
Setelah puas tidur Daniel beranjak ke kamar mandi. Membersihkan badannya yang terasa lengket karena seharian bekerja. Kemudian ia langkahkan kakinya ke arah sofa di sana ada sepupunya yang sedang duduk santai sambil menonton acara tv.
Baru saja duduk disebelah sepupunya dering suara ponsel Nathanael menggema di ruangan itu. Dengan malas Nathanael meraih benda pipih di saku bajunya. Setelah Nathanael menggeser icon hijau dari layar ponselnya. Terdengar suara seorang wanita yang tak asing lagi baginya. Mamanya menyuruh Nathanael untuk pulang ke rumah. Beberapa detik berlalu akhirnya Nathanael mengakhiri panggilan telponnya.
" Dari siapa?" tanya Daniel pada sepupunya.
" Mama menyuruhku pulang" ucap Nathanael lesu.
" Baguslah" kata Daniel sambil mengambil ponsel miliknya.
Nathanael melirik sepupunya yang asyik dengan ponsel miliknya. Mengetikkan sesuatu di layar ponselnya. Mengirimnya di aplikasi go food untuk memesan makanan.
" Aku nginap di sini beberapa hari ke depan" kata Nathanael beralih ke layar tv.
" Pulang sana siapa tahu ada yang penting" seru Daniel lagi.
" Jessica...ah shit " seru Nathanael lirih tapi masih terdengar di telinga Daniel.
" Ada apa dengan dia" ucap Daniel menoleh ke sepupunya.
" Papa sudah mengatur perjodohan ku dengan dia" seru Nathanael menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
" Kalau kamu nggak suka tolak saja beres kan" saran Daniel pada sepupunya.
" Tak semudah itu, tau kan papaku kayak gimana" keluh Nathanael lagi. Beberapa saat hening.
Keduanya berkelana dengan pikiran masing-masing. Nathanael menoleh ke arah sepupunya.
" Dan kau sendiri gimana?" tanya Nathanael mengalihkan pembicaraan. Daniel menoleh ke arah sepupunya menatap seolah bertanya sesuatu.
__ADS_1
" Apanya..." seru Daniel beralih ke layar ponselnya.
" Gimana kabar Maria ' seru Nathanael lagi. Belum sempat Daniel menjawab terdengar ketukan dari luar.
Keduanya beralih pandangan ke arah pintu.Terdengar suara pintu di ketuk lagi.
Tok tok tok...
Daniel teringat sesuatu lalu Daniel beranjak dari sofa berjalan ke arah pintu. Setelah pintu di buka terdengar seseorang menanyakan nama dan alamat pemesan makanan. Daniel pun menerima pesanannya dan membayar sejumlah uang. Lalu orang itu pun pergi Daniel menutup pintunya kembali.
Daniel berjalan menuju dapur mengambil piring dan menaruh makanan ke dalam piring. Berjalan ke arah sofa, satu piring diberikan kepada sepupunya satu lagi untuk dirinya sendiri. Tak lupa ia mengambil air mineral di lemari pendingin diletakkannya di atas meja depan sofa.
Keduanya makan tanpa bicara selesai makan Daniel mengambil botol mineral meminumnya hampir separo diletakkan kembali ke meja.
" Dia sakit..." kata Daniel kemudian. " Terakhir aku lihat bersama Adi saat itu Shasha melihat mereka di mall. Shasha marah lalu menghilang. Tapi sekarang mereka sudah baikan dan Maria di rumah sepupunya" kata Daniel menjelaskan.
Nathanael pun telah selesai makan dan mengambil air mineral yang tersisa lalu meminumnya hingga habis.
" Tidak juga, aku tak sengaja berjumpa dia di jalan dan mengantarnya ke tempat sepupunya" kata Daniel jujur.
Nathanael menoleh ke sepupunya Daniel beralih ke layar tv di depannya.
" Sepertinya kau perhatian sekali dengannya " sahut Nathanael kemudian.
" Sok tau..." seru Daniel menoyor bahu sepupunya itu.
" Bilang iya apa susahnya" seru Nathanael sambil tertawa melihat sepupunya mengelak tentang perasaannya.
" Kau sendiri gimana sekarang " Daniel balik bertanya.
__ADS_1
" Belum ada yang bisa menggantikan dia " sahut Nathanael sendu.
" Kenapa " tanya Daniel.
" Belum ada yang cocok " jawab Nathanael asal.
" Gimana bisa cocok kalau belum memulainya ingat dia istri orang cari yang masih single " peringat Daniel.
" Tapi aku cintanya sama dia " sahut Nathanael cepat.
" Jangan jadi pembinor " Daniel menatap tajam sepupunya.
" Apa salahnya itu tidak buruk kan karena yang kutahu suaminya tidak mencintai dia " jawab Nathanael cepat.
" Gila kamu ternyata hampir empat tahun menghilang membuat otakmu tak waras " sahut Daniel terkejut dengan ucapan sepupunya.
Daniel menggelengkan kepalanya melihat isi pikiran sepupunya itu. Ah ternyata cinta memang membutakan hati dan pikiran manusia seperti cinta sepupunya ini pada istri sahabatnya.
" Sudah malam aku mau tidur" sahut Daniel beranjak bangun dari sofa.
Danie melangkah masuk ke kamarnya dan meninggalkan Nathanael sendirian di sofa ruang tamu. Daniel merebahkan tubuhnya di ranjang menghela nafas perlahan menghalau sesuatu yang menyesak di dada. Berkelana dengan pikirannya sesaat kemudian dia pun terlelap di alam mimpi.
Sementara di sofa depan Nathanael sedang membayangkan wajah cantik pujaan hatinya. Yang tadi siang tampak nyata di hadapannya. Dia tersenyum sambil mengulang kembali pertemuannya dengan Shasha. Wanita yang telah menawan hati dan pikirannya membuatnya melayang jauh ke awan. Dia pun menyadari bahwa wanita itu sudah bersuami tapi kalau cinta mau bilang apa. Ini sedikit melenceng dari tujuan awal ia pulang kembali ke kotanya. Nathanael memandang langit-langit di ruang tamu membawa bayangan wajah cantik Shasha ke dalam mimpinya.
Malam telah larut membawa kedua laki-laki itu mengembara di dunia mimpi masing-masing.
****************
Di tunggu like, komen dan vote nya.
__ADS_1
Terimakasih.