Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 129 Rencana Daniel


__ADS_3

Kita tinggalkan Chris dengan kegalauan nya. Mari kita lihat presdir Adi yang turun di sebuah minimarket. Setelah beberapa saat menunggu ada pesan masuk di layar ponselnya. Temannya tidak jadi datang karena ada urusan mendadak. Adi pun tidak mempermasalahkan hal itu secepatnya ia menghubungi mas Agus untuk menjemput dirinya.


Saat Adi sedang menunggu mobil yang menjemputnya tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan minimarket. Mobil itu berhenti tepat di tempat ia berdiri dan memanggil namanya. Adi menoleh ke arah suara yang memanggil nya. Orang itu melambaikan tangan agar Adi mendekat. Setelah dekat Adi sedikit menundukkan kepala melihat sang pengendara dalam mobil. Barulah Adi membuka pintu mobil dan duduk di sebelah kemudi.


Orang itu menjalankan mobilnya menuju kafe tempat biasa mereka bertemu. Kini keduanya sudah berada di kafe.


" Ada apa " tanya Adi sedikit heran karena orang di sebelah nya hanya diam dari sejak ia masuk ke mobilnya hingga tiba di kafe.


Setelah berpikir cukup lama orang di dekat Adi bersuara.


" Aku akan nikah " sahut orang itu.


" Hah kawin " Adi berseru kaget.


" Nikah tahu nggak bukan kawin " orang itu mendelik sebal.


" Ups lupa ya itu maksudku nikah kapan " tanya Adi.


" Rencana nya sih akhir tahun ini " jawab orang itu.


" Gimana dengan persiapan nya " tanya Adi.


" Tidak ada " sahut nya pelan.


" Gila kamu hal sepenting ini tidak ada persiapan sama sekali " Adi dibuat terkejut.


" Aku dan Maria sepakat hanya mencatatkan pernikahan kami saja dan tidak ada pesta " sahutnya lagi.


Ya orang yang duduk di sebelah Adi adalah sahabatnya, Daniel. Daniel berencana pergi ke rumah Adi dan hendak memberitahu sahabatnya tentang rencana pernikahan nya. Saat di jalan Daniel melihat sahabatnya itu sedang berdiri di depan sebuah minimarket lalu memanggil sahabatnya itu.


" Kenapa tidak menghubungi papamu " tanya Adi.


" Aku tidak tahu papaku ada di mana dihubungi ponselnya tidak aktif " sahut Daniel.


" Maria " tanya Adi.


" Sama, paman dan bibinya tidak mau tahu tentang dia lagi " Daniel menghela nafas panjang.


Adi merasa kasihan pada sahabatnya ini dari dulu hidupnya tidak beruntung. Saat ia hendak bicara pada Daniel seseorang menghampiri meja mereka. Lebih tepatnya sepasang kekasih yang baru saja resmi bertunangan. Sepasang kekasih yang tak lain Nathanael dan Eli menyapa Daniel juga Adi. Keduanya duduk berdampingan dengan Eli yang memeluk lengan Nathanael. Eli membisikkan sesuatu pada kekasihnya.


" Jangan lama-lama ya kak " bisik Eli di telinga Nathanael.

__ADS_1


Nathanael melihat sekilas kekasihnya dan mengangguk pelan sambil menepuk punggung tangan Eli.


" Sepertinya ada hal penting yang tidak aku ketahui. Ada apa ? " Nathanael menatap sepupunya.


Daniel menatap balik sepupunya.


" Sebentar lagi aku akan menikah " beritahu Daniel.


" Em baguslah ternyata kau laku juga " Nathanael tersenyum menyeringai.


Ck Daniel berdecak sebal menanggapi ucapan sepupunya itu. Kayak nya sepupunya itu tidak mengaca pada dirinya sendiri. Baru bertunangan setelah sekian lama terbebas dari bayang-bayang wanita yang kini menjadi istri sahabatnya itu.


' Gimana kalau kau saja yang menjadi saksi dari pihak laki-laki " Daniel menatap penuh harap pada sepupunya.


" Gimana dengan om " Daniel menggeleng.


Nathanael menyadari bahwa sepupunya sudah terbiasa hidup sendiri meski punya orang tua yang entah di mana keberadaan nya saat ini.


" Kapan dan ingin konsep seperti apa ? " tanya Nathanael.


" Akhir tahun ini dan tidak mengundang banyak teman. Hanya kau sebagai saksi dari pihak laki-laki dan Adi saksi dari pihak wanita " sahut Daniel.


" Wow, senang sekali punya sepupu yang kaya sepertimu " seru Daniel berbinar.


" Cih, dasar tampang sih oke tapi nggak punya modal " ejek Nathanael.


" Hei kau sendiri yang nawarin aku sih nggak nolak " Daniel tersenyum lebar.


" Ya sudah aku lanjut jalan lagi " Nathanael melirik gadis di sebelah nya.


Nathanael dan Eli pamit melanjutkan jalan-jalannya. Daniel mengangguk sambil mengucapkan terima kasih pada sepupunya itu. Sementara Adi hanya diam melihat perdebatan kecil sahabat dan saingan masa lalunya.


Perbincangan dua sahabat berlanjut sambil menunggu pesanan datang. Setelah pesanan makanan datang Adi dan Daniel makan hidangan yang tersedia di atas meja. Selesai acara makan-makan nya dan membayar sejumlah uang Daniel mengantar sahabatnya pulang ke rumahnya.


Sampai di rumah Adi, Daniel memilih menemui ibu Rina yang sudah ia anggap seperti ibu sendiri. Daniel mengucap salam dan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu. Ibu Rina menganggap Daniel seperti anak sendiri. Wanita paruh baya itu merangkul lengan Daniel dan mengajaknya ke meja makan.


Sedangkan Adi masuk ke kamar lalu membersihkan diri. Barulah ia menemui istri dan anaknya yang seharian ini ia tinggal bekerja. Zane baru saja tidur Adi mencium kening batita mungil yang mulai aktif ini. Setelah itu Adi mengajak istrinya menemui sahabatnya yang berada di ruang makan bersama ibu Rina.


Sepasang suami-istri itu duduk berdampingan sementara Daniel duduk di sebelah bu Rina.


" Nak ambilkan suamimu makan " suruh Bu Rina pada menantunya.

__ADS_1


" Tidak usah sayang mas tadi sudah makan bareng Daniel " sahut Adi.


" Beneran kak Daniel " tanya Shasha pada Daniel.


Lelaki tampan yang sebentar lagi akan menikah itu mengangguk. Membuat istri Adi terlihat tenang dan tersenyum menatap suaminya. Adi merangkul pinggang Shasha dan memberi kecupan singkat di pipi istrinya. Membuat istri Adi merona.


Ck kayak nggak ada tempat lain saja, gumam Daniel.


" Pengin ya " Adi kembali mengecup singkat kali ini di bibir tipis istrinya.


Membiarkan sahabatnya melihat kemesraan ia dan Shasha.


" Lihat bu dulu ia kayak apa sama Shasha " adu Daniel pada bu Rina.


Wanita paruh baya itu tersenyum melihat kemesraan anak dan menantunya. Dan menepuk pundak Daniel.


" Makanya buruan nikah dan beri ibu seorang cucu yang tampan " hibur bu Rina.


" Iya bu itu pasti tidak hanya satu nanti ibu minta cucu berapa nanti Daniel berikan " Daniel merangkul wanita paruh baya yang sangat ia hormati itu.


" Cih kawin saja belum sudah mikirin ngasih ibu cucu " seru Adi pada sahabatnya.


" Nikah bukan kawin " Daniel melempar sendok ke arah Adi.


" Iya habis nikah lalu kawin kan " Adi tersenyum mengejek.


" Mas ... " Shasha mendaratkan capitan tangannya ke perut suaminya.


" Aduh sayang kenapa mencubit ku " Adi mengelus perutnya yang terkena cubitan istrinya.


" Rasain " ucap Daniel pelan.


Bu Rina terkekeh geli melihat pertengkaran kecil antara anak, menantu dan Daniel yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.


Up lagi ...


Nunggu beberapa bab lagi.


Beri like, komen dan vote nya ya.


Terimakasih ... ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2