
Sudah satu minggu papa Sam dan bu Santi tinggal bersama putri dan menantunya. Seperti biasa papa Sam pergi ke kantor mengelola bisnisnya di kota ini. Dan bu Santi terpaksa merelakan suaminya pergi ke kantor sendirian. Bu Santi menemani putrinya yang sedang hamil anak pertama. Bu Santi tak melewatkan kebersamaan dengan putrinya yang jarang sekali ia lakukan karena sibuk mengikuti suaminya.
Dan seperti sekarang ini waktu ternyaman untuk berkumpul dengan keluarga adalah di meja makan saat semua anggota keluarga berkumpul untuk menyantap makanan dan setelah itu berlanjut dengan obrolan ringan. Banyak hal yang dibicarakan sambil diselingi perdebatan kecil ataupun canda dan tawa dari anggota keluarga ini.
" Sayang apa masih mual " tanya bu Santi pada Shasha.
" Masih ma tapi nggak sering sih " sahut Shasha.
" Ayo makan yang banyak buat pertumbuhan baby nya " kata bu Santi lagi. Shasha menggeleng kepala.
" Mas " kata Shasha memanggil suaminya.
Adi yang tahu istrinya minta apa sudah membawa susu hangat rasa vanila kesukaan istrinya. Lalu memberikan susu rasa vanila kepada istrinya. Shasha menerimanya dan meminumnya.
" Itu tidak membuat kenyang, sayang " kata Bu Santi.
" Ini sudah cukup ma, makannya nanti saja " kata Shasha.
Akhirnya bu Santi mengalah dan ketiganya menikmati sarapan pagi mereka. Bu Santi dan papa Sam sudah selesai makan lalu berbincang ringan dengan putrinya. Sementara Adi menyimak sambil melanjutkan makannya yang tertunda.
" Apa papa jadi keluar kota lagi " tanya Shasha pada papa Sam.
__ADS_1
" Iya sayang mungkin beberapa hari lagi " sahut papa Sam.
" Kenapa tidak diserahkan sama asisten papa yang di sana saja " kata Shasha.
" Ya memang papa serahkan pada asisten tapi ada beberapa hal yang penting butuh kehadiran papa " kata papa Sam.
" Apa mama juga ikut " kata Shasha.
" Tentu saja mama ikut, ya kan pa" sahut bu Santi cepat.
Papa Sam hanya mengangguk pasrah. Ah, mama Santi ini menempel terus kayak perangko kalau papa Sam mau keluar kota. Takut diambil orang ya ma secara papa Sam kan masih gagah, tampan dan ramah pada semua orang. Apalagi papa Sam orangnya nggak tega melihat orang sedih atau susah. Wah, tentunya banyak pengagum papa Sam di luar sana yang memanfaatkan kebaikannya. Terutama para wanita cantik di sekitar perusahaan di bawah naungan Pratama grup tentunya.
" Kenapa mama nggak di sini saja temenin Shasha " kata Shasha tersenyum tipis karena ia tahu jawaban dari mamanya.
" Nah tuh kan mulai lagi " seru bu Santi jengah. " Apa papa sudah lupa kejadian kemarin " seru bu Santi menatap tajam ke arah suaminya.
Papa Sam pura- pura nggak dengar dan menyeruput teh manis buatan bi Ani. Shasha melihat mamanya lalu menggeleng pelan. Sementara Adi diam dan menjadi pendengar setia.
" Waktu kemarin papa pulang ada cap bibir di baju papa itu apa coba " seru bu Santi kesal.
" Oh itu nggak sengaja ma " kata papa Sam santai.
__ADS_1
Yah benar kata papa Sam kejadian kemarin saat di kantor memang tidak sengaja. Papa Sam yang buru- buru keluar dari ruangannya dan kebetulan sekretaris Cindy yang cantik sedang membuka pintu ruangan bosnya. Bertabrakan dengan bosnya dan tentu saja tidak di sengaja tuh bibir sekretaris menempel manis di dada bidang si bos. Dan dapat dipastikan si Cindy merasa malu tapi juga senang bisa bersentuhan dengan bosnya yang ramah dan baik hati itu. Walau cuma sebagian anggota tubuhnya yang nempel cukup membuat dia nggak bisa tidur semalaman. Oh Cindy sungguh beruntungnya dirimu.
" Nggak sengaja gimana maksud papa " kata bu Santi menatap tajam ke arah suaminya.
" Mama terlalu berlebihan kemarin sudah papa jelaskan itu tidak sengaja. Papa sedang ada rapat mendadak dan tidak tahu kalau Cindy ada di depan pintu " elak papa Sam.
" Tetep saja mama nggak terima " sahut bu Santi mengusap lembut dada bidang suaminya.
Seperti sedang menghapus noda yang menempel di dada papa Sam meski suaminya sudah berganti pakaian. Tapi seolah noda lipstik itu masih ada di sana.
" Biarin mama kan sayang sama papa " kata bu Santi pelan.
Papa Sam tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan itu. Kalau tidak ada putri dan menantunya, istrinya sudah dibawanya ke kamar. Dan selanjutnya pikir saja sendiri. Oh, papa Sam ingat umur sudah mau punya cucu lho.
" Maafin papa ya ma " kata papa Sam mengalah. Dan mengecup kening bu Santi lembut.
" Mama juga minta maaf ya pa " kata bu Santi merangkul lengan papa Sam. Keduanya tersenyum bahagia.
Shasha tersenyum senang melihat kemesraan kedua orangtuanya. Sementara Adi seperti mendapat tamparan halus dari sikap kedua mertuanya itu. Meski kedua mertuanya tampak sedang berdebat tapi tidak dengan kemarahan. Selisih paham di antara keduanya diselesaikan saat itu juga sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan. Setelah itu mereka berbaikan kembali dan melupakan kejadian yang tidak menyenangkan itu. Saling meminta maaf dan mengakui kesalahan kunci sebuah hubungan yang kekal menuju kebahagiaan sesungguhnya.
Adi mesti belajar banyak hal pada mertuanya itu untuk kelangsungan hubungan dia dan Shasha selanjutnya.
__ADS_1
*******
Terimakasih atas dukungannya dan masih setia dengan ceritaku ini. Jangan lupa like dan komennya ya....