
Adi dan Shasha berjalan sambil tangan Adi menggenggam tangan istrinya. Sementara mbak Tari mengikuti sepasang suami-istri itu dari belakang.
" Mas wanita tadi siapa " tanya Shasha melirik ke suaminya.
" Sarah " jawab Adi tetap melangkah.
" Iya aku tahu dia ... ? " ucap Shasha terhenti.
" Dia asisten Ardian grup " kata Adi.
" Cantik ya mas " melirik suaminya.
" Iya " jujur Adi.
Ups, Sepertinya Adi salah menjawab meski kenyataan yang ada Sarah memang cantik.
" Nanti mas ceritain sekarang kita cari makan dulu ya " Adi mengajak istrinya ke restoran dalam mall.
Meski ada sesuatu yang mengganjal di benaknya Shasha mengikuti langkah suaminya. Adi melirik istrinya dan tetap berjalan ke sebuah restoran.
Di tempat yang sama Ricko dan sekretaris Renata baru saja mengadakan pertemuan dengan kliennya. Keduanya kini sedang menuju restoran di dalam mall. Ricko dan sekretaris Renata sedang menunggu pesanan makanan mereka. Sepintas Ricko melihat sepasang suami-istri itu masuk ke restoran yang sama dengan dirinya. Lalu Ricko melambaikan tangannya pada si lelaki.
Sepasang suami-istri itu mendekat ke arah Ricko. Sepasang suami-istri itu tak lain Adi dan Shasha. Setelah dekat Ricko mengajak sepasang suami-istri itu untuk bergabung. Adi tidak keberatan lalu duduk di sebelah mantan bosnya itu. Tepat di depan sekretaris cantik, Renata. Sementara istrinya duduk di sebelah kirinya dan di depannya Ricko.
Lalu Adi memesan makanan untuk dirinya dan istrinya juga mbak Tari. Sambil menunggu pesanannya datang Adi dan Ricko ngobrol seputar pekerjaan. Sekretaris Renata diam sambil sesekali mencuri pandang pada Adi. Sementara Shasha yang tidak tertarik dengan obrolan kedua lelaki itu hanya diam. Tapi ekor matanya menangkap wanita di sebelahnya yang sedari tadi menatap suaminya penuh damba. Shasha berusaha tenang meskipun berbagai pertanyaan mengganggu pikirannya. Sedangkan mbak Tari memilih duduk di tempat lain tak jauh dari meja mereka.
Setelah pesanan datang kedua lelaki itu menikmati makanan nya. Shasha dan sekretaris Renata sedang menikmati hidangan di piring masing-masing. Mbak Tari senang sekali menikmati makanan restoran yang jarang sekali didapat apalagi ini gratis. Mbak Tari tidak menyangka kalau akan makan di mall bersama majikannya.
Selesai makan Adi pamit pulang karena ada pesan dari Chris. Sepasang suami-istri itu berjalan keluar dari restoran. Sekretaris Renata menatap tak berkedip kepergian Adi meski di sebelahnya ada Shasha.
" Ngapain liatin kayak gitu dia sudah ada yang punya " suara bosnya memutus pandangan Renata.
" Maaf pak, saya kira pak Adi masih sendiri ternyata ... " ucap Renata terputus.
" Dia sudah beristri dan istrinya cantik ya kan " sela Ricko.
" Iya sih tapi mengagumi seseorang itu tidak salah kan " sahut Renata jujur.
" Sekedar mengagumi memang tidak salah tetapi lebih baik cari yang masih jomblo " seru Ricko.
__ADS_1
" Mana ada lelaki jomblo " Renata memangku dagunya.
" Ada " jawab Ricko singkat.
Sekretaris Renata mengeryit heran lalu memandang bosnya.
" Siapa pak " Renata menatap bingung bosnya.
" Nih " tunjuk Ricko pada dirinya sendiri.
Renata tertawa.
" Bapak bercanda " Renata tak percaya.
" Beneran kamu mau nggak jadi kekasihku " jawab Ricko tersenyum penuh misteri.
" Uhuk ... uhuk ... " Renata tersedak ludahnya sendiri.
Ricko mengambil botol air mineral lalu diberikan pada sekretaris nya. Renata meneguk air mineral itu hingga habis setengah. Renata sangat terkejut mendengar pengakuan dari bosnya yang spontan itu.
" Gimana Ren " tanya Ricko.
" Yang tadi jadi kekasihku " kata Ricko.
Renata menelan ludahnya bingung bercampur gugup menatap bosnya yang tampan itu. Ricko memang tampan dan kaya selain itu ia bos tempat nya bekerja. Siapa sih yang tidak tertarik padanya tapi Renata tak yakin kalau bosnya yang tampan itu belum memiliki kekasih.
Ricko yang melihat sekretaris nya itu diam saja lalu terkekeh pelan.
" Sudahlah lupakan ayo balik ke kantor " Ricko bangkit melangkah membayar makanan nya.
" I iya pak " Renata berdiri menatap punggung bosnya dengan perasaan campur aduk.
Setelah itu keduanya melangkah keluar dari restoran.
Di tempat lain Adi mengantar istrinya pulang ke rumah. Lalu bergegas masuk ke mobilnya kembali ke kantor.
Sampai di kantor Adi langsung masuk ke ruangan nya. Chris yang melihat sepupunya sudah datang mengikuti ke ruangan Adi. Adi duduk di kursi presdir hendak memeriksa berkas di meja kerjanya. Chris berdiri di depan meja Adi lalu menyampaikan undangan makan malam pada sepupunya itu.
" Ada apa Chris " Adi melirik Chris yang berdiam diri sedari tadi.
__ADS_1
" Ada undangan makan malam dari presdir Ardian grup " Adi meletakkan berkas nya.
" Kapan " Adi menatap sepupunya.
" Nanti malam jam tujuh di restoran xx " jawab Chris.
" Kamu saja yang datang " Adi kembali memeriksa berkasnya.
" Tapi kak presdir Dean menghendaki kakak yang datang " seru Chris.
Adi melirik Chris lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Adi memijat kepalanya ia ingin menyelesaikan pekerjaan nya dan secepatnya pulang ke rumah. Kenapa mesti ada undangan makan malam sih, gumam Adi. Padahal baru saja tadi siang bertemu dengan sekretaris sekaligus asisten dari Ardian grup. Selain membahas kesepakatan kerjasama dan bergulir ke obrolan ringan wakil Ardian grup itu tidak menyinggung hal undangan makan malam.
" Gimana " tanya Chris.
Adi menghela nafas pelan.
" Baiklah katakan pada presdir Dean aku akan datang " Chris mengangguk.
Chris undur diri hendak keluar dari ruangan sepupunya.
" Chris " panggil Adi.
" Ya kak " jawab Chris.
" Kau ikut " Chris menatap sepupunya.
" Aku tidak ingin Istriku curiga dan berpikir macam-macam " sahut Adi saat sepupunya itu menatapnya.
Adi mengerti tatapan sepupunya yang tertuju padanya. Seolah bertanya mengapa ia mesti ikut menghadiri acara makan malam bersama presdir Dean.
Adi berada pada dilema Adi berpikir kalau menolak undangan makan malam mereka akan berimbas pada kerjasama yang baru saja terjalin. Karena perusahaan Nugroho membutuhkan dukungan dari Ardian grup sebagai perusahaan yang besar selain perusahaan milik mertuanya.
Tapi bila menerima dan datang di acara makan malam itu Adi kesulitan untuk mencari alasan pada istrinya. Meski itu murni makan malam tetap saja di sana pasti ada Sarah. Dapat dipastikan wanita itu akan menggunakan kekuatan kakaknya untuk mendekati dirinya. Adi merasakan hal itu untuk menghindar tidak mungkin. Adi bertekad akan menolak secara halus tanpa menyakiti perasaan wanita itu. Karena ada hati yang harus ia jaga yaitu istrinya dan amanat mendiang ayahnya.
************
Gimana reader's ada yang penasaran kelanjutannya.
Silahkan pantengin terus dan jangan lupa beri like, komentar nya ya....
__ADS_1
Terimakasih.