
Pagi itu papa Sam dan mama Santi sedang terburu-buru hendak pergi ke bandara. Pak Udin duduk dibalik kemudi sedangkan papa Sam duduk di kursi penumpang. Sementara mama Santi membujuk putri nya agar mau pergi sekolah dengan anak sahabatnya.
" Sayang ayolah mama dan papa tidak punya waktu lagi. Satu jam lagi pesawatnya akan berangkat mau ya sayang berangkat bareng anak sahabat mama " bujuk mama Santi.
Gadis berseragam SMP itu terpaksa mengangguk.
" Terimakasih sayang ayo " mama Santi mencium kening putrinya.
Mama Santi menggandeng tangan putrinya dan membawanya masuk ke mobil.
" Ayo pak Udin berangkat ' perintah mama Santi setelah keduanya masuk ke mobil.
Papa Sam melirik sekilas istrinya. Mama Santi mengerti apa yang hendak ditanyakan oleh suaminya.
" Sudah tidak usah melihat mama seperti itu. Mama sudah membujuk Shasha dan dia mau berangkat dengan anak sahabat mama " seru mama Santi.
" Harusnya mama di rumah saja dan mengantar putri kita ke sekolah " sahut papa Sam pelan.
" Apa papa bilang barusan mama di rumah sementara papa di sana sendirian bertemu dengan klien itu. Tidak bisa mama tidak terima pokok nya mama tetap ikut " mama Santi mendelik tak suka.
Karena dalam benak mama Santi saat ini papa Sam pergi menemui klien di luar kota. Klien itu adalah seorang wanita dan bisa dibayangkan gimana mama Santi berusaha keras untuk membatalkan pertemuan itu. Tetapi papa Sam memberi pengertian pada istrinya bahwa pertemuan kali ini sangatlah penting untuk kemajuan usaha nya. Akhirnya mama Santi setuju dengan satu syarat dia mesti ikut dalam pertemuan nanti.
Papa Sam hanya bisa menghela nafasnya. Pasrah pada kecemburuan istrinya yang baginya tidak berdasar itu.
" Ingat ya pa di sana papa mesti menjaga jarak dengan wanita itu dan satu lagi papa tidak boleh genit " ingat mama Santi.
Papa Sam menggeleng pelan ada-ada saja mama ini, gumam papa Sam. Papa Sam memilih diam daripada menanggapi ucapan istrinya bisa panjang urusan nya.
" Sudahlah ma, Shasha tidak apa-apa ditinggal sendirian " Shasha berkata demikian karena tidak ingin melihat papa dan mamanya bertengkar.
" Tuh kan pa putri kita setuju mama ikut, ya kan sayang " seru mama Santi.
Shasha mengangguk membuat mama Santi mengembangkan senyumnya. Papa Sam menoleh ke arah mama Santi lalu menggenggam tangan istrinya.
" Iya iya mama boleh ikut " papa Sam tersenyum.
" Yang ikhlas dong pa " sungut mama Santi.
Papa Sam menghela nafasnya bicara dengan istrinya itu memerlukan tenaga ekstra.
" Iya honey papa ikhlas kok " papa Sam mencium punggung tangan istrinya.
Mama Santi tersenyum senang.
" Terimakasih pa " sahut mama Santi.
Shasha yang melihat tingkah mamanya yang bucin habis pada papanya menggeleng pelan.
Mobil papa Sam berhenti di depan rumah sahabat mama Santi.
" Papa di mobil saja ya biar mama yang turun " mama Santi membuka pintu mobil.
Mama Santi langsung masuk ke rumah sahabatnya itu diikuti Shasha yang berjalan di belakang mamanya.
Ibu Rina yang melihat kedatangan sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya. Sudah pasti sahabatnya itu akan menitipkan putrinya padanya.
__ADS_1
" Ada apa lagi San ikut suami mu lagi " ibu Rina menebak sahabatnya.
" Gimana lagi Rin, suami ganteng kayak gitu bisa jadi santapan empuk bagi wanita liar di sana " jawab enteng mama Santi.
" Kamu nya saja yang cemburunya selangit " tebakan ibu Rina tepat sasaran.
" Ya jelas aku cemburu klien yang ditemui kali ini mantannya " sela mama Santi.
Ibu Rina melihat ke arah belakang.
" Sini nak " ibu Rina meraih lengan gadis cantik di belakang mama Santi.
Shasha menurut saja.
" Aku titip putriku ya Rin, dah sayang " mama Santi mencium kening putrinya lalu bergegas keluar dari rumah sahabatnya.
Ibu Rina menggandeng Shasha ke ruang makan. Ibu Rina menarik kursi dan menyuruh putri sahabatnya itu duduk.
Di meja makan ayah Lukas dan Adi sedang sarapan.
" Adi nanti antar nak Shasha ke sekolah nya ya " perintah ibu Rina.
" Tapi bu, Adi sudah janji sama teman Adi " Adi melirik sekilas gadis berseragam SMP itu.
" Adi ... " suara tegas ayah Lukas membuat Adi mengkerut.
" Iya yah Adi akan antar selamat sampai tujuan " jawab paksa Adi.
Ck, menyusahkan saja, gumam Adi.
Shasha berpamitan pada ayah dan ibu Adi lalu berjalan menuju motor Adi. Gadis berseragam SMP itu naik ke motor Adi.
" Hati-hati ya nak jangan ngebut " peringat ibu Rina.
Adi mengangguk cepat tak lama kemudian motor yang dikendarai Adi melesat keluar dari rumah.
Ibu Rina berdecak kesal melihat tingkah anak lelaki nya. Dibilang nggak usah ngebut anak itu lupa dengan perkataan ibunya.
" Anakmu itu lho yah sudah dibilang jangan ngebut eh ngebut juga " ibu Rina mengadu pada suaminya.
" Dia kan anakmu juga bu " jawab ayah Lukas yang baru keluar dari rumah lalu menuju mobilnya.
" Dia itu bawa anak orang yah kalau kenapa-napa gimana " seru ibu Rina.
" Iya ayah juga tahu dia putri sahabatmu dan ibu nggak usah terlalu khawatir " kata ayah Lukas menenangkan istrinya.
" Tapi ibu tetap khawatir yah " sahut ibu Rina.
Ayah Lukas menghampiri istrinya mengusap lembut bahu istrinya.
" Ibu nggak usah cemas ya sudah ayah berangkat dulu " ayah Lukas masuk ke mobilnya.
" Ya yah, pak Slamet hati-hati bawa mobilnya " peringat ibu Rina.
" Iya bu " pak Slamet mengangguk.
__ADS_1
Mobil yang dikemudikan pak Slamet keluar dari kediaman Lukas Nugroho.
Di tempat lain Adi mengantar lebih dulu putri sahabat ibunya.
" Terimakasih kak " ucap tulus Shasha.
Adi mengangguk.
Gadis berseragam SMP itu setengah berlari masuk ke pintu gerbang sekolah nya. Karena sebentar lagi pintu gerbang itu akan segera ditutup oleh pak satpam.
Pemuda berseragam putih abu-abu itu hendak menjalankan motornya. Tapi sedetik kemudian mematikan mesin motornya.
" Hei tunggu " Adi mengejar Shasha hingga sampai tepat di depan pintu gerbang sekolah gadis itu.
Adi mengatur nafasnya yang ngos-ngosan mengejar gadis berseragam SMP itu. Shasha berbalik melihat Adi sudah di depannya.
" Ada apa kak " Shasha mengeryit heran.
" Kamu pulang jam berapa " tanya Adi.
" Jam satu kak " jawab Shasha tersipu malu.
" Tunggu di sini sampai aku datang " gadis itu mengangguk sambil tersenyum lebar.
Adi menatap jauh di seberang jalan lalu melihat gadis di depannya.
" Jangan senang dulu aku hanya memastikan kau aman dan tidak diganggu sama mereka " tunjuk Adi pada sekumpulan pemuda berseragam putih abu-abu.
Shasha tersenyum senang tapi sedetik kemudian tertunduk lesu mendengar ucapan pemuda di hadapannya.
Adi melangkah menuju motornya. Saat hendak naik ke motornya seseorang memanggil namanya.
" Adi " pemuda itu menoleh.
Adi tersenyum saat tahu siapa yang datang.
" Kinan " gumam Adi.
Gadis cantik itu berjalan mendekati Adi.
" Kenapa berhenti di sini " tanya gadis yang dipanggil Kinan oleh Adi.
Adi menggaruk kepalanya lalu tersenyum pada gadis yang baru datang.
" Ayo " ajak Adi.
Kinan naik ke motor Adi dan melingkarkan tangannya ke pinggang Adi. Adi menjalankan mobilnya menuju sekolahnya.
**************
Bonus novel Maafkan Aku, Istriku...
Semoga suka dan jangan lupa untuk klik like, komen dan vote nya ya.
Mampir juga di karyaku yang lain yaitu Perjalanan Cinta Nathanael.
__ADS_1
Terimakasih.