Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 73 Pergi Ke Taman # 1


__ADS_3

Setelah makan malam Daniel berbincang sebentar dengan Maria lalu beranjak pergi. Dan membiarkan Maria tinggal di rumah kontrakannya. Daniel melajukan mobilnya menuju ruko yang dijadikan kantor sekaligus tempat tinggalnya.


Sementara di tempat lain sepasang suami istri yang makin mesra ini sedang menikmati makan malam. Kebiasaan baru dari nona nya membuat bi Ani menggelengkan kepalanya dan bikin iri saja.


Adi menyuapi istrinya dengan penuh cinta. Begitu juga Shasha gantian menyuapi suaminya. Setelah selesai makan malam keduanya berjalan memasuki kamar. Dengan saling menautkan jemari mereka.


" Mas .." kata Shasha ketika sudah di dalam kamar.


" Iya sayang " sahut Adi.


" Lepasin tangannya " kata Shasha.


" Mau kemana hem " Adi menatap istrinya.


" Ke kamar mandi emang mau ikut " kata Shasha sebel.


" Ayo " kata Adi tersenyum jahil.


" Ish, mas ini udah sana " Shasha mendorong tubuh suaminya.


Lalu bergegas ke kamar mandi diikuti Adi dibelakangnya. Sampai di depan pintu kamar mandi Shasha menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang. Dilihatnya suaminya ada di belakangnya.


" Mas, kenapa ikut sih " kata Shasha cemberut.

__ADS_1


" Hanya memastikan saja " kata Adi santai.


" Cuma mau gosok gigi saja udah sana " Shasha menutup pintu kamar mandi.


Adi masih berdiri di depan kamar mandi setelahnya Adi tersenyum lalu melangkah naik ke ranjang. Sebentar kemudian Shasha keluar dari kamar mandi dan duduk di depan meja rias. Memakai krem malam setelah selesai lalu berjalan mendekat ke ranjang. Melihat suaminya yang sudah tidur Shasha ikut merebahkan tubuhnya menghadap suaminya.


" Mas...sudah tidur rupanya " gumam Shasha.


" Hem ... " sahut Adi dengan mata terpejam.


" Mas belum tidur " Shasha menatap suaminya.


" Emang kenapa " Adi membuka matanya dan menatap istrinya.


" Besuk pagi jalan-jalan ke taman ya " Shasha menatap suaminya penuh harap.


" Ke taman komplek sebentar saja ya ya " kata Shasha.


Sesaat Adi melihat ke arah istrinya dengan perut buncitnya berjalan ke taman komplek .Meski dekat membayangkannya saja Adi merasa kasihan pada istrinya yang kesusahan saat berjalan. Adi menghela nafas perlahan tak tega rasanya melihat wajah istrinya yang memelas seperti itu. Adi tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Senyum merekah di bibir tipis istrinya.


" Ya sudah sekarang tidur " seru Adi.


" Aauuw w .... " jerit Shasha tertahan.

__ADS_1


" Ada apa sayang " panik Adi.


" Ini mas baby nya nendang kayaknya seneng deh besuk mau diajak jalan-jalan " sahut Shasha.


" Benarkah coba lihat " Shasha menuntun tangan Adi ke perut buncitnya.


Adi mengusap lembut perut istrinya terasa ada gerakan dari dalam perut istrinya. Adi lalu menempelkan telinganya ke perut istrinya beberapa saat tersenyum bahagia. Kembali mengusap lembut perut istrinya dan ada gerakan dari dalam perut istrinya. Kali ini agak keras membuat Shasha menjerit senang.


" Sayang tidak apa-apa " kata Adi khawatir. Shasha menggeleng dan ikut tersenyum.


" Anak papa sudah malam bobo ya kasihan mama " Adi mengusap perut istrinya.


Seperti mengerti perkataan orang tuanya gerakan di perut istrinya mulai mengendor. Adi menatap istrinya mengusap lembut pucuk rambut istrinya.


Mengecup kening istrinya dan membiarkannya masuk dalam dekapan suaminya.


Adi merengkuh tubuh mungil istrinya membelai punggung nya perlahan Shasha mulai memejamkan matanya dan tertidur. Adi melihat istrinya sudah tidur ia pun mulai tidur tak butuh waktu lama Adi pulas tidur mengarungi mimpi bersama istrinya.


*************


Maaf kalau lama up nya... kesehatan author akhir-akhir ini menurun.


Jadi baru bisa nulis sedikit ini juga dipaksain bangun dari tempat tidur...🙏🙏

__ADS_1


Semoga tidak bosan menunggu...


Terimakasih.


__ADS_2