Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 17 Motor Matic


__ADS_3

Mentari pagi telah menampakkan diri. Menghapus gelapnya malam. Sinarnya menaungi jagad raya memancarkan harapan pada makhluk Tuhan.


Seperti di pagi ini di sebuah kamar nan sepi karena penghuninya yang masih lelap dalam tidur. Tampak wajah kelelahan dua pasang anak manusia akibat aktifitasnya di malam hari.


Menyisakan impian bahagia dari wajah letih mereka. Keduanya masih terlelap di alam mimpi hingga sebuah suara mengusik ketenangan tidurnya.


Dering alarm memekakkan telinga membuat Shasha yang tertidur lelap terjaga dari mimpinya. Tubuh mungil itu menggeliat perlahan menghapus sisa-sisa mimpi untuk kembali ke dunia nyata. Sesekali mulutnya menguap menahan kantuk. Tubuhnya terasa remuk redam karena Adi suaminya menyerangnya tak kenal lelah. Hingga dini hari tadi aktifitas malamnya barulah berakhir.


Shasha mematikan alarm dan menaruhnya kembali di meja samping dekat tempat tidurnya. Waktu menunjuk pukul 05.00 pagi. Dilihatnya Adi suaminya masih tidur. Sekilas ia memandangi wajah tampan suaminya secuil senyum ia lampirkan di sudut bibirnya.


Shasha beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri lalu Shasha membangunkan suaminya untuk segera mandi agar tak telat pergi ke kantor. Barulah Shasha melangkahkan kakinya ke luar kamar menuju dapur. Dan mulai aktifitas paginya menyiapkan sarapan buat Adi suaminya.


Selesai memasak dan menatanya di meja makan ia bergegas ke kamar melihat suaminya. Ketika masuk ke kamar dilihatnya tempat tidur telah kosong. Dan terdengar suara gemericik air di kamar mandi ternyata Adi sudah bangun, sedang mandi rupanya.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan terlihat suaminya keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk melilit di pinggang. Rambutnya yang basah dan tubuh kekarnya terekspose sempurna di mata Shasha membuatnya terpana sesaat. Meski bukan hal pertama baginya tapi mampu membuatnya gugup dan tersipu malu. Shasha berusaha membalikkan badan tapi kakinya menyenggol meja rias. Membuat tubuh tak seimbang dan....


Bukk!


Sebuah tangan kekar menariknya hingga ia tak jadi jatuh ke lantai. Tapi jatuh di dada bidang suaminya. Tangan Adi melingkar di pinggang Shasha.


Huh!!

__ADS_1


Shasha mengelus dadanya karena terkejut lalu mendongak ke atas karena tubuh Adi lebih tinggi dari dirinya.


" Kenapa, hah"Adi tersenyum jahil.


" Nggak papa" seru Shasha mencoba melepaskan diri dari pelukan suaminya.


" Mau lagi" bisik Adi ke telinga istrinya.


" Ih, maunya" berusaha melonggarkan pelukan suaminya. " Sudah sana sarapan nanti telat lho" Shasha mengalihkan perhatian Adi.


Terpaksa Adi melepaskan pelukannya. Dan 'cup' melesatkan satu kecupan di bibir manis Shasha istrinya.


Dan Shasha dengan setia menemani Adi suaminya sarapan. Selesai sarapan masih ada sisa sepuluh menit untuk berangkat kerja.


Shasha menatap Adi hendak mengatakan sesuatu tapi ia ragu. Adi bukannya tidak tahu maksud istrinya tapi ia ingin isterinya mengatakan langsung padanya.


Tapi yang dinanti hanya diam saja dan akhirnya Adi yang bertanya. Ragu Shasha mengatakan keinginannya kalau mau naik motor saja kalau ia sudah mulai bekerja. Karena baginya akan lebih cepat dan terhindar dari macet.


Semula Adi keberatan dan meminta Shasha untuk diantar pak Slamet saja. Tapi pak Slamet masih kerepotan membantu istrinya untuk menjaga cucunya yang masih kecil. Karena menantunya habis melahirkan. Tentu saja repot sekali.


Akhirnya Adi merelakan istrinya untuk naik motor ke tempat kerja. Setelah itu Adi pergi ke kantor mengendarai mobilnya sendiri. Tak lama kemudian Shasha bergegas pergi ke rumah orangtuanya yang hanya beberapa blok dari rumah Adi suaminya.

__ADS_1


Shasha berjalan kaki menuju rumah orangtuanya. Karena tidak terlalu jauh butuh waktu sepuluh menit berjalan kaki untuk sampai ke rumah orangtuanya. kemudian sampailah Shasha ke rumah orangtuanya.


Kelihatannya rumah sepi papa dan mama kemana ya, batin Shasha. Lalu Shasha masuk ke rumah orangtuanya yang di sambut oleh Bi Ani pembantu rumah mamanya.


" Ada apa non?" tanya Bi Ani nampak terkejut. Tak biasanya anak majikannya berkunjung sendirian. Biasanya berdua bersama suaminya.


" Papa dan mama ke mana?" tanya Shasha pada pembantu di rumah orangtuanya.


" O itu non papa dan mama non lagi di luar kota bibi lupa ngasih tahu ke non" kata art di rumah orangtuanya tertunduk lesu.


" Ah sudahlah saya ke sini cuma mau ambil motor saja" seru Shasha lalu duduk di sofa.


" Buat apa non, kan ada mobil non" kata art itu heran.


" Ah pengin saja naik motor" sahut Shasha asal.


" Non ini ada-ada saja" tatap art di rumah orangtuanya itu masih heran.


Kemudian Shasha menyuruh pak Udin tukang kebun mamanya untuk mengeluarkan motor matic kesayangannya dan menservis motornya. Sambil menunggu motornya selesai diservis Shasha bersantai di rumah orangtuanya yang jarang ia kunjungi.


Dua jam kemudian motor selesai diservis lalu pak Udin membawanya pulang ke rumah majikannya. Setelah berpamitan pada bu Ani dan pak Udin pembantu juga tukang kebun mamanya Shasha pulang ke rumah Adi suaminya.

__ADS_1


__ADS_2