Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 36 Menunggu Shasha Di Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobilnya Nathanael masuk ke kontrakan sepupunya. Lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Daniel yang duduk santai di sofa sepulang kerja merasa heran. Biasanya sepupunya itu pulang tengah malam tapi hari baru saja gelap sudah pulang.


Selesai mandi Nathanael pergi ke dapur mengambil air mineral lalu meneguknya. Berjalan ke sofa duduk di sebelah Daniel. Bersandar pada sandaran sofa mengusap keningnya menahan denyutan di dadanya. Sebentar kemudian ia mendesah pelan tak dihiraukan tatapan heran dari sepupunya.


" Ada apa lagi" seru Daniel heran dengan tingkah sepupunya.


" Shasha..." kata Nathanael pelan menerawang ke langit-langit rumah kontrakan Daniel.


" Kenapa kau bertengkar lagi dengan Adi. Sudah ku bilang dia sudah punya suami cari gadis lain napa. Cari penyakit saja " seru Daniel menyela.


" Denger dulu aku belum selesai bicara " kata Nathanael mulai meninggi.


Lalu Nathanael menceritakan dari awal sampai akhirnya Shasha di rumah sakit. Daniel menyimak ucapan sepupunya ia mendesah pelan. Daniel berpikir tak ada kapoknya kelakuan Adi seperti itu. Bagaimana dulu teman sekaligus sahabatnya merayu istrinya untuk memohon maaf. Yang pada akhirnya istrinya memaafkannya. Kini kejadian itu diulang lagi. Sudah berapa kali Daniel mengingatkan sahabatnya tapi tak dihiraukan. Entah apa lagi yang akan terjadi dengan nasib pernikahan sahabatnya itu. Untuk kali ini ia tak yakin kalau Shasha akan memaafkan Adi setelah mendengar cerita sepupunya.


" Aku mau ke rumah sakit " sahut Nathanael sambil berdiri mengambil kunci mobilnya.


" Aku ikut " kata Daniel berdiri mengikuti langkah sepupunya.


Keduanya masuk ke mobil lalu Nathanael melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Shasha di rawat.


Setelah mendapat telpon dari Nathanael, Dini bergegas pergi ke rumah sakit. Dini khawatir dengan sahabatnya itu walau kata Nathanael, Shasha baik-baik saja tetap saja Dini mencemaskan nya.

__ADS_1


Sampailah kini Dini di ruang rawat Shasha. Kemudian merangkul sahabatnya itu sambil mengucapkan selamat atas kehamilannya. Shasha mencoba untuk tersenyum agar Dini tidak khawatir. Dini tahu saat ini Shasha sedang menyembunyikan kesedihannya. Dini tak berniat menanyakan tapi memberi hiburan kepada sahabatnya itu.


" Din " kata Shasha hendak mengatakan sesuatu pada sahabatnya. Dini menatap sahabatnya itu menanti apa yang akan diucapkan Shasha.


" Jangan beritahu mas Adi kalau aku di sini " kata Shasha menatap Dini memohon pada sahabatnya itu.


Dini menatap sahabatnya dan memegang tangannya lalu mengangguk kan kepalanya. Walau ia tak tahu permasalahan yang terjadi antara Shasha dan suaminya tapi ia tak ingin sahabatnya terus-terusan bersedih.


" Hai sudah jangan sedih lagi kasihan baby-nya kalau ibunya sedih " seru Dini membuat Shasha tersenyum. Dini merasa lega ketika melihat sahabatnya tersenyum.


Lalu kedua sahabat itu saling bertukar cerita hingga Shasha tersenyum kadang tertawa mendengar cerita lucu dari sahabatnya itu. Membuat Shasha sejenak melupakan kesedihannya. Dini yang melihatnya merasa senang. Hingga tak menyadari kehadiran Nathanael dan Daniel di belakang mereka.


Shasha agak terkejut setelah menyadari ada Daniel sahabat suaminya di ruang rawatnya saat ini. Setelah mengucapkan selamat pada Shasha atas kehamilannya Daniel berbincang sebentar dengan Shasha dan juga Dini. Daniel melihat kekhawatiran Shasha terlihat dari sorot matanya. Lalu Daniel meyakinkan Shasha untuk tidak khawatir meski dia adalah sahabat suaminya. Akhirnya Shasha percaya kalau Daniel tidak akan mengatakan akan keberadaannya pada Adi suaminya.


Akhirnya Nathanael yang masih tinggal sendiri. Tak tega rasanya melihat Shasha sendirian di ruang rawat. Lalu memutuskan untuk menunggui Shasha meski ia akan menunggui Shasha di luar ruangan. Sebelum pulang Daniel berbisik sesuatu pada sepupunya.


" Ingat istri orang " bisik Daniel di telinga Nathanael.


" Iya, tapi kalau suaminya kayak dia aku ambil saja " kata Nathanael geram.


" Bicara apa kamu ini " Daniel menatap tajam ke arah sepupunya.

__ADS_1


" Kau lihat sendiri kelakuan suaminya " kata Nathanael.


" Terus kau akan merebutnya " kata Daniel.


" Kenapa tidak " kata Nathanael.


" Kalau itu kau lakukan siap-siap saja " kata Daniel.


" Apa " kata Nathanael tak mengerti.


" Kau berhadapan dengan ku dulu " ancam Daniel.


Huff gawat bisa runyam urusannya kalau sepupunya itu turun tangan. Menyebalkan gerutu Nathanael dalam hati. Biar bagaimanapun juga Nathanael segan pada sepupunya itu. Bisa perang antar saudara nanti kalau itu sampai terjadi. Karena sepupunya jago berkelahi sama seperti dirinya. Dan ancaman sepupunya itu tidak main-main.


Daniel menepuk bahu sepupunya sebelum pergi meninggalkan ruang rawat Shasha.


Nathanael berbalik masuk ke ruangan melihat Shasha menguap karena mengantuk. Kemudian menyuruh Shasha untuk tidur. Setelah Shasha tidur Nathanael melangkah keluar ruang rawat dan merebahkan tubuhnya di bangku panjang untuk istirahat.


*****************


Ikuti kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku ...

__ADS_1


Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.


Terimakasih.


__ADS_2