Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
BONUS Maafkan Aku, Istriku ... Adi Dan Shasha ( 9 )


__ADS_3

Adi dan Maria sampai di taman kota keduanya duduk sambil bercerita. Adi dan Maria merajut impian, merenda hari esuk menggapai asa bersama.


" Gimana setelah ini " tanya Adi.


" Maksud kamu " Maria balik tanya.


" Hubungan kita Ri " Adi menoleh ke arah gadis berlesung pipit itu.


" Kita jalanin saja seperti ini dulu " Maria menatap lurus ke depan.


Karena ia sendiri belum mengetahui pasti tentang hidupnya saat ini. Sehari sebelum pengumuman kelulusan di sekolah nya rumah peninggalan orangtuanya dijual oleh pamannya. Uang penjualan rumah digunakan untuk membayar hutang pamannya. Sebagian dibelikan rumah untuk ditempati paman dan bibinya serta dirinya.


Adi dan Daniel belum tahu kalau saat ini ia sudah tidak di rumah itu lagi. Maria juga enggan bercerita kepada kekasih dan sahabatnya itu.


" Aku sungguh berharap kita akan bersama selamanya " Adi menggenggam tangan kekasihnya.


Maria terharu mendengarnya tapi ia sadar saat ini sudah tidak memiliki apa-apa. Gadis itu tidak mau berharap terlampau jauh dengan hubungan yang masih semu ini. Apalagi sekarang ia tidak bisa melanjutkan pendidikan nya untuk mencapai cita-cita nya.


Setelah ini yang bisa Maria lakukan adalah mencari lowongan pekerjaan. Menghidupi dirinya sendiri dan membantu paman dan bibinya.


" Oh ya kamu mau kuliah di mana ' tanya Maria mengalihkan perhatian pemuda di samping nya.


" Ck, kamu itu lho Ri membuat suasana hatiku jadi buruk " Adi berdecak sebal.


Ha ha ha Maria tertawa membuat Adi terkesiap. Adi menatap tak berkedip gadis berlesung pipit itu. Sampai gadis itu menyadari tatapan Adi yang tertuju padanya. Maria menghentikan tawanya.


" Ada apa " tanya Maria.


" Kamu cantik " membuat gadis itu tersipu malu.


" Gombal ah " Maria memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Beneran aku nggak bohong kamu cantik saat tertawa seperti tadi " jujur Adi.


Maria menundukkan kepalanya menahan senyumnya. Bahagia rasanya menerima pujian dari kekasihnya.


" Hei, kenapa dengan wajahmu " Adi menelisik wajah Maria.


Gadis itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Adi berusaha membuka tangan Maria yang menutupi wajah cantiknya.


" Ih, bikin malu saja " jawab Maria saat tangannya sudah dibuka oleh Adi.


Giliran Adi tertawa melihat gadis itu tersipu hingga membuat wajahnya memerah. Gadis itu tidak berani membuka matanya. Adi berhenti tertawa lalu memandang lekat pada gadis di sampingnya. Adi memajukan kepalanya dan ...


Cup.


Adi mengecup singkat bibir Maria membuat gadis berlesung pipit itu membelalak.


" Kenapa kamu mencuri ciuman pertama ku " sungut Maria.


" Tapi kamu suka kan " goda Adi.


" Ih, menyebalkan " Maria cemberut.


" Ya sudah sini aku balikin " Adi kembali memajukan kepalanya.

__ADS_1


" Mau apa " Maria menahan tubuh Adi.


" Balikin ciuman pertama mu " jujur Adi.


" Hah ! ... Hm " Maria membungkam mulutnya dengan tangannya.


Adi terkekeh.


" Sudah ah kita sedikit serius ya Ri " Adi mengubah nada suaranya.


" Hm " jawab Maria.


" Jujur saja aku sayang kamu aku cinta sama kamu. Selepas ini aku akan kuliah setelah lulus kuliah aku akan melamar mu " kata Adi menatap lekat gadis berlesung pipit itu.


Maria tertegun dengan keseriusan Adi tentang hubungan ini. Bahagia tentu saja tapi ia tidak bisa berharap banyak dengan hubungan yang baru beberapa bulan terjalin. Apalagi sebentar lagi Adi akan kuliah tentu saja di sana banyak teman-teman wanita yang berebut untuk mendapatkan Adi.


" Kamu mau kan menunggu ku lulus kuliah " tanya Adi.


" Iya " jawab singkat Maria sambil tersenyum paksa.


" Terimakasih Ri " Adi mengangkat kedua tangannya.


" Eits mau apa " Maria menahan tubuh Adi.


" Mau peluklah " kata Adi.


" Tidak bisa " tolak Maria.


" Bisa " kekeh Adi.


" Tidak bisa ih " geram Maria.


" Banyak orang tau " jawab Maria.


" Mana nggak ada " Adi menengok ke kiri-kanan.


" Tuh " Maria menunjuk mobil yang berseliweran di belakang mereka.


" Mereka di mobil Ri nggak akan liat kita " Adi tetap kekeh.


Maria menghela nafasnya lalu menopang dagunya.


" Ya sudah nggak jadi deh " Adi bersandar di kursi taman.


Hening.


Adi sibuk dengan angan dan impiannya sedang Maria sibuk dengan masalah nya.


" Ri " panggil Adi.


" Hm " jawab Maria.


" Kok hm sih " protes Adi.


" Yah harus jawab apa dong " Maria menoleh ke pemuda di sampingnya.

__ADS_1


' Ya tanya apa gitu " kata Adi lalu menoleh ke arah Maria.


Maria tersenyum.


" Di " tanya Maria.


" Hm " giliran Adi menjawab seperti Maria tadi.


Maria sedikit mendekat ke telinga Adi.


" Aku lapar " kata Maria setengah berbisik.


Adi menoleh dan tak di duga bibir Adi menempel ke pipi Maria. Keduanya sama terkejut dan tersipu malu. Jarak keduanya kini sangat dekat dua pasang mata saling menatap penuh cinta. Sampai akhirnya ...


" Ekhem ... ekhem ... " terdengar suara seseorang di belakang Keduanya.


Membuat keduanya saling menjauh dan membenarkan letak duduknya. Adi lebih dulu menoleh ke arah suara yang mengganggunya. Ck, Adi berdecak sebal saat melihat sosok sahabatnya itu bersiul tanpa rasa bersalah sedikitpun.


" Ngapain ke sini mengganggu saja " sungut Adi.


" Heh, yang harusnya marah tuh aku ngapain tadi kabur " Daniel menatap tajam ke arah dua sahabatnya.


Adi dan Maria saling beradu pandang.


" Malas saja ya kan Ri ' Adi menyenggol lengan Maria.


Maria hanya diam sambil melihat kedua sahabatnya.


" Nih lihat apa yang mereka lakukan sama seragam ku " tunjuk Daniel ke seragam sekolah nya yang kini dipenuhi coretan tangan teman-temannya.


Adi menepuk pundak Daniel sambil tertawa terbahak. Maria yang ada di samping Adi ikut tertawa.


" Sabar ya Niel " Maria menepuk pundak Daniel.


Gadis itu masih tertawa membuat Daniel terpaku sejenak menatap Maria. Daniel sedikit menyunggingkan senyumnya lalu tertawa tanpa suara.


" Sudah sudah capai tau nggak " kata Maria.


" Iya nih dari tadi ketawa melulu " timpal Adi.


" Ya sudah mau kemana kita sekarang " tanya Daniel.


" Makan ' sahut cepat Maria.


" Okey mau di mana aku yang traktir " kata Daniel.


" KFC ya " sahut Maria.


" Sip kalau gitu " Adi menunjuk dua jari jempolnya.


Setelah nya ketiga sahabat itu berjalan menuju mall di dekat taman kota. Ketiganya menuju tempat makanan cepat saji bergambar kakek-kakek yang terkenal itu.


************


Up lagi ya...

__ADS_1


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote yang banyak ya.


Terimakasih...❤️❤️❤️


__ADS_2