan ibunya untuk mewakili ayahnya pergi ke rumah paman Sam.


" Baiklah bu " ibu Rina tersenyum riang.


" Kamu berangkat sekarang ya nak " kata bu Rina.


Adi menoleh ke arah ibunya setelah itu mengangguk pelan.


" Tunggu sebentar " bu Rina gegas ke dalam.


Tak butuh waktu lama bu Rina keluar dengan membawa paper bag.


" Bawa ini dan sampaikan permohonan maaf ibu karena tidak bisa datang " Adi mengangguk paham.


Adi menerima paper bag dari ibunya dan gegas keluar rumah menuju motornya.


********


Sudah up ya.


Maaf sudah menunggu lama semoga tidak bosan. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Okey, dukung karya ku ini ya dengan memberi like, komen dan vote yang banyak ya.


Terimakasih ... ❤️❤️❤️


__ADS_2