Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 66 Salah Paham Lagi


__ADS_3

Kinanti menatap kepergian Adi dengan senyum yang mengembang di sudut bibirnya. Lihat saja sebentar lagi sesuatu akan mengejutkanmu Adi, batin Kinanti tersenyum puas. Kinanti keluar rumah untuk menjemput Mike di rumah bibi pengasuhnya. Ternyata Mike sudah tidur lalu Kinanti menggendongnya pulang ke kontrakannya.


Sementara itu di tempat lain Adi melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya. Setelah sampai di rumah Adi melangkah masuk melewati ruang tamu menuju kamar.


Ceklek.


Adi masuk kamar dilihatnya Shasha istrinya sedang duduk di depan meja rias. Shasha sedang mengoleskan krem malam. Adi mendekat lalu mencium pucuk rambut istrinya. Shasha yang melihat suaminya dari bayangan cermin menghentikan kegiatannya.


" Mas sudah pulang " kata Shasha lalu bangkit berdiri.


Shasha lalu berdiri di belakangnya Adi memeluk pinggang istrinya. Menaruh dagunya di pundak istrinya itu. Menikmati aroma tubuh istrinya.


" Hmm " jawab Adi sambil memejamkan matanya.


" Apaan sih mas " Shasha melihat bayangan dirinya dan suaminya di cermin.


Ada sesuatu yang membuatnya aneh. Mungkin pikiran ibu hamil kali ya tapi tunggu sebentar. Shasha mencium ada bau parfum lain selain parfum suaminya yang amat ia kenali. Shasha melepaskan tangan Adi lalu berbalik menghadap suaminya itu.


" Ada apa sayang " Adi mengeryitkan alisnya.


Shasha melihat ke dada suaminya di sana ada stempel bibir seorang wanita. Shasha beralih menatap suaminya.


" Mas ini apa dan bau parfum siapa " tanya Shasha menunjuk ke arah suaminya.


Adi melihat telunjuk istrinya mengarah ke dadanya. Betapa terkejutnya ia di sana ada cap bibir Kinanti yang tertinggal di bajunya. Istrinya pasti akan salah paham lebih baik Adi berbicara jujur saja daripada nanti masalahnya semakin rumit. Lalu Adi menceritakan kejadian di rumah Kinanti tanpa dikurangi agar istrinya tidak berpikir macam-macam. Adi berharap istrinya percaya.


" Sungguh " kata Shasha.


" Ya sayang mas nggak bohong " sahut Adi.


" Sekarang mas mandi dulu " Shasha tersenyum membuat Adi lega istrinya tidak marah.


Lalu bergegas ke kamar mandi selesai membersihkan diri dan berganti baju Adi naik ke ranjang mendekati istrinya. Dan hendak memeluk istrinya seperti kebiasaannya setiap hari sepulang kerja.


" Jangan dekat-dekat sudah sana pergi " kata Shasha ketus. Lho kok gitu sih Adi dibuat bingung dengan sikap Shasha.


" Sayang..." Adi mengusap lembut pucuk rambut istrinya.

__ADS_1


Shasha menepis tangan suaminya dan menatap tajam ke arah suaminya. Membuat Adi heran dan bertanya-tanya ada apa lagi ini.


" Sayang marah " kata Adi.


" Tidak " singkat Shasha.


" Kalau nggak marah kenapa seperti itu " kata Adi lagi.


Adi mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Apa semua ibu hamil seperti itu ya perasaannya berubah- ubah tadi tersenyum sekarang marah nggak jelas.


" Kalau mas lapar makanan sudah ada disiapkan sama bibi. Nih kalau mau tidur tapi di sana " tunjuk Shasha pada sofa.


Shasha mengambil bantal lalu diberikan pada Adi. Shasha bergeser dari tempatnya kemudian berbalik tidur memunggungi suaminya. Adi menghela nafas perlahan melihat istrinya yang tidur membelakangi dirinya. Ya sudahlah mungkin istrinya sedang marah jadi lebih baik Adi mengalah. Adi melihat istrinya lalu beranjak bangun dari ranjang dan keluar kamar.


Adi melangkah menuju meja makan di sana sudah ada bi Ani yang sedang menyiapkan makan malam. Adi mengambil air dingin di lemari pendingin menarik kursi lalu duduk di sana. Bi Ani yang menyadari kehadiran Adi lalu bertanya padanya.


" Den Adi mau makan sekarang " tanya bi Ani.


" Tidak bi, apa istriku sudah makan " kata Adi.


" Belum den " kata bi Ani.


Bi Ani pun membereskan makanan di atas meja lalu menyimpannya di lemari pendingin. Setelah semuanya beres bi Ani pamit ke belakang hendak istirahat. Ketika bi Ani hendak pergi Adi bertanya padanya.


" Apa bibi tahu kapan papa dan mama akan pulang " tanya Adi.


" Tidak tahu den biasanya papa dan mama non ngasih kabar dulu kalau mau pulang " kata bi Ani.


" Baiklah bibi istirahat saja " kata Adi.


" Iya den " kata bi Ani.


Setelah bi Ani pergi Adi bangkit menuju dapur untuk membuatkan susu untuk istrinya. Lalu membawanya ke kamar dan meletakkan di atas meja. Kemudian Adi mendekat ke istrinya mencium keningnya. Mengusap lembut pucuk rambut istrinya. Menatap wajah cantik istrinya yang teduh ketika tidur. Pandangannya turun ke satu titik bibir tipis istrinya.


" Sayang bangun diminum susunya " mengecup bibir istrinya sekilas.


Shasha perlahan membuka matanya. Melihat suaminya tersenyum Shasha hanya diam.

__ADS_1


" Diminum susunya " Adi membantu Shasha bersandar.


Istrinya hanya menurut saja lalu Adi mengambil gelas yang berisi susu dan memberikan pada istrinya. Shasha menerimanya lalu meneguknya tanpa sisa. Lalu Adi mengambil gelas kosong dari tangan istrinya dan menaruh kembali ke atas meja.


Adi membaringkan tubuh istrinya lalu menyelimutinya. Shasha perlahan memejamkan matanya. Setelah di rasa istrinya tidur Adi mengambil bantal yang tadi diberikan istrinya. Pelan-pelan Adi naik ke ranjang dan membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya. Tak lupa ia mencium perut istrinya beralih ke kening istrinya. Melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya dan mulai memejamkan matanya. Tidur.


Pagi telah tiba seperti biasa setelah membersihkan tubuhnya Shasha menyiapkan baju buat suaminya. Dan bergegas menuju ke dapur menyiapkan sarapan buat suaminya. Di sana sudah ada bi Ani yang sedang masak. Shasha mendekati bi Ani dan hendak membantunya.


" Pagi bi " kata Shasha.


" Pagi juga non eh non mau apa " tanya bi Ani.


" Mau nyiapin sarapan " kata Shasha.


" Ini sudah jadi non duduk saja biar bibi yang menyiapkan sarapan " kata bi Ani.


" Tidak apa-apa bi " bi Ani hanya pasrah saja melihat nona nya menaruh sarapan di atas meja.


Beberapa saat kemudian Adi keluar dan melangkah ke meja makan. Di sana sudah ada istrinya Adi tersenyum melihat istrinya menyiapkan sarapan untuk dirinya. Adi mendekat hendak mencium kening istrinya tapi Shasha menepisnya. Adi melihat istrinya dan tersenyum padanya. Shasha melengos lalu Adi duduk di sebelah istrinya. Shasha mengambilkan sarapan buat suaminya semua itu dilakukannya dalam diam.


" Sayang kenapa mendiamkan mas seperti ini " Adi mencoba berbicara dengan istrinya. Shasha masih tetap diam.


Yah baiklah mungkin harus lebih sabar lagi menghadapi istrinya. Adi tidak tahu lagi bagaimana membujuk istrinya padahal ia sudah menceritakan semua kejadian kemarin di rumah Kinanti pada istrinya. Tapi malah ini jadinya, aku harus membuat perhitungan dengan Kinanti.


Akhirnya keduanya makan dalam diam hanya terdengar denting sendok yang beradu dengan piring.


" Ya sudah mas berangkat dulu ya " kata Adi beranjak berdiri.


Adi mendekat ke arah istrinya tapi Shasha sudah berdiri dan meninggalkan meja makan menuju taman belakang. Adi hanya bisa menghela nafas perlahan lalu melangkah ke kamar. Mengambil tas kerjanya lalu bergegas berangkat kerja.


***************


Wah Shasha marah lagi nih....


Mau tahu kelanjutan ceritanya ikuti kisahnya di Maafkan Aku, Istriku....


Jangan lupa like dan komennya ya.

__ADS_1


Terimakasih....


__ADS_2