
Dua minggu sudah Adi dan Maria saling berjauhan. Setiap harinya sepulang sekolah Adi memikirkan Maria. Meski sudah minta maaf tapi hanya wajah gadis itu yang ada di benak Adi.
Gimana ini kenapa bayangan Maria yang ada di pikiran ku. Kenapa bukan Kinanti, gumam Adi resah. Adi membalikkan tubuhnya dan posisi nya kini tengkurap. Adi menarik bantalnya dan menaruh di atas kepalanya. Sesaat kemudian Adi duduk bersandar bertumpu pada tangannya yang ditaruh di belakang kepalanya.
Huh, menyebalkan sekali Adi memukul pelan kepalanya. Tapi Maria cantik juga, gumam Adi membayangkan sahabatnya itu. Baiklah lebih baik aku bicarakan ini sama Daniel siapa tahu dia bisa kasih saran. Adi kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya mengarungi mimpi.
Esuk harinya saat istirahat sekolah Adi mengajak Daniel ke belakang sekolah. Adi hendak meminta pendapat pada Daniel lebih tepatnya menyetujui dirinya berpacaran dengan Maria. Meski Adi belum berbicara lagi dengan Maria setelah kejadian itu.
" Niel, gimana menurut mu " Daniel menatap sahabatnya dengan raut kesal.
Daniel pergi begitu saja meninggalkan Adi. Adi menatap heran pada sahabatnya ada apa dengan dia, gumam Adi bingung. Kekesalan Daniel berlanjut sampai jam pelajaran berakhir. Daniel memilih pergi ke tempat parkir dan pulang lebih dulu.
Adi bertambah heran melihat Daniel pergi tanpa menyapa dia ataupun Maria.
" Pulang sama aku saja " Adi menarik tangan Maria menuju tempat parkir motor nya.
Maria hanya mengangguk saja. Adi naik ke motor nya diikuti Maria duduk di belakang motor Adi. Adi menjalankan motornya sedikit kencang membuat Maria yang duduk di belakang terkaget dan menepuk pundak Adi.
" Pelan dikit Di jangan ngebut " seru Maria.
" Nah gitu dong jangan diam saja Ri " Adi tersenyum senang.
Maria menundukkan kepalanya tersipu malu. Adi bisa melihat wajah gadis yang duduk di belakang nya dari spion motor nya. Maria mendongak menatap ke spion motor Adi. Bayangan Adi yang tersenyum manis kepada nya membuat Maria ikut tersenyum.
" Kita ke taman kota mau nggak " tanya Adi.
" Mau " jawab Maria cepat.
__ADS_1
" Okey kita ke sana sekarang " Adi melajukan motornya ke taman kota.
Sampai di taman kota Adi memarkirkan motornya. Setelah itu keduanya berjalan dengan Adi yang menggandeng tangan Maria.
" Apaan sih Di " Maria menepis tangan Adi.
" Mau nyeberang Maria kita ke sana " tunjuk Adi gemas.
" Ish " Maria cemberut.
Kini keduanya duduk di bangku taman kota. Adi melepas genggaman tangannya lalu memandang lekat pada Maria.
" Ri, boleh aku ngomong sesuatu sama kamu " kata Adi hati-hati.
Maria menoleh ke arah Adi.
" Ngomong saja " sahut Maria.
" Ini terdengar konyol tapi aku tidak bisa menahan nya lebih lama lagi " Adi bicara pelan.
" Ngomong apa sih kamu aku nggak ngerti " Maria mengeryit heran.
" Em begini Ri kalau aku bilang suka sama kamu dan maukah kamu menjadi pacar aku gimana " Adi menunduk sambil memejamkan matanya.
Maria terkejut mendengar ucapan Adi yang terus terang. Lama ia mencerna ucapan Adi hingga ia tersadar saat Adi menyenggol lengan nya.
" Konyol ya Ri aku suka sama sahabat aku sendiri " Adi tertawa hambar.
__ADS_1
Hingga tawa itu terhenti dan Adi menatap ke arah Maria.
" Tidak perlu dijawab sekarang ah sudahlah lupakan yang tadi ayo kita ke mall mau kan " Adi tersenyum manis meraih tangan Maria.
Maria masih bingung memikirkan jawaban nya. Tapi tangan nya sudah digandeng Adi dan ia mengikuti saja langkah pemuda berkulit sawo matang itu. Keduanya berjalan beriringan dengan Adi yang menggandeng tangan Maria.
Dari jauh ada seseorang yang melihat Adi dan Maria duduk di taman kota. Hingga Adi dan Maria berjalan bergandengan ke mall pun orang itu tahu. Dialah Daniel sahabat Adi dan Maria.
Sebenarnya Daniel belum pulang dia menghindar sebentar untuk tidak bertemu dengan kedua sahabatnya. Saat di jalan ia mendapat pesan dari tetangga kontrakan nya kalau harus secepatnya membayar uang kontrakan. Daniel pulang ke kontrakan nya dan membayar uang kontrakan ke ibu kost.
Setelah nya ia kembali ke sekolahan ternyata kedua sahabatnya itu sudah tidak ada. Daniel bertanya pada salah satu temannya. Dan mereka memberitahu Daniel kalau kedua sahabatnya itu pergi ke taman kota.
Di sinilah Daniel sekarang menatap nanar pada kedua sahabatnya yang tampak mesra. Daniel melihat Adi bersama maria. Daniel tidak bisa mendengar pembicaraan keduanya. Setelah itu Daniel melihat Adi menggandeng tangan Maria. Dadanya terasa nyeri melihat kemesraan dua sahabatnya di depan matanya.
Daniel melangkah lesu pulang ke kontrakan nya. Sampai di kontrakan Daniel membuka pintu dan terkejut mendapati mamanya tergeletak di lantai.
" Mama " teriak Daniel lalu berlari mendekati mamanya.
Daniel membopong mamanya keluar dan minta bantuan pada tetangganya untuk memanggil taksi.
Daniel membawa mamanya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Daniel mencari dokter Peter yang menangani penyakit mamanya. Dokter Peter adalah ayah dari Steve teman dari sepupunya, Nathanael.
Setelah diperiksa oleh dokter Peter, mama Daniel hanya kelelahan saja. Dokter Peter menulis resep obat dan diberikan pada Daniel. Setelah mengucap terima kasih pada dokter Peter, Daniel membawa mamanya keluar ruangan dokter Peter. Daniel mendudukkan mamanya di kursi roda lalu mendorong kursi roda ke tempat pengambilan obat. Setelah menunggu beberapa saat Daniel mengambil obatnya dan membawa kembali mamanya ke kontrakan.
*********
Semoga suka dengan ceritanya. Yah benar ini bonus cerita dari Maafkan Aku, Istriku... yang menceritakan Adi dan Shasha sebelum keduanya menikah.
__ADS_1
Ceritanya unyu-unyu sayang kalau dilewatkan begitu saja. Kalau suka silahkan kasih like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih...❤️❤️❤️