
Di sebuah ruangan bertuliskan presdir dua orang kakak beradik sedang duduk santai. Sang kakak yakni Dean Ardianto sedang duduk bersandar di kursi presdir. Dan adiknya Sarah Ardianto duduk di sofa menanti jawaban dari kakaknya.
" Gimana kak " Sarah menatap kakaknya penuh harap.
Lelaki tampan berusia tiga puluh tiga tahun itu menghela nafas perlahan. Lalu menatap adik kesayangannya.
" Dia setuju datang nanti malam " Sarah menghambur memeluk kakaknya.
" Terimakasih kakakku sayang " ucap Sarah berbinar ceria.
Dean menatap sedih pada adiknya apa sudah benar yang ia lakukan untuk menyenangkan adiknya. Dean sangat menyayangi adik satu-satunya ini. Semua yang diinginkan adiknya pasti akan ia penuhi. Tapi untuk merebut suami dari wanita lain Dean sangat tidak setuju. Dean tampak berpikir ini tidak boleh dilanjutkan karena apa yang akan dilakukan adiknya selanjutnya adalah hal yang sangat konyol.
" Ada tapinya " Sarah melepaskan pelukannya.
" Apa kak " Sarah menatap heran pada kakak nya.
" Ini yang pertama dan terakhir kakak tidak akan setuju dengan rencana mu " Dean berkata tegas.
" Kenapa begitu " Sarah menatap tajam pada kakaknya.
Sarah merasa senang karena kemarin kakaknya menyetujui rencananya. Tapi sekarang kenapa kakaknya berubah pikiran.
" Kakak tidak ingin kau salah langkah " Dean berkata hati-hati.
" Aku sungguh kecewa pada kakak " Sarah terduduk lesu.
" Adikku, kakak sangat menyayangi mu " Dean duduk di dekat Sarah.
" Kalau kakak menyayangi ku harusnya kakak mendukung ku " Dean merangkul adiknya.
Sarah mulai berkaca-kaca Dean mengusap lembut pucuk rambut adiknya. Lalu menghapus bulir bening yang menetes di kedua pipi adik kesayangannya itu.
" Kakak akan mendukung mu kalau yang kamu sukai bukan lelaki beristri " ucap Dean pelan.
__ADS_1
" Tidak adikku untuk kali ini menurut pada kakak dan nanti malam bersikaplah baik pada tamu kakak " Dean mengurai pelukannya lalu mengacak rambut Sarah.
Meski kecewa terhadap keputusan kakaknya Sarah tetap patuh pada kakak satu-satunya itu. Karena Dean lah keluarga satu-satunya yang ia miliki saat ini. Setelah kedua orang tua mereka meninggal akibat kecelakaan saat hendak pergi ke bandara.
Perusahaan Nugroho.
Adi menumpuk berkasnya yang belum selesai ia periksa. Adi keluar ruangan nya menuju mobil sepupunya yang duduk dibalik kemudi. Adi lalu masuk dan duduk bersandar di mobil Chris memacu mobilnya pulang ke rumah.
Sampai di rumah Adi bergegas ke kamar nya. Adi menaruh tas kerjanya lalu duduk di sofa. Mencopot sepatu kemudian melepas pakaiannya menyisakan kaos tipis dan celana boxer. Adi melangkah ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri Adi menuju lemari hendak mengambil baju yang akan ia pakai malam ini.
Saat sedang mencari baju Adi seperti mengingat sesuatu. Ia melihat sekeliling kamarnya tidak ada istri dan anaknya. Selesai berganti baju Adi keluar kamar bersamaan Shasha yang keluar dari kamar ibu Rina, mertuanya. Shasha menggendong baby Zane yang belum tidur.
Shasha melihat suaminya telah rapi dan hendak bertanya pada suaminya. Tapi Adi lebih dulu bertanya pada istrinya.
" Sayang dari mana " Adi mendekat.
" Dari kamar ibu " Adi meraih baby Zane lalu mencium pipi gembul bayi mungil itu.
" Em kesayangan papa belum tidur " Adi melangkah menuju sofa keluarga.
" Iya sayang " Shasha duduk di sebelah suaminya.
" Mas sudah rapi mau kemana " Shasha menelisik.
" Ada undangan makan malam dari presdir Dean dari Ardian grup " Shasha menatap lekat suaminya.
" Apa kau mau ikut " Shasha menggeleng.
" Ikut ya sayang " bujuk Adi.
" Tidak mas karena baby Zane belum tidur " Shasha melihat putrinya.
" Kasih ke ibu saja " kata Adi.
__ADS_1
" Kasihan ibu capai sedang mbak Tari seharian ini juga belum istirahat " ucap Shasha.
Karena tadi ditinggal Shasha dan mbak Tari di mall baby Zane sedikit rewel. Membuat mertuanya kewalahan menenangkan cucunya.
" Mas pergi sendiri saja " sahut Shasha.
" Sayang " Shasha menggeleng pelan.
" Baiklah " Adi melihat baby Zane yang mengantuk.
Adi menepuk pelan tubuh baby Zane agar tertidur. Setelah memastikan baby Zane tidur Adi bangkit menuju kamar diikuti Shasha di belakang. Adi meletakkan baby Zane di tempat tidur lalu mencium kening putri kesayangannya. Adi berdiri melihat istrinya yang berdiri di sebelah nya.
" Mas mau berangkat sekarang " tanya Shasha.
" Sebentar lagi " Adi melihat jam yang melihat di tangannya.
" Gimana kalau mas ajak Chris " Shasha merapikan baju Adi.
Adi diam saja menatap istrinya lalu meraih pinggang istrinya mengecup singkat bibir tipis istrinya.
" Aku akan segera pulang " Shasha mengangguk.
Adi keluar kamar berjalan menuju ke halaman depan. Adi mencari sepupunya sementara yang dicari berjalan pelan keluar rumah. Melihat sosok yang di cari sejak tadi mendekat Adi berdecak sebal.
" Apa aku harus ikut kak " tanya Chris.
" Iya pakai tanya lagi " Adi membuka pintu mobil dan duduk.
Chris ikut masuk ke mobil lalu duduk di balik kemudi. Setelah itu Chris melajukan mobilnya keluar dari perumahan elit menuju restoran xx.
*************
Semoga suka dengan ceritanya
__ADS_1
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya
Terimakasih.